
"nah kek gitu kan bagus".ujar asri terkekeh mendengar balasan yang memuaskan dari keyren. setelah menyelesaikan perkataannya asri kembali memakan makan yang masih tersisa banyak di piringnya." kalian berdua harus saling tolong menolong dari sekarang paham".ucap Ella yang ikut ikutan memberikan sebuah nasihat kepada kedua bocah tersebut.
tak lama setelah Ella berbicara asri pun kembali mengatakan sebuah perkataan yang sangat mengejutkan bagi keyren dan naila." lagipula kakek kalian dulu punya rencana pertunangan untuk kalian berdua waktu masih kecil".ucap asri tanpa beban di mulutnya.
naila tersedak ketika mendengar perkataan yang keluar dari mulut mamanya itu.naila tak percaya mamanya tiba-tiba membahas hal seperti itu di saat pertama kali dia bertemu dengan keyren.naila melihat keyren diikuti keyden dan kelvin yang bersamaan melihat keyren tak percaya bahwa teman satunya ini sudah mempunyai janji pertunangan. sementara keyren hanya terdiam membisu beberapa detik tak menyangka dia akan mendapat kejutan seperti ini pada waktu makan siang ini. keyren juga belum pernah mendengar orang tuanya membahas hal sebesar ini dengannya.
"kenapa kau bahas itu saat makan siang begini".ucap ahmad yang merasa masalah itu tak seharusnya di bahas Karena itu mungkin akan menyebabkan kecanggungan antara naila dan keyren." aku juga nggak tau topiknya ke situ sendiri ".jawab asri terkekeh tanpa ada rasa bersalah di wajahnya.
" kalau soal itu mah emang benar, tapi terlalu dini bagi mereka saat ini lagian sekarang mereka masih SMA".ucap bram yang membenarkan perkataan asri mengenai masalah pertunangannya dengan naila. keyren yang mendengar pengakuan kebenaran dari bram semakin tak percaya bahwa apa yang di katakan oleh asri tadi ternyata memang benar adanya. keyren gugup hingga membuat nya susah untuk menelan makanan di mulutnya. namun keyren berusaha untuk tidak terlalu terlihat panik berbeda dengan naila yang tidak bisa untuk menahan diri agak tidak panik.
"apa yang harus aku lakuin agar pertunangan ini batal".ucap keyren dengan santai dan tenangnya menatap sekumpulan orang tua itu. naila yang mendengar perkataan keyren reflek melihat keyren yang dengan santainya menanyakan cara untuk membatalkan pertunangan kepada orang tuanya dan orang tua naila tanpa ada rasa takut sedikitpun.pertanyaan keyren seketika membuat tawa di wajah mereka memudar dan terdiam sejenak.
"kenapa kau kek anak kecil aja, tante asri itu cuma becana, kenapa kau begitu anggap serius".jawab bram yang merasa pertanyaan keyren tersebut dapat menyinggung ahmad dan asri. namun bagi keyren jawaban dari bram itu merupakan sebuah hal yang sangat melegakan baginya. meskipun sudah mengetahui itu hanya sebuah candaan tapi tetap saja akan ada sedikit kecanggungan bagi naila dan keyren kedepannya.
"papa juga jangan anggap serius, keyren juga sedang becanda".ucap keyren berusaha mengembalikan suasana yang sudah keyren rusak tadi. mendengar perkataan keyren pun sekumpulan orang tua itu hanya terkekeh dan melanjutkan makan dan obrolan yang belum ada habisnya.
siapa juga yang mau tunangan dengan kau, pede amat.
umpat naila dalam hati kerana menurutnya perkataan keyren mengenai membatalkan pertunangan itu bukanlah sebuah candaan yang dia buat melainkan sebuah kebenaran.
"paman tante keyren duluan, keyren udah kenyang".ucap keyren yang sudah merasa bosan berada di sana. keyren meminta pamit lalu berdiri dan merapikan kursinya." kenapa kau cepat sekali makannya ".ucap bram yang merasa keyren kurang sopan pergi begitu saja. keyden dan kelvin yang melihat keyren pamit dan pergi pun ikut berpamitan dan mengikuti keyren dari belakang.
" kak dian mau ke wc".naila menemani dian ke wc. naila yang sedang menunggu dian dari luar pun secara tidak sengaja mendengar samar perkataan seseorang yang sedang berbicara dari dalam kamar."naila kami itu gadih yang pintar, kalau soal studi kami nggak perlu menghawatirkan nya".ucap keyden sambil meniru gaya bicara asri. naila yang mendegar mereka sedang membicarakan dirinya pun mulai mendekat ke arah kamar tersebut yang pintunya sedikit terbuka ingin mendengar lebih jelas apa yang mereka bicarakan.
"mamanya itu ingin jalih hubungan sama keyren mangkanya ungkit-ungkit janji pertunangan sekarang udah zaman apa masih ada aja orang buat janji pertunangan waktu kecil".ucap kelvin yang ikutan membicarakan naila.keyden yang mendengar perkataan kelvin pun semakin tertawa terbahak bahak.
"bagaimana mana perasaan tuan keyren sekarang setelah punya tunangan".ejek keyden sambil menodongkan botol minuman yang di jadikan sebagai mikrofon seolah-olah sedang mewawancarai seseorang.
" bisakah kau berhenti ngomong omong kosong".ucap keyren sambil menendang keyden yang dari tadi selalu menggodanya hingga membuat keyren jengkel.
"kau berani nendang gw lagi".ucap keyden yang berusaha menahan kaki keyren dengan tahannya agak tidak mengenainya.
" kak, tisunya abis".
teriakan dari dian seketika membuat ketiga cowok itu mematung kaget terutama keyden yang biang keroknya. serentak menoleh ke arah pintu.
"dia nggak mungkin kan denger".ucap keyden memucat menoleh ke arah keyren.tak lama setelah itu pun terdengar suara ketukan pintu dari luar. ketukan pintu itu semakin membuat keyden panik dan gugup takut kalau naila mendengar semua perkataan keyden yang mengatai naila tadi.
" apa yang harus aku lakuin".ucap keyden menoleh ke arah keyren dengan wajah memohon agar keyren membantunya keluar dari masalah ini. "buka pintu".ucap keyren tak ingin ikut campur dengan masalah yang diperbuat oleh temannya itu. keyden yang sudah merasa tidak ada harapan dari keyren pun menoleh ke arah kelvin berharap teman satunya ini dapat membantunya. kelvin yang sudah merasa keyden akan meminta bantuan kepadanya pun berpura-pura sibuk memainkan ponselnya.
"buka pintunya, perbaikan masalah yang kau buat sendiri".suruh keyren, menendang keyden dengan kakinya menyuruhnya untu segera membuka pintu.
keyden pasrah sudah tau kalau dia tidak akan dapat mengharapkan apapun dari kedua teman baiknya itu pun memberanikan diri untuk membuka pintu meskipun masih sangat takut dan gugup.keyden membuka pintu melihat naila yang tepat berdiri di depannya menatap penuh keyden membuat keyden semakin panik namun keyden berusaha untuk tenang seolah-olah tidak terjadi apa-apa.
"tisu toiletnya abis, ada kan? ".ucap naila dengan nada dingin. keyden yang mendengar perkataan naila pun sedikit lega karena dia kira naila tidak mendengar semua perkataan yang dia ucapkan tentang naila tadi.
" ada".ucap keyden dengan raut wajah bahagia dan lega. keyden masuk dan berjalan ke arah keyren mengode keyren agar keyren yang memberikan tisu itu kepada naila.setelah mendapatkan apa yang diminta tadi naila pun pergi. namun langkahnya terhenti karena panggilan dari keyren.