Naila & Keyren

Naila & Keyren
Ch 2.1 hukuman



"kau ingat yah,yang kemarin itu cuma pura-pura, kau anggap seriuss kah? ucap naila tegas meninggalkan keyren sendiri.


" naila, kalau kau nggak mau,aku bisa memakannya "ucap Egi yang melihat naila menatap kue datangnya dari tadi.


" nah buat kau"ucap naila melemparkan kue pemberian keyren."kau baik banget "ucap EgiEgi sementara ada seseorang yang terus mencelendengi naila dari dia memeberikan kue itu ke Egi.


" selamat pagi"ucap keyden menyenggol bahu keyren yang sedang membaca buku namun matanya terfokus kan akan hal lain.


"jantung gw mau copot" ucap keyren menampar balik keyden.


ulang harian diberikan oleh guru dan menyuruh chiya untuk mengawasi kalau ada orang yang mencontek, naila yang belum mempunyai materi mengenai ulang karena baru pindah meminjam catatan dari Egi.


"ketua kelas, naila ama Egi berisik" ucap delon yang mendengar bisika kecil dari naila.


"eh delon naila cuma minjam catatan ku,kenapa semuanya kau laporin" ucap Egi yang sudah muak dengan tingkah delon.sementara naila hanya bersabar hati menyuruh Egi untuk tenang.


"kau lihat, nama sudah mulai dicatat" bisik keyden yang melihat chiya menuliskan nama naila dan Egi.naila menghela nafas sembari menatap namanya yang tertulis dengan jelas di papan tulis berdampingan dengan Egi.


"pak, naila cuma minjam catatan ku tadi, kami nggak ngobrol"ucap Egi berusaha menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.


"minjam catatan, kenapa nggak saat jam pulang?, yang satu pindah duduk yang satunya lagi minjam catatan apa kalian pikir aku buta kah? " ucap pak cal yang semakin Menjadi-jadi.


"maaf Pak" ucap naila dengan suara lemas matanya tak berani menatap pak cal yang sedang melototinya itu.


"coba kau lihat si call sudah mulai cerotet" ucap keyden cengigiran.


pak cal yang sedang sibuk menasihati naila di hentikan oleh panggilan keyren. "pak,saya mau lapor, keyden tadi juga ngobrol" ucap keyren tanpa ada beban di mulutnya suda mengadukan temannya sendiri.senyum di wajah keyden seketika memudar.


"okeh, keyden beraninya kau, berdiri cepat" ucap pak cal memukul penggaris ke meja.keyden melototi temannya yang tidak setia kawan itu namun tatapan itu di balas dengan sebuah senyuman licik oleh keyren.


keyden berdiri merapikan bajunya yang keluar."saya juga mau lapor,yang ngobrol bukan saja doang,ellic ama keyren juga"ucap keyden lalu menunjuk satu demi satu temannya yang lain.pak call marah menyuruh mereka untuk membersihkan sekolah.


"iss semaunya gara-gara kau" ucap ellic kesal memukul kuat keyden yang sedikit membuat tubuh kekar itu terguncang.


"lihat apa" teriak keyden dengan suara tegas berani namun berakhir dengan sebuah permintaan maaf.


"puas kan?" ucap keyden cemberut melihat teman di belakangnya yang tertawa puas.


"keyren nanti aku temenin mau nggak? " ucap chiya menarik ujung lengan baju keyren.


"nggak usah kau pasti capek pulang aja"


Naila yang sedang mengepel lantai secara tidak sengaja menyenggol kursi di dekat delon uang sedang memeras kain membersihkan kaca hingga terdengar suara gesekan.


"naila kenapa kau nyebelin banget sih" ucap delon kasar. naila dengan polos menatap delon tidak tau apa lagi kesalahannya hingga membuat delon marah lagi.


"kalau bukan karena kau, aku nggak akan di kasih hukuman kek gini, kenapa aku nggak bisa tanang sehari saja sejak kau pindah ke tempatku" ucap delon tanpa memikirkan kembali perkataannya yang bisa menusuk hati orang lain.


"delon, kau jangan keterlaluan, emng apa yang dia lakuin ke kau?,kenapa semaunya kau salahin ke dia? " ucap Egi yang tidak tega melihat naila yang selalu di marahi oleh delon.


"kenapa?, seharusnya kau kenapa selalu membelanya?,emngnya kau siapa? " ucap delon yang semakin tidak enak di dengar.


"delon,lu kenapa ngomong kek gitu, kek orang yang nggak pernah di ajarin sopan santun"ucap ellic tidak tahan lagi mendengar perkataan pedas dari cowok itu.


"kalau kau kek gini mulu, Hati-hati keyren bakal ngalahin kau" ucap keyden meremas kuat kain pembersih kaca di tangannya.


"mendukung kau,becanda hehe" ucap keyden cekikiran.


ellic yang sedang mengangkat ember yang berisi air tak sengaja menjatuhkan ember ke lantai karena tangannya yang sakit akibat ember nya cukup kuat, ellic menggihas ngibaskan tangannya yang perih.


"sini ku bantu" ucap naila yang melihat ellic kesusahan menganggat ember itu sendirian.


"makasih, kau tadi sudah membelaku"ucap naila.


"nggak apa, aku juga kesal ngeliat orang kek gitu, dia layak mendapatkan nya"ucap ellic yang masih sedikit kesal memikirkan kembali kejadian tadi.


" eh ya naila, delon nyebelin gitu kenapa kau nggak pindah tempat duduk kembali,istirahat bentar? ucap ellic yang tangannya sudah capek meletakkan ember ke lantai.


"nggk bisa, tadi guru baru aja bilang kek gitu, nggak mungkin bisa pindah untuk sekarang"ucap ellic lemas.


"itu semuanya karena chiya, coba aja dia nggak ngambil tempat duduk kau, kau nggak bakal ngalamin itu semua"ucap ellic


"biarin aja, yok ke kelas" ucap naila yang tidak terlalu ingin membicarakan hal yang sudah berlalu.


"gimana kalau kita pergi ke acara akhir pekan"


"okeh"


"gimana kalau kita ngajak chiya? " ucap keyden.


"dia tadi nanya padaku" ucap keyden yang melihat raut wajah keyren penuh pertanyaan mengapa mengajak chiya.


"menurut ku sih chiya nggak terlalu menyebalkan.dia ramah nggak kayak naila yang kaku kek kayu, trus mudah marah lagi" ucap keyden mengeluarkan seluruh isi hatinya.


"berisik banget" teriak naila yang sedang mengerjakan tugasnya secara tidak sengaja mendengar semua perkataan keyden yang sekali lagi mengatai nya.


"apa aku ngalamin halusinasi pendengar kah?, kenapa aku ngerasa mendengar suara naila? " ucap keyden melihat sekeliling namun tidak melihat keberadaan naila namun dia bisa mendengar suaranya.


ahmad mengetuk pintu, lalu membukanya"naila "panggilnya.


" ada apa pa? "ucap naila melihat ahmad yang sedang berdiri di belakangnya.


"nih untuk kamu" ucap ahmad memberikan sekantong pelastik besar yang berisi snack dan coklat kesukaan naila.


"makasih papa" ucap naila tersenyum kegirangan mendapat sekantong plastik snack.


"papa mau bilang contohnya anggap saja kau itu bandung trus Indonesia itu kelas, jadi apa yang harus bandung maksunya kau lakuin agar bandung bisa berkembang jadi lebih baik? " ucap ahmad yang tidak tau harus mencari contoh apa lagi.


"aku harus, menjadi mandiri dan kuat, agar mendapatkan rasa hormat dari kota lain, tidak peduli sebuah negara kota ataupun orang semuanya harus merebut takdir nya sendiri, itu kata guruku" ucap naila dengan polosnya yang membuat ahmad tidak bisa berkata-kata.


"benar, papa rasa-papa rasa kau kurangin makan snack, gini aja bawa bsok sncak ini bagiin ke teman sekelas mumu, terus coklat ini kasih buat keyren" ucap ahmad menyimpan semua sncak yang berleyakan di meja belajar naila.


"naila nggk mau" ucap naila dengan sncak yang belum habis di mulutnya membuat pipinya semakin bulan.


"harus, kurangi makan ini, ini bikin gemuk" ucap ahmad mengambil snack yang dipegang naila di tangannya.


"bawa ke sekolah, kasih ke siapa? " ucap naila linglung karena dia tidak terlalu akrab dengan teman sekelasnya.