Naila & Keyren

Naila & Keyren
Ch 1.6 salah paham



"woy, kau tadi denger semuanya kan? " ucap keyren yang merasa bahwa naila pasti sudah mendengar apa yang dikatakan oleh keyden tadi karena melihat raut wajah naila yang sedang kesal.


"kalau aku membatalkan pertunangan,apa kau seneng? ".ucap naila yang berpikir keyren juga ikutan membicarakan tentangnya tadi di kamar.


" ya.. "ucap keyren sedikit bernada lalu menganggukkan kepalanya.


"Oohh, kalau gitu aku nggak bakal ngelakuin itu".ucap naila puas lalu pergi meninggalkan keyren yang sedang kebingungan dengan perkataan naila.


" kau kenapa nggak bisa ambil kesempatan yang datang tadi".ucap asri melihat ke arah naila yang sedang duduk di sofa meniup lututnya yang kebentur tadi. naila tidak menjawab perkataan asri."kesempatan yang bagus kayak tadi kenapa kau nggak banyak bicara sama keyren ".ucap asri yang menjadi-jadi karena naila tidak menghiraukan perkataannya tadi.


" aku males bicara sama tuh cowok ma, lagian nggak ada juga yang perlu di bicarain ".ucap naila melihat ke arah mamanya yang sedang melotot naila.


" kalian nggak papa nggak anak sama aja nggak bisa bersosialisasi dengan orang banyak".ucap mamanya dengan nada tinggi sambil menggelengkan kepalanya melihat kelakuan suami dan anaknya.


"kau lihat aja tuh keyren,sangat ganteng pasti dia sangat populer di sekolah".ucap asri tersenyum senyum sendiri membayangkan wajah keyren.


yang anaknya siapa sih, aku apa tuh cowok.


umpat naila dalam hati karena mamanya tidak berhenti membicarakan keyren dari tadi seakan-akan tidak ada topik pembicaraan selain keyren. naila menggaruk garuk rambutnya sudah pusing mendengar perkataan mamanya yang selalu membahas tentang keyren.


"kau cari apa? ".ucap asri yang melihat naila sedang mengeluarkan barang barang dari dalam kardus." kacamata naila".ucap naila yang terus mencari keberadaan kacamatanya di kumpulan barang dalam kardus.


"berhenti.. ".ucap asri yang melihat naila bukan sedang mencari barang melainkan membran takan semua barang yang sudah tersusun rapi di dalam kardus. teriakan asri membuat naila mematung lalu menoleh ke arah asri yang sudah menatap naila dengan raut wajah marah.


" pergi sana, kalau kau cari barang kek gitu bisa berantakan semaunya ".ucap asri mengusir naila.


" kalau gitu mama tau nggak apotek di mana? ". ucapa naila yang berencana membeli obat memar untuk lututnya yang sudah mulai bengkak.


" bagaimana mama tau, kita kan baru pindah hari ini".ucap mamanya tangannya terus memindahkan barang di dalam kardus sembari mencari kacamata naila.


"naila gimana kalau papa temenin kamu ke apotek".ucap ahmad yang mendengar pembicaraan antara naila dan asri.


" nggak usah pa, naila sendiri aja bisa".ucap naila mengambil tasnya yang berada di sofa.


"naila ke apotek dulu" ucap naila berpamitan kepada papanya yang sedang berdiri di dekat pintu.


"yes, easy".ucap keyden tertawa bahagia sudah mengalahkan kelvin.


kelvin menghela nafas melihat keyden yang tertawa bahagia di atas kekalahannya." membosankan "ucap kelvin lalu melemparkan HP di tangannya ke samping kesal.


" apa yang kita lakuin nanti sore? "ucap kelvin yang sudah males bermain game dengan keyden karena dia selalu di kalah dari keyden.


" gimana kalau main basket? ".ucap kelvin sambil melihat ke arah keyden,kelvin mengangkat satu alisnya dan tersenyum penuh siasat.


" tuan kelvin yang terhormat apa anda tidak dapat melihat kalau kaki ku sedang sakit".ucap keyden menunjuk kakinya, keyden melototi kelvin.


keyren yang mendegar perkataan keyden dan kelvin baru mengetahui bahwasanya kaki keyden sedang sakit, keyren menoleh ke arah keyden yang sedang sibuk bicara dengan kelvin.


"akkkhh sakittt"


keyden menjerit kesakitan karena secara sengaja keyren menendang kaki keyden yang sakit itu cukup lumayan kuat.


"kau tau sakit juga ternyata, waktu kau bicara buruk tentang gadis tadi, apa kau nggak tau betapa sakit perasannya".ucap keyden puas dengan penderitaan yang di alami temannya itu.


" aku nggak becanda, ini benar-benar sakit".ucap keyden melihat keyren dengan raut wajah sedang kesakitan.


"rasanya sangat sakit, dokter mana dokter panggil dokter".rengek keyden melihat keyren dengan raut wajah menyedihkan.


" kebetulan aku tau sebuah tempat yang bagus"


"dimana itu? " ucap keyden penuh semangat menatap keyren.


"akkkhhh-"


"bisakah kau jangan mengajakku waktu kau sedang kesakitan".ucap kelvin yang lengannya di cengkraman kuat oleh keyden.tak hanya kelvin bahkan keyden pun ikut merasakan dampak dari penderitaan keyden.


" anak muda zaman sangat manja, bahkan nahan sakit sedikit kek gini aja nggak sanggup".ucap pak en yang merupakan pemilik apotek yang juga membuka praktek urut di apotek nya.miliknua yang sedang mengurut kaki keyden yang sedang terkilir.


"bisakah kau nggak tertawa di atas penderitaan yang aku alami".ucap keyden yang melihat keyren yang berdiri di sampingnya selalu menertawai nya dari tadi.


" pak en, bisakah kau sedikit lemah lembut? "ucap kelvin menatap pak en dengan raut wajah memohon karena di balik sakit yang di rasakan oleh keyden tangannya juga ikut kesakitan.


" sebentar lagi siap kok"


"aku mohon cepat, aku nggak sanggup lagi menahannya".keluh kelvin merintih kesakitan.


"gadis cantik, kau dari SMA manwar ya? " ucap seorang peria yang merupakan pegawai apotek tersebut. " Ya ".balas naila sambil menganggukkan kepalanya beberapa kali. namun mata naila terus saja menjelajah mencari obat yang sedang dia butuhkan.


" bapak tau apa yang kau cari".ucap pegawai apotek, mengambil beberapa obat yang tersusun rapi di rak belakangnya. "ini obat untuk membantu meningkatkan memori"


"bukk-"


"nah ini lagi".ucap bapak tersebut yang mengambil beberapa obat tambahan.


"lalu kau beli apa? ".ucap bapak tersebut kebingungan.


"emm, ada obat buat obatin bengkak? ".ucap naila sambil memperlihatkan lututnya yang terluka.


"Ooh ada ada tunggu bentar".ucap bapak tersebut lalu mengeluarkan obat yang di minta naila." nah ini, bapak jamin kalau kau pakai obat ini bengkak di lututmu besoknya pasti langsung sembuh "


"sini coba dulu"


"kau pasti bisa melakukannya, aku bayar tagihannya dulu".ucap keyren melarikan diri dengan alih-alih membayar tagihan.


" keyren, aku bantu ya? ".ucap kelvin berusaha untuk kabur namun terhenti karena tangannya masih di cengkraman kuat oleh keyden.


" pak tagihannya berapa? "ucap keyren keluar dari ruang lain,keyren melihat naila yang juga berada di apotek yang sama dengannya.


"oke tunggu bentar"


"wah kebetulan sekali".ucap keyren lalu berdiri di samping naila yang sedang menunggu obatnya.


" yah kebetulan sekali".ucap naila, memalingkan wajahnya lalu berjalan berbeda langkah ke samping agar tidak terlalu dekat dengan keyren. keyren yang melihat reaksi naila saat dia berdiri di sampingnya pun mengerutkan keningnya tak sengaja melihat lutut naila yang bengkak.


"lutut kau kenapa? ".ucap keyren penasaran apa yang terjadi sama lutut naila." buka urusan mu".bentak naila dingin.


"pak aku nggak jadi beli obat".


naila yang ingin pergi namun dihalang oleh pegawai tersebut." anak muda kau belum bayar obatnya ".ucap bapak tersebut seketika membuat naila kebingungan hingga mengerutkan keningnya karena dia sama sekali belum pernah memakai obat itu.


"kalau nggak salah aku nggak gunain obat itu, kenapa aku harus bayar? " ucap naila melihat bapak itu terheran.


"kau lihat saja obat ini sudah terbuka bagaimana aku ngejual nya ke orang lain".ucap bapak tersebut dengan nada tinggi memaksa naila untuk menebua obat tersebut.


naila menghela nafas. " berapa harganya "ucap naila sambil mengambil dompet di dalam tasnya." delapan puluh ribu".naila membulatkan matanya kaget mendengar harga obat itu.


"delapan puluh ribu?, kok mahal banget, bapak mau ngerampok siswi SMA kah? ".ucap naila yang tak percaya sebotol obat kecil itu begitu mahal.


" tentu saja mahal, harganya sesuai dengan kualitasnya "


naila mengecek uang sakunya yang ada di dompetnya, tersisa beberapa lembar uang yang harus dia hemat kan sampai minggu depan.


astaga duitnya tinggal segini lagi, kalau di bayar semua abis donk,mana minggu depan masih lama lagi, kalau tau kek gini mending tadi ajak papa.


"bisa kasih diskon nggak pak? ".ucap naila dengan nada mengiba berharap mendapatkan sedikit diskon dari bapak tersebut.


" maaf anak muda tapi toko kami nggak menyediakan diskon".ucap bapak tersebut dengan nada tegas.


"aku bayar".ucap keyren yang sudah menunggu lama di sana,mengeluarkan beberapa lembar uang dari dompetnya.


" uang ini untuk? "ucap bapak tersebut kebingungan karena keyren membayar lebih." obatnya ".ucap keyren santai lalu melihat ke arah naila.


" makasih, kalau aku udah dapat uang saku minggu depan pasti langsung aku bayar".ucap naila dengan nada sedikit angkuh lalu memalingkan wajahnya.


"bagaimana kalau kau traktir aku makan,setelah itu kita impas".ucap keyren yang kebetulan sedang merasa lapar.


" oke, kau mau makan apa? "ucap naila yang merasa transaksi itu tidak terlalu merugikan nya.


" makanan enak".


naila yang sudah mendapatkan obatnya berlari mengejar keyren yang lebih dulu keluar.


"pak nasi goreng satu tambah teh es satu es nya di banyakin".ucap keyren berteriak lalu duduk di kursi di dekatnya."asyiap mas".ucap bapak secepatnya membuatkan pesanan keyren.


" kau nggak duduk? "ucap keyren yang sudah capek melihat naila terus berdiri melihat sekeliling.


" jadi makan enak yang kau maksud ini? ".ucap naila yang kebingungan apa enaknya makan di pinggir jalan kek gini.


" yah meskipun ini di pinggir jalan tapi makanan di sini tak kalah jauh dari makanan di restoran harganya juga lebih waras di banding di restoran".


"nah ini pesanannya mas".ucap bapak tersebut sambil meletakkan pesanan keyren.


" nih minum sampe abis cepat".ucap keyren yang memberikan segelas teh es kepada naila.naila yang di minta untuk minum pun tak menolak karena dia juga sedang kehausan.


"udah habis? " ucap keyren yang melihat gelas yang tinggal beberapa potongan baru es.naila mengangguk pelan lalu melihat ke arah keyren. keyren mengambil gelas yang sedang di pegang oleh kedua tangan naila.


"ehh mau ngapain? " ucap naila kebingungan kenapa keyren mengambil gelas yang hanya tersisa es batu. keyren mengambil tisu lalu membalutkannya ke batu es.keyren berjalan ke arah naila duduk lalu berlutut di depan naila.


"ehh kau mau ngapain lagi? " ucap naila yang kaget melihat kiri kanan takut ada yang melihat keyren yang sedang berlutut kepadanya.


"udah diam aja".ucap keyren pelan-pelan meng kompres memar naila yang sudah bengkak.


" aawww-"


keyren yang melihat naila merintih kesakitan pun pelan pelan meniup lutut naila agar naila tidak mersa terlalu sakit.