My One And Only

My One And Only
BAB 9



Keterkejutan Leana atas perkataan Kenan yang mengajaknya untuk menikah masih belum dapat dia percaya, ungkapan itu keseriusan atau bualan semata, pikir Leana yang masih terdiam.


Sedangkan Kenan nampaknya serius atas ajakannya untuk menikahi Leana, di karenakan Leana yang kini tengah mengandung anaknya. Dan ada satu hal lagi yang membuat Kenan berfikiran mantap untuk mengajak Leana segera menikah, yaitu karena permintaan ayahnya yang pernah menyuruhnya segera menikah pula, sebagai syarat untuk pengalihan perusahaan ke tangan Kenan sepenuhnya.


"Bagaimana?" Tanya Kenan pada Leana yang mailadih belum menjawab dari ajakannya


"Bagaimana apanya?" Balik tanya Leana.


"Ya, ajakanku untuk menikah." Jawab Kenan sedikit kesal.


"Apa Bapak serius dengan apa yang Bapak katakan? atau hanya karena merasa bersalah terhadap Saya saja'' Tanya Leana yang masih ragu.


"Kamu tak perlu banyak bertanya! cukup jawab saja" Jawab Kenan.


Dengan memikirkan sejenak keputusan apa yang Leana akan berikan, walau tampak sedikit ragu namun dia sudah mengambil keputusannya.


"Baik, Saya bersedia menikah, tapi dengan syarat kalau hubungan kita tidak boleh di publish" Ucap Leana karena saat ini yang ia pikirkan adalah tentang status anak yang dia kandung.


"Oke kalau gitu, tidak masalah. Sekarang lebih baik kita makan siang dulu" Ajaknya setelah tadi paman Rio memberitahu kalau hidangan sudah siap.


Kenan, Leana pun sudah duduk di meja makan, kini mereka tengah menyantap hidangan tersebut. Leana tampak lahap memakan makanan yang ada di hadapannya sampai Kenan yang melihatnya pun keheranan sendiri. Mungkin efek dari kehamilannya yang membuat nafsu makan Leana meningkat, apalagi dengan hidangan yang menggugah selera.


Dan tak lupa juga Kenan menyuruh Leana untuk meminum susu yang sudah di buatkan untuknya.


Setelah seselai itu Kenan lantas mengantarkan Leana pulang, dan di perjalanan mereka membahas soal masing-masing dari mereka, untuk memberitahukan kepada keluarg.a tentang rencana pernikahan yang akan mereka lakukan.


"Langsung kabarin jika sudah pasti, mungkin besok Aku langsung akan datang ke rumahmu beserta keluarga" Kata Kenan.


"Iya" Jawab singkat Leana.


Tak berapa lama kemudian mobil Kenan sudah sampai di kediaman Leana, Leana lantas turun dari mobil lalu berpamitan untuk masuk dan hanya di angguki oleh Kenan. Setelah itu Kenan lantas memutar mobilnya pergi meninggalkan kediaman itu.


Kenan saat ini pergi menuju ke mansion Ayahnya untuk memberitahukan rencananya untuk menikah.


Kalau Gue bilang yang sebenarnya, tamat Gue kena amuk bonyok. Tapi kalo gak jujur, percuma juga


pasti ketahuan juga akhirnya, Shit!! maju mundur kena juga ini namanya, (batin Kenan)


DI RUMAH LEANA ...


Sedangkan Leana kini yang berada di dalam rumah sendirian, sedang menunggu orang tuanya pulang karena Ayahnya sedang bekerja sama seperti Abangnya, kalau Ibu mungkin dia pergi ke rumah saudaranya yang rumahnya itu berada tidak jauh dari tempat tinggalnya, hanya sekedar untuk main karena di rumah Bibinya itu ada bayi yang baru lahir lebih tepatnya cucu bagi keluarga Bibinya itu.


memang biasanya Ibu Rusma sering ke luar rumah disaat anak-anak dan suaminya tidak berada di rumah, dan pulang ke rumah sehabis ashar. berhubung Leana pulang masih siang karena insiden tadi di kantor jadi dia sudah berada di rumah jam segini.


Selang beberapa saat Ibu Rusma sudah pulang ke rumah dan melihat Leana tengah tertidur di sofa sambil Tv yang menyala.


Tumben banget pikirnya, melihat putrinya sudah pulang kerja jam segini, apa mungkin Leana tengah sakit jadi dia pulang?


"Sayang, Nak bangun" Ucap Bu Rusma.


Leana menggeliat sesaat merasakan ada yang menggoyangkan pundak badannya, lalu Leana membuka matanya perlahan di liat Ibunya ada di hadapannya sekarang.


"Emm.. Ibu sudah pulang?'' Tanya Leana.


"Iya baru aja Ibu pulang, lalu kamu kenapa? tumben jam segini sudah pulang?'' Tanya balik Bu Rusma.


"Eh itu, emm... Lea agak gak enak badan Bu. Jadi pulang setengah hari" Jawab Leana.


"Ya sudah pindah ke kamarmu sana, istirahat yang bener." Titahnya.


"Baik Bu, Mmm.. Bu kalo Ayah sama Abang udah pulang, panggil Lea ya. Ada hal yang Lea mau bicarain." Tutur Leana.


"Emang ada hal apa Nak?" Tanya Bu Rusma yang penasaran.


"Nanti saja Bu, kalo semua udah ngumpul ya." Jawab Leana yang sebenarnya sangat khawaftir akan hal yang akan dia sampaikannya nanti. Leana pun bergegas pergi ke kamarnya.


Sedangkan di masion kediaman keluarga Lauro ...


Orang-orang rumah yang ada di ruangan itu terkejut, tapi sekaligus bahagia, dengan kabar yang mereka dengar atas kabar putra mereka yang sudah menemukan calon istrinya.


"Apa kau serius, dude?" Tanya Steve sepupu Kenan yang memang sedang berada di rumah keluarga Kenan.


"Memang tampangku ini sedang bergurau,Hah" Jawab Kenan malas dengan pertanyataan sepupunya itu.


Steve yang mendengar jawaban Kenan sedikit menaruh curiga, sebab yang dia tau Kenan itu masih sangat mencintai kekasihnya yang dulu.


"Lalu Kenapa Kau tidak membawa calon istrimu kemari untuk bertemu dengan Mom dan Daddymu Ken?" Tanya Kini sang Ibunda.


"Besok saja bertemunya Mom,, karena besok Aku akan melamar Dia." Jawab Kenan.


Kedua orang tua Kenan hanya mengangguk paham.


"Baiklah, persiapkan dirimu Dad and Mom akan mendampingimu untuk melamarnya besok." Ujar Daddynya.


"Tapi acara pernikahannya nanti akan di adakan secara sederhana saja Dad. Hanya keluarga inti yang menghadirinya." Ucap Kenan.


"Why?" Tanya kedua orang tua Kenan bersamaan.


Steve pun heran dengan ucapan Kenan yang seperti itu.


"Dia yang memintanya, Dan.. Emm.. Dia sedang hamil." Gugup Kenan untuk mengatakannya karena pasti dia akan di amuk oleh kedua orang tuangnya itu.


"What Hamil, dasar anak nakal, brengsek. pantas saja Kau tiba-tiba akan menikah." Ucap Sang Daddy yang kesal pada putranya itu berani-beraninya menghamili anak orang sampai hamil dan baru akan menikahinya.


sedangkan Steve menahan tawanya karena melihat sepupunya dimaki habis-habisan oleh sang Om.


"Ken kesini Nak." Pinta sang Ibu.


Kenan langsung menghampiri sang Mommynya, dan langsung mendapat pukulan dan pelukan oleh sang Mommy.


"Kau Nakal sekali, tapi Mom bahagia karena kau akan menikah apalagi akan menjadi seorang Ayah. Jaga istri dan Anak Kau kelak, Kau paham."


"Baik Mom, Lecy tidak kelihatan


, kemana? apa dia tidak ada di rumah? " Tanya Kenan.


"Adikmu sedang kuliah, apa kau lupa." Jawab Sang Mommy.


dan Kenan pun mengangguk paham lalu pamit untuk pergi ke kamarnya, di ikuti oleh steve yang penasaran akan tingkah seupunya.


Sedangkan di kediaman Leana, dia juga sudah menceritakan bahwa besok akan ada lelaki yang ingin datang ke rumahnya menjumpai kedua orang tuanya, untuk melamar Leana mengajaknya menikah.


Leana tidak menceritakan kebenaran dirinya yang sedang hamil karena takut kedua orang tuanya akan terluka, malu dan khawatir. Kedua orang tua Leana menyambut baik berita yang di terima mereka begitu pun Abang Leana.


"Ya sudah, Kamu istirahat biar ibu persiapkan buat acara besok ya Sayang" Bahagianya Bu Rusma.


"Wah Dek, Kamu duluin Abang dong ya" Ucap Sang Abang.


"Maaf Bang" Menunduk Leana berasa tidak enak melangkahi Kakaknya dalam menikah.


"Haha,, Abang bercanda Dek. Mau Kamu duluan juga gak apa-apa, Toh Kamu cewe sedangkan Abang cowo harus nyari duit dulu buat nikahin anak gadis orang. Ya kan Yah" Ucapnya.


"Benet banget, kalo ada laki-laki yang udah mau ngajak menikah berarti dia sudah sanggup bertanggung jawab buat menafkahi anak gadis orang, jadi kamu beruntung Sayang" Kata Sang Ayah pada Leana.


Pembahasan mereka pun berlangsung sampai larut dengan canda, tawa, haru kebahagiaan. Wejangan-wejangan di berikan untuk Leana kedepannya dalam hal saat ia sudah berumah tangga nanti. Hanya untuk menunggu hari esok tiba yang dinantikan keluarga menyambut hari bahagia untuk aqnak mereka.


.


.


#TBC😚