Nayla & Bara

Nayla & Bara
~ Ketauan ~



"Oke nay ayo jalan" ajak rania nayla pun ikut saja


'Duhh, si bara kok ga ada kabar lagi sih' ujar nayla dlm hati ia memang sangat takut kalau sampai rania tau segalanya


"Nay, kamu kenapa kok kayak panik gitu?" tanya rania curiga


"Ah, gpp kok kak" jwb nayla


'Nayla dari kemaren kok aneh ya' ujar rania dlm hati ia mulai curiga dgn tingkah laku adiknya itu, ibu jari nayla mulai sibuk mengetik pesan utk bara


Nayla: "Heh lo dimana? gue udah dlm perjlnan nih" 5 menit ia menunggu pesan itu sama sekali tak di respon oleh bara read saja tidak


'Ihh, nih cowo bener2 ya tadi katanya mau nolong' batin nayla kesal


~~ Di rumah bara ~~


"Bar kenapa sih kamu itu keras kepala bgt" kata dewi


"Ma, pa, plis deh bara itu ada urusan penting jadi tolong izinin bara pergi bentar" kata bara pada kedua ortunya


"Gak, bara kamu gak boleh pergi urusan perjodohan kamu ini lebih penting" kata wira


"Gak, perjodohan ini gak penting sama sekali, urusan bara lebih penting" ujar bara kesal lalu melangkah keluar tpi tidak ayahnya dgn sigap menghalang anaknya itu


"Tunggu, apa kamu bilang perjodohan ini gak penting? Bara ini untuk masa depan kamu" kata wira


"Masa depan aku? gak mungkin semua itu hanya utk masa dpan prusaan papa aja bukan masa depanku karena aku sama,sekali gak cinta sama cindy" Bantah bara lalu melangkah pergi


"Bara.." panggil wira tapi bara tetap pergi


***


bara berhenti di pinggir jalan iapun mengecek hp nya


"Hah,, tadi nayla wa gue ternyata" ujarnya sambil mengetik pesan balasan


Bara : "Sorry tadi, gue lgi ada urusan sama bokap nyokap, lo di mana skrng?" Beberapa saat kemudian chat itu di read


Nayla : "Gue udah sampe rumah sakit nih, gue harus gimana skrng" (read) pertanyaan nayla tak di jawab karna tiba² saja bara langsung offline ntah kemana cowo itu


"Makasih pak,, tunggu di parkirn ya kita gak lama kok" ujar rania pada supir pribadi mereka


"Siap non"


"Yuk, nay" ajak rania prasaan takut nayla semakin memuncak kala kakinya meningnjak ruangan rumah sakit itu di setiap langkahnya ia terus mengirim pesan pada bara berharap cowo itu membalasnya tapi tidak cowo itu,menghilang seketika di saat nayla tengah membutuhkannya


****


"Ahh begini mba, adik kamu ini sebenarnya sedang..." suara panggilan masuk hp rania menganggu ucapan sang dokter


"Maaf dok bentar ya" rania izin kluar ruangan untuk mengangkat telpon itu bebrapa menit rania kembali ke ruangan itu


"Maaf dok lama, jadi gimana kondisi adik saya?" tanya rania jantung nayla berdegup kencang saat itu


'Bara lo dimana sih' triak nayla dlm hati


"Adik kamu sebenarnya.... tidak ada sakit apapun hanya saja adik kamu ini sedang.... hamil muda" kata dokter itu mata rania terbuka lebar saat itu juga


"Apa dok? saya gak salah dengar nih? Adik.. adik saya hamil?" tanya rania tidak percaya sementara nayla hanya menunduk airmata mulai mengalir, memang mungkin sudah saat untuk sang kakak tau hal yg sebenarnya


"Iya mba, adik kamu ini sedang hamil, udah memasuki 3 minggu lebih oleh karena itu sering mual dan muntah itu sudah biasa mba jangan khawatir,, saya harap jaga kandunganya ya jangan cape² saya permisi" dokter itupun pergi, mulut rania menganga gak percaya iapun menarik kasar tangan nayla keluar dari rs itu


tangisan nayla pecah


"nay.. apa yg udah kamu lakuin nay?" tanya rania dgn mata berkaca kaca Nayla hanya diam sambil menangis


"Nayla... jawab apa yg udah kamu lakuin ah?" kali ini rania bertanya dgn suara marah air mata rania pun ikut mengalir karena kecewa dgn adiknya itu


"Hiks... hiks.. maafin aku kak" lirih nayla ingin memeluk rania tapi rania segera menjauhkan diri. marah, dan sungguh kecewa itulah yg,di rasakan rania saat itu


"Aku bener² gak nyangka sama kamu nay,, kenapa? kenapa kamu lakuin itu?" kata rania


"Kak,, dengerin dulu penjelasan aku kak" ujar nayla Memegang tangan kakaknya tapi dgn kasar rania menepis pegangan itu tak peduli org² yg lalu lalang melihat mereka


"Gak ada yg perlu di jelasin, udah cukup kamu bikin malu keluarga kita" bentak rania lalu pergi meninggalkan nayla yg terus menangis,


"Kak.. kak rania dengerin dulu kak" panggil nayla tapi rania tetap pergi menaiki taksi


 


"**Non nayla ada apa**?" tanya sang supir nayla tetap saja menangis tak henti²


"**Kita pulang ya non**" supir itu lalu membantu nayla berjalan ke mobil


\*


"**Lo bener² keterlaluan nay**" ujar rania dalam taksi itu


"**Gue gak akan maafin lo**" sambungnya


~~ ***Bersambung*** ~~