
"keyren kantin yok".keyden berdiri lalu membereskan buku dan alat tulis yang ada di mejanya ke dalam laci cepat-cepat ingin pergi ke kantin.
" yok, teman semeja sementara ".ucap keyren menggoda naila dengan kata-kata yang naila katakan tadi. naila yang sudah mulai tergoda dengan perkataan keyren memasukkan paksa bukunya ke dalam tas tak sengaja menjatuhkan penanya ke bawah. naila yang berencana mengmbil penanya yang terjatuh tak sengaja menyentuh tangan keyren yang ikut mengambil pena.naila menolehkan matanya begitu juga keyren menyadari wajah mereka berdua begitu dekat cuma jauh beberapa senti membuat suana di sana menjadi sangat canggung.keyren cepat-cepat mengambil pena naila lalu memberikan kepada naila.
"jadi kalian jadi ke kantin nggak".ucap keyden yang melihat keyren yang sudah salah tingkah begitu juga dengan naila cepat-cepat memasukkan penanya ke dalam tas.
" pergi, ayok pergi ".ucap keyren mengipas-ngipasi wajahnya kepanasan.
keyren yang berencana pergi ke kantin tiba-tiba terhenti karena ada seseorang yang memanggilnya. " eh keyren tunggu ".ucap seorang gadis yang bermata sipit dengan rambut terurai ke bawah bernama chiya sekaligus Ketua kelas berjalan ke arahnya.
" ada apa Ketua kelas? "ucap keyren dingin sekaligus bete karena dia ingin cepat-cepat ke kantin sudah sangat lapar.
" tadi walas manggil kamu ke ruang guru nggak tau bahas apaan".ucap chiya dengan suara sok imut lalu merapikan rambutnya."kalian tunggu bentar yah".ucap keyren menoleh ke arah keyden yang sudah bete bergegas ke ruang guru.
"aakkhh tuh anak lama lagi kah, aku sudah mau mati kelaparan aku sudah nggak sanggup lagi, kalau kek gini nanti nggak ada yang tersisa di kantin".keyden merengek membenturkan kepalanya ke dinding sambil menepuk dinding beberapa kali dengan tangannya.
" bisakah kau nggak ngerengek ke anak kecil udah gede masih aja kek anak kecil umur lima tahun ".ucap ellic yang jenuh melihat tingkah laku keyden yang selalu merengek dari tadi padahal keyren baru pergi lima menit.
" ehh naila apa kau mau pergi ke kantin juga, gimana kalau kita pergi bareng".ucap ellic yang melihat naila sedang dalam perjalanan ke kantin. naila yang mendapat ajakan hangat dari ellic mau tak mau menerimanya lagian dia juga tidak punya teman ke kantin. naila menganggukkan kepalanya.
"okeh kalau gitu deal yah, aku dengar makanan di kantin baru sekarang lebih enak ketimbang kantin yang satu lagi, gimana kalau kita coba makanan di kantin baru itu".ucap ellic sambil menggandeng tangan naila berusaha untuk lebih akrab dengan naila.naila kaget karena selama dia berteman belum ada yang begitu dekat sampai-sampai menggandeng tangannya ini merupakan kali pertama baginya.
"weii buru pergi".ucap seorang cowok melambaikan tangannya berjalan ke arah mereka bertiga.
lagi lagi ketemu tuh cowok, males banget
" lah kenapa dia kabur lagi".ucap keyren yang melihat naila pergi di saat dia datang.keyren melihat dirinya di pantulan kaca jendela melihat apa wajahnya begitu menakutkan hingga membuat gadis itu kabur ketika melihatnya.
"ehh keyden naila tadi kenapa tiba-tiba pergi gitu aja, apa aku salah ngomong lalu dia marah? ".ucap ellic menggoyangkan tangan keyden yang sedang makan." jangan tanyakan kepadaku tanyakan saja pada teman semejanya ".ucap keyren mengajakkan tangan ellic menoleh ke cowok yang sedang duduk di sampingnya.
" apa yang kau lihat, mata kau mau di congkel kah?".cetus keyren mencelengi keyden."apa yang sudah kau lakukan pada gadis polos itu hingga membuat dia kabur saat melihat mu".
"mana ku tau tanyain aja sendiri ke orangnya".ucap keyren sambil melihat naila yang sedang berjalan mencari bangku untuk makan.
" kenapa kau cuek kek gitu dia kan tunangan mu".ucap keyden menyenggol kan bahunya ke keyren menggoda keyren yang sudah mulai kesal.keyren melototi keyden melihat ke kiri kanan melihat adakah orang yang mendengar perkataan keyden barusan.
"hah siapa tunangan keyren".
ellic berdiri membulatkan matanya lalu melihat ke keyden. keyden refleks menutup mulut ellic menyuruhnya diam." sshhtt jangan keras-keras".ucap keyden sambil meletakkan jari tunjuk di mulut ellic."jadi tunangan keyren siapa".ucap ellic yang semakin penasaran.
" gimana ceritanya kok bisa".ucap ellic berbisik menatap cowok yang sedang duduk di sampingnya."nah jadi gini ceritanya-".
"kalian bisa jangan bahas tentang itu nggak".ucap keyren menyela keyden yang akan menceritakan asal mula terjadinya pertunangan antara keyren dan naila.
" tunggu,nanti aku ceritain".bisik keyden kepada ellic yang terus memaksanya.
"naila... "
panggil seorang cowok dengan suaranya yang lembut dari belakang. naila menoleh ke belakang melihat seorang cowok yang lumayan tinggi, berhidung mancung, bermata lentik, mode rambut ke samping sedang tersenyum lebar menatap naila.
"kak Jayyen"
naila tersenyum girang menganggat kedua bibirnya hingga terlihat giginya yang putih mengetahui sosok yang sedang memegang pundaknya itu adalah zayen yang merupakan tetangga sekaligus temannya waktu masih kecil.zayen pindah ke Jakarta ketika masih seusia naila jadi semenjak zayen pindah ke Jakarta mereka berdua jadi sangat jarang bertemu.
"kakak boleh duduk di sini nggak? " ucap zayen yang sudah meletakkan piringnya di samping naila duduk.
"kan kak jayen udah duduk, ngapain juga minta izin lagi".ucap naila membalikkan matanya melihat zayen yang sudah duduk sebelum naila menjawab pertanyaan nya.
" aiyaa, nai nai kita sekarang sudah begitu sombong sekarang, bahkan dia tidak pernah berinisiatif untuk mencari kakaknya ini disaat dia udah pindah ke sini".ucap zayen dengan nada sedang mengeluh sambil menyandarkan punggungnya ke kursi lalu menghela nafas beberapa kali.
"naila bukannya sombong, cuma takut ganggu aja, kan kakak bentar lagi mau lulus pasti sibuk, mangkanya naila nggak mau ganggu".ucap naila memberikan alasan agar cowok di sampingnya itu berhenti mengeluh.zayen mendirikan punggungnya yang sedang nyaman bersender.
" apanya yang ganggu, justru kakak bakal seneng kalau naila cari kakak".ucap zayen lalu menekuk ujung hidung naila.
"aawww sakit kak kebiasaan iis".ucap naila dengan wajah cemberut megelus elus hidungnya.
"eehh eehh keyren tunangan cukup hebat juga baru pertama sekolah sudah bisa begitu akrab sama ketos SMA kita".ucap keyden terpukau melihat zayen dan naila yang sedang makan siang berdua.keyren hanya terkekeh tidak percaya dengan omong kosong yang dikatakan keyden.keyren mengikuti arah pandangan mata keyden. keyren membulatkan mata kaget melihat naila yang sedang bercanda gurau dengan zayen.
"wahh naila kau sangat hebat bisa buat ketos yang di cap dingin nggak banyak bicara itu banyak bicara padamu,aku sebagai calon bestimu bangga".ucap ellic lalu meminum habis air minum di gelasnya seolah sedang merayakan keberhasilan naila yang bisa membuat zayen bercanda gurau kepadanya.
"kenapa kau memasang raut wajah seolah dia mengambil cowokmu".ucap keyden menatap penuh ellic. " huuft sepertinya teman ku satu ini akan kehilangan tunangannya, aku turun berduka cita atas dicurinya tunangan mu".ucap keyden menyandarkan badannya ke keyren seolah sedang memberikan semangat.
"apaan sih lepasin lu berat,urusannya sama saya apa?,ya baguslah setidaknya aku nggak perlu mikirin cara buat batalin pertunangan itu".ucap keyren sambil menyingkirkan badan keyden yang sedang menyandar ke badannya.
" loh loh kau kemana? "ucap keyden yang melihat keyren sudah pergi dahulu ke kelas tidak menunggunya." tuh keyren kenapa? "ucap ellic menepuk pelan pundak keyden. " nggak tau cemburu mungkin ".ucap keyden terkekeh ke ellic.