Naila & Keyren

Naila & Keyren
Ch 1.4 makan siang (part 2)



"mari mari silahkan makan"


naila melihat papa dan mamanya yang sudah mengambil makanan pun ikut mengambil makanan di meja tanpa mempedulikan pembicaraan antara orang tuanya dengan paman bram dan istrinya.


"keren cepat turun waktunya makan"


Ella memanggil keren yang masih bermain di kamar bersama teman-teman berkunjung kerumahnya.tak lama setelah panggilan turun itu turunlah dia cowok yang naila temui tadai pagi diikuti cowok yang lumayan tampan dengan aura yang cukup dingin. memakai baju kaos putih berkulit putih, hidung mancung,serta tinggi sekitar 185 cm.


"mereka berdua ini temannya keyren yang ini namanya kelvin sedangkan yang satu lagi namanya keyren".ella kedua temannya keyren sambil. saat itu juga naila pun mengetahui bahwa cowok yang memakai baju kemeja tadi ya ng marah-marah di pagi hari bernama keyden sementara yang satunya lagi bernama kelvin.


"halo paman tante"


mereka berdua memang cocok jadi teman bahkan nyapa aja bisa serentak tanpa ngasih aba-aba.bahkan duduk juga bisa samaan gitu yah.


"kalau yang ini namanya keyren. naila masih ingat nggak ama keyren kalian pernah ketemu loh waktu kecil".naila melihat ke arah Ella yang sedang bertanya kepada naila sambil memegang pundak keyren yang sedang duduk samping Ella. naila seketika panik mendapatkan pertanyaan dari Ella tidak tau harus menjawab apa karena naila sama sekali tidak dapat mengingat sedikitpun kenangan masa kecilnya bersama keyren.saking paniknya naila sampai lupa bagaimana cara mengunyah makanan di mulutnya di tambah di perhatikan oleh cowok tampan yang duduk di depannya membuat naila semakin tidak tau harus bagaimana. sehingga naila memutuskan untuk diam tidak menjawab pertanyaan yang di lemparkan kepadanya.


"keyren kau sangat tambah bahkan kau sudah sangat tinggi sekarang, tante dulu sering gendong kamu dulu waktu kecil".


asri meragakan cara menggendong keyren waktu kecil. keyren hanya membalas pujian asri dengan senyum manis di wajahnya namun matanya fokus menatap ke arah naila yang terlihat sedang panik dan diam saja dari tadi.keyren yang pertama kali bertemu naila suda membuat kesimpulan tentang naila kalau naila itu merupakan cewek pemalu.sama halnya dengan naila keyren juga tidak terlalu mempedulikan pembicaraan orang tua. keyren memakan makan yang berada di piringnya sesekali kali melihat ke arah naila. naila yang merasakan bahwa ada orang yang sedang memperhatikannya pun berusaha terlihat tenang meskipun hatinya gelisah.naila berusaha untuk tidak melihat keyren yang dari tadi diam diam menatapnya.


Huufft ya allah ini kapan selesainya,naila dah nggak sanggup lagi, rasanya pengen pergi jauh ninggalin kerumunan orang-orang ini, aaahhh tolonggg.


"Oo iya naila.kalau nggak salah tante dengar kamu dapat peringkat bagus di ujian lulus SMP kemaren"


lagi dan lagi pertanyaan mengarah kepada naila. naila seolah-olah tidak dibiarkan makan dengan tenang.bagi naila pertanyaan yang dilontarkan kepadanya secara tiba-tiba itu bagaikan peluru yang di tembakkan padanya tanpa aba-aba.


"10 tante" jawab naila singkat. naila ingin menjawab lebih panjang namun dia tidak seperti mamanya yang bisa berbicara tanpa berfikir terlebih dahulu.


"wah hebat itu"


naila yang mendengar pujian itu hanya menunduk. naila merasa itu bukanlah sebuah pujian melaikan ejekan di balik pujian ditambah melihat keyden dan kelvin yang berusaha menahan tawa di wajahnya. keyden menyenggol tangan keyren yang sedang memegang sendok memberi kode untuk ikut tertawa bersama mereka. keyren tidak memedulikan imbauan keyden. keyren hanya fokus melihat naila yang dari tadi hanya menundukkan kepalanya melihat piring entah ada hal menarik apa di piringnya tak berani untuk menegakkan kepalanya.


"naila kami waktu ujian saking ambisnya bahkan belajar samapai jam dia malam".ucap asri membuat sebuah karangan lagi. " dia sampai-sampai nggak mau dengerin ucapan kami untuk istirahat dia terus aja belajar".asri melanjutkan karangannya tadi merasa belum cukup akan perkataan yang dia ucapkan tadi.


"kalau keyren peringkat berapa? ".asri malah berbalik bertanya kepada keyren begitu yakin kalau peringkat keyren pasti di berada di bawah naila. " aku 13 tante".dengan santai dan tenangnya keyren menjawab pertanyaan asri itu dengan singkat dan padat.


"Oo nggak papa yang penting lulus".ucap asri yang merasa puas karena jawaban keyren sesuai dengan keinginannya.


" tante itu nggak tau keyren itu sangat berbakat dia bahkan dapet peringkat yang lumayan meskipun belajar dengan santai. bahkan sebelum ujian kami main game sama-sama".sela kelvin yang tidak Terima dengan ekspresi asri yang berbangga diri karena anaknya lebih baik ketimbang keyren.


"kau teman sekelas keyren".ucap asri menatap kelvin yang masih sibuk mengunyah makanan di mulutnya. " emmm".jawab kelvin singkat.


"kalau gitu peringkat mu berapa"


pertanyaan dari asri seketika membuat kelvin mati di tempat. sementara keyden dan keyren hanya tercengir tipis melihat kelvin yang di skak mat oleh asri dengan satu kalimat.


"tante peringkat itu nggak terlalu penting. lulus aja udah cukup bagi kami".ucap keyren yang masih tercengir melihat temannya yang sudah kena mental." sama kek yang tante bilang ama naila. lulus aja udah cukup".ucap asri yang ikut membenarkan perkataan keyren.


kebohongan apa lagi ini. astaga.


umpat naila dalam hati yang tidak pernah mendegar kalimat manis itu keluar dari mulut mamanya itu. naila sedikit kagum kepada mamanya dapat merangkai karangan demi karangan yang dirangkai begitu indah oleh mamanya.


naila menoleh ke arah mamanya dengan tatapan sedang memohon untuk tidak melanjutkan lagi. namun mamanya tidak mempedulikan permintaan anaknya itu. asri justru terus melanjutkan karangan yang belum cukup baginya.


"naila itu sangat suka belajar. dia itu nggak suka kalah ama siapapun. emang ambis banget dia kalau soal pelajaran"


"paman bram juga ngerasa kamu itu sangat pintar, paman juga yakin kalau kamu pasti bakal sukses di masa depan".ucap bram yang ikutan memuji naila. naila yang mendegar perkataan bram semakin gugup tidak menyangka bram akan percaya dengan semua karangan yang di buat mamanya.


astaga paman bram ngapain juga percaya ama omongan mama yang ngelantur itu. tau dah tambah pusing.


"benar, kalau soal studi. naila nggak pernah buat aku khawatir"


"keyren kalau ada masalah tentang pelajaran. kalian diskusi aja sama-sama".ucap asri sambil menatap ke arah keyren.tak lama setelah perkataan asri pun keyren pun menjawab dengan makanan yang masih tersisa sedikit di mulutnya. " tentu saja tante ".