
\-\- *Happy Reading* \-\-
"Gue.. gue.. akan tanggung jawab" pinta bara serius sambil memegang kedua bahu nayla
"Gue mohon sama lo jangan gugurin kandungan lo plis" sambungnya nayla hanya diam membisu
"Gue, takut" lirih nayla
~~
"Nayla" panggil seseorang buat nayla segera menghapus air mata nya
"Iya, kak kenapa" tanya nayla seolah olah tak ada apa²
"Lho nay mata kamu kok sembab kamu nangis? kenapa" celetuk rania lalu beralih pandang ke arah bara
"Lo,, lo apain adek gue sampe dia nangis ah" tegas rania menunjuk muka bara
"Eng... enggak" jawab bara
"Gak kok kak,, tadi aku cuma nonton drama korea sedih banget jadi aku ikutan nangis deh" jelas nayla berbohong
"Oh,, kamu nagis bukan gara² nih cowo?" tanya rania lagi,, naylapun menggeleng paksa
"Yaudah,, ayo" ajak rania merekapun melangkah pergi tapi seketika nayla melirik ke bara dan bara memberi sebuah kode anggukan berharap nayla paham agar tak menggugurkan kandungannya
Bara tau itu anaknya darah dagingnya meski hadirnya anak itu bukan karena keinginan mereka melainkan karena sebuah kesilapan tapi anak itu tidak bersalah dan tak seharusnya dia di gugurkan begitu saja
~~ Sepulang Kampus ~~
"Nay ayo pulang" ajak rania
"Ahh,, kakak duluan aja ya aku mau ketemu temen bentar" ujar nayla
"Oh gitu,, yaudah kamu hati² habis ketemu langsung pulang ya" ujar rania
"Siap kak" lalu rania menaiki mobil jemputan mereka dan pulang sementara nayla masih berdiri di depan gerbang kampus lagi² ia melamun tentang nasibnya lalu tangannya tiba² di tarik seseorang
"Ikut gue" kata orang itu nayla tau itu siapa, cowo itu membawa nayla ke sebuah gudang yg berseblahan Dgn kampus itu
"Masuk" titah cowo itu nayla hanya menuruti walau dihatinya bimbang apa yg ingin dilakukan cowo yg sudah membuat masa depannya hancur 2 minggu lalu itu
"Mau apa lagi ah,, gak puas lo udah ngerusak gue?" tanya nayla marah
"Dengerin dulu,, nay itu semua karena kita di jebak bukan kemauan gue,, ya gue juga gak sadar waktu itu" jelas bara
"Jadi gue mohon sama lo jangan gugurin kandungan lo,, nih anak gk bersalah gue yg salah jadi gue yg harus bertanggung jawab" sambung bara nayla tetap diam hanya airmata yg mulai mengalir
"Kita... Kita... nikah" ujar bara nayla segera menggeleng keras
"Gak,, gue ga mau nikah" kata nayla
"trus lo mau apa ah, nay lo taukan sekarang lo hamil" ujar bara dgn suara pelan
"Gue mau nikah kalau sama org yg gue cinta, org yg gue suka, bukan dengan org seperti lo gue gak kenal gue tau hanya sebatas nama dan derajat lo di kampus" jelas nayla
"Jadi?" Tanya bara
"Gue tetep gugurin anak ini" lirih nayla dan langsung berlari keluar gudang itu tak menghiraukan bara yg terus memanggilnya
~ Malam Tiba ~
nayla sepulang kampus tadi hanya berkurung di kamarnya sesekali ia mengelus pelan perutnya airmata nya pun tak henti mengalir kala mengingat nasib hidupnya
'Nih anak gak bersalah gue yg salah jadi gue yg harus bertanggung jawab' kata² bara itu tetap berputar putar di otak nayla
kini dia hanya punya dua pilihan Menikah atau Menggugurkan kandungan
"Maafin mama nak" lirihnya sambil mengelus perut berisi janin itu
"Kamu emang gak bersalah, maafin mama karena udah punya niat buat ngebunuh kamu" lanjutnya airmata nya mengalir deras saat ini apakah nayla tetap ingin menggugurkan kandungan nya atau tidak? sepertinya tidak.
~ Di markas bara dan gengnya ~
"Woii,, itu minuman punya gue njeng" pinta rivan kesal karena minumannya di ambil oleh zayn
"Ehh, bodoamat" kata zayn gak peduli
"Balikin" merekapun rebutan minuman seperti anak kecil
sementara bara hanya diam melamun
'Gue tetep gugurin nih anak' kata² terakhir nayla di gudang tadi terus menghantui pikiran bara
"Woii,, bengang bengong mulu lo bar kesambet baru tau rasa" kata reza menyadari bara
"Mikirin apa sih?" Tanya reza
"Gak,, gue cabut dulu ya" pamit bara
"pulang" jwb bara lalu pergi menggunakan motor sportnya
"Hah tumben bgt si bara kek gitu"
~~ Di Rumah Nayla ~~
tangisnnya mulai mereda kala seseorang tiba² menelponnya
~ Vivi my bff ~ itu nama yg tertera di layar ponsel milik nayla
"Hai nayla.. lagi ngapain?" tany vivi
"Gak lagi ngapa²in vi, ada apa" ujar nayla dgn suara serak
"Ehmm, gpp sih eh btw kenapa nay suara lo kok serak gitu?" tanya vivi
"Gpp kok vi, tenggorokan aku lagi gak enak mungkin gejala flu makanya gitu" lagi² nayla berbohong
"Lo gak bohong kan ma gue" celetuk vivi
"Eng.. enggak kok vi" jwb nayla meyakinkan padahal hatinya kini sedang hancur
"yaudah lo minum obat sana, sampai ketemu besok bye" kata vivi
"Oke bye" sambungan telpon terputus
"Gimana kalau temen² gue tau kenyataan ini apa mereka masih mau temenan ma gue" lirih nayla
~ Di rumah bara ~
"Baru pulang?" ujar mamanya
"Sini mama mau ngomong" sambungnya
"Bara cape ma mau istirahat" ujar bara dan melangkah ke kamarnya
"Tuh anak kenapa kok lesu gitu" kata mamanya yg bernama Dewi itu
~ Di kamar Bara ~
"G**imana keadaan cewe itu sekrang**?" ujarnya khawatir ia hanya takut nayla benar² menggugurkan kandungan nya ia kembali memutar otaknya kini ia menemukan ide
"Si rivan" ujarnya iapun menelpon rivan
"Halo bar.. napa?"
"Gue minta nomernya si nayla" kata bara
"Waiting ², buat apaan?" tanya rivan kepo
"Udah jangan banyak nanya kirim sekrang" tegas bara dan langsung mematikan hp
"Ye elah nih anal blom kelar ngomong juga" umpat rivan lalu iapun mengirim nomor ponsel milik nayla
-Ting-
suara pesan masuk terdengar bara segera mengecek kini ia sudah mendapat nomor wanita yg sedang mengandung anaknya itu
iapun berniat mengechat nayla
Bara : "Nay,, lo baik² aja kan?" semenit kemudian pesan itu di read
"Nomor siapa sih nih" kata nayla iapun membalas
Nayla : "Ini siapa ya?" (read)
Bara : "Ayah dari anak di perut lo" (read) mata nayla terbuka lebar saat tau ternyata itu bara darimana cowo itu mendapat nomor hpnya
Nayla : "Dapet no gue darimana?" (read)
Bara : "itu gak penting, lo gpp kan?" (read)
Nayla : "peduli apa lo sama kehidupan gue lo juga kan yg buat gue kayak gini" (read)
Bara : "Nay kan gue udah bilang kita di jebak" (read)
Nayla : Mau apa lo chat gue?" (read)
Bara : mau gue pertahanin anak itu lo blom apa²in dia kan?" (read) nayla berpikir seketika lalu mulai mengetik
Nayla : Nih anak masih aman, Ketemu besok gue mau ngomong" (read)
Bara : Oke" (read) chat berakhir, sedikit ketenangan mulai ada di diri bara mengingat nayla bilang bahwa anak di kandungnya masih aman
~ Bersambung ~