
"ngapain sih ganggu aja" ucap delon teman sebangku naila yang baru sedikit judes,kurus, dengan kacamata kotak yang bertengger di hidungnya sekali lihat sudah kelihatan kalau dia adalah siswa ambis di kelas.
"kau jangan terlalu pikirin dia orangnya emng kek gitu, namaku Egi" ucap cowok di depannya. naila tertawa mendengar suara cempreng nya yang sepertinya adalah ciri khas darinya.
"eh naila kau sama keyren dekat kah? "ucap Egi memelankan suaranya.
naila mengangguk." nggak, emang kenapa?"
"terus kenapa tadi dia memasukkan sesuatu ke lacimu? "ucap Egi sambil menunjuk ke laci naila. naila melihat ke lacinya dan ternyata memang benar sebuah kotak yang berisi brownies di dalamnya.
"ku kembaliin" ucap naila meletakkan brownies itu di atas meja keyren. "kau jangan salah paham, itu dari mamaku".
" lagipula aku nggak mau barang apapun dari mu"ucap naila yang tidak mau mendengar alasan keyren.
"ini brownies dari toko seberang kah,chiya udah lama pengen makan tapi nggak kebagian mulu" ucap chiya tangannya secepat kilat mengambil brownies di meja keyren.
"Oo,kalau gitu kau makan aja".ucap naila yang membuat keyren jengkel karena naila tidak dapat menghargai barang yang diberikan oleh orang lain apalagi itu barang pemberian mamanya.
"OMG, kau masih bilang nggak akrab?,wahh aku sangat mengaguminya,kau lihat aja dia menjawab soal itu dengan gampangnya,aku tidak pernah menyangka aku bisa selokal ama idolaku"ucap Egi dengan ekspresi sangat menghayati seorang fans bertemu dengan idolnya.
" berisik banget sih"ucap delon memukul kuat meja menggunakan bukunya.
"kenapa kau sangat tempramental, waktu putra di sini kaukau nggak pemarah kek gini" ucap Egi dengan nada sedikit tinggi membalikkan badannya ke tempat semula.
naila yang ingin meruncing kan pensilnya malah mendapatkan teguran dari delon menyuruhnya agar menjauh takut debunya mengenai nya.
"delon keterlaluan banget, kasian banget naila" ucap ellic yang merasa kasian melihat naila yang selalu di bentak oleh delon.
"dia emng seperti itu,hari hari naila seterusnya pasti sangat berat, iyah kan? " ucap keyden menompang kepalanya menggunakan tangannya menatap keyren.
"kami nggak akrab" ucap keyren dengan lantang tak terlihat ekspresi peduli sedikit di wajahnya.
"kalian nggak akrab? " ucap keyden yang mencoba menggoda keyren.keyren menatap dalam keyden yang membuatnya tidak melanjutkan ucapanya yang belum selesai itu.
naila yang baru saja kembali dari WC melihat semua orang yang suda mengerjakan soal yang di berikan guru namun dia tidak mendapatkan bagiannya,naila bertanya ke Egi siapa yang membagikan soal namun kata Egi kalau soal untuknya sudah di berikan ke delon. namun delon malah menyangkal kalau dia tidak menyimpan soal itu malah menyuruh naila untuk meminta ke keyden. Naila menanyakan apa ada soal uang masih tertinggal namun ucap keyden semua soal sudah di antarkan ke meja guru.
keyden mendecus"gadis yang malang punya teman semeja kek itu, keyren kita nggak cukup baik kah? "
keyren menoleh melototi keyden "apa hubungannya dengan ku" ucap keyren melayangkan sebuah buku ke Kepala keyden.
"apa maksudnya nggak ada hubungannya, kalau dia nggak pindah tempat duduk, dia nggak akan ngalamin kejadian kek gitu" ucap keyden nge gas melemparkan buku ke arah keyren.
"andai aja kau memberikan soal dengan benar, dia juga nggak akan mengalami hal seperti itu" ucap ellic kesal melihat keyden yang hanya bisa mengalahkan orang lain
"benar, kau nya aja yang nggak becus ngelakuin pekerjaan, malah mau jadiin gw kambing hitam" ucap keyren, ellic yang mendengar perkataan keyren membrikan dua jempol memuji keyren.
"okeh bagus kalian berdua bersekongkol membuli ku,kalian bersekongkol" ucap keyden beteriak mengatakan hal yang sama beberapa kali.
"eh naila kamu baru pulang" ucap Ella yang sedang menunggu keyren di luar.
"iyah tante,tante nunggu siapa? "naila balik bertanya.
"ehh iya naila, brownies yang tante kasih enak nggak? "
pertanyaan dari Ella berhasil membuat naila gagap tidak tau harus menjawab apa karena dia sudah memberikan brownies itu ke chiya.
"enak, rasanya sangat enak,naila tadi memakannya sampai habis. " ucap naila sedikit terpaksa."pembohong besar"ucap keyren pelan melototi naila yang sedang berbohong itu.
"kau bilang apa keyren? " ucap Ella tak mendengar jelas perkataan keyren.
"nggak ma,keyren bicara sendiri" ucap keyren singkat.
"kalau gitu besok-besoknya tante beliin buat naila lagi okeh? " ucap Ella yang kemudian mendapatkan respon positif dari naila.
"pembohong besar, memakannya?, kau tidak takut sakit perut kah?" ucap keyren pelan di saat Ella sibuk berbicara dengan asri yang baru saja keluar.
"elu pikir kau tadi membohongi ku,ternyata memang dikirim oleh mamamu"balas naila sedikit bersalah.
"eh gimana kalau mereka pergi sama pulang bersama saja? " ucap asri tanpa bertanya dulu apakah naila bersedia atau tidak.
"nah bener dengan begitu kita bisa lebih tenang lagi, keyren kamu besok nggak usah bawa motor lagi kalian jalan aja ke sekolah sekaligus olahraga" ucap Ella.
"bisa kan keyren, kalau kalian pergi dan pulang bersama, tante jadi lebih tenang" ucap asri,keyren mengangguk. "bisa bisa" ucap keyren, naila mencelendengi keyren naila berharap keyren menolak keputusan kedua orang tua itu malah menyetujui padahal naila sudah berharap banyak kepada cowok di sampingnya itu.
"kalian sekelas yang sama, kalian harus saling bantu membantu" saut asri.
"tentu saja, naila dan aku sangat dekat di dalam kelas" ucap keyren menyimpan tangannya di balik saku celananya, menatap cewek di samping yang sedang melototinya dari tadi.
"acting kau bagus juga" ucap gadis di samping nya itu sedikit mengejek.
"kau juga" balas keyren sambil berjalan pulang ke rumahnya.
"pagi, keyren" ucap seorang pejalan kaki yang berjalan melewati keyren yang sedang berdiri seolah sedang menunggu seseorang.
"weii.. " saut keyren menghentikan naila yang berjalan tidak memperhatikannya.
"ada apa" saut naila menoleh ke belakang.
keyren melemparkan roti yang ada di tangannya "sarapan" ucap keyren dengan sigap naila menangkap roti dengan baik.
naila menghela nafas"kue lagi".keyren maju beberapa langkah meletakkan tangannya di saku celananya "kau nggak suka kue? Ucap keyren.
" nggak suka"ucap naila mengulurkan tangannya yang memegang kue hadiah dari keyren.
"nggak suka tinggal buang"ucap keyren dengan lantang. keyren berjalan beberapa langkah dari naila berhenti lalu berbalik ke Belakang" kau pergi atau nggak? Ucap keyren melihat naila yang masih menatap kue di tangannya.
"kalau kau terburu-buru kau bisa pergi duluan"ucap naila melihat ke arah cowok yang sudah menunggunya untuk pergi bersama.
" wei kalau bukan karena permintaan orang tuaku, kau pikir aku sudi menunggumu? "ucap keyren yang berhasil membuat naila emosi di pagi hari.