
Setelah selesai dengan acara perayaan kecil - kecilan yang di buat Brian, Brian pun tidak lupa mempersiapkan sesuatu untuk Leana. Sebuah hadiah kecil yang sangat indah menurutnya, bagus dijadikan sebuah kado buat Leana, dan Leana pasti akan menyukainya, pikir Brian.
"Lea, emm... Aku punya sesuatu buat kamu.!!" Ucap Brian sambil tersenyum.
Lea mengerutkan dahi, nampak berfikir.
"Sesuatu apa Bri ?." Tanya Lea penasaran.
Brian merogoh saku jasnya, mengambil sesuatu untuk di ambilnya dengan penuh senyum mengembang, tanpa berpaling arah pandangnya masih terus saja kepada wanita di hadapannya, tiada lain dan tidak bukan Leana.
"With You, Leana." Ucapnya sambil mengarahkan kotak persegi ke hadapan Leana.
"Apa ini Bri ?." Tanya Leana
"Hadiah buat kamu Lea, ambil dan lihatlah. Semoga kamu suka, dengan apa yang aku pilih kan." Tutur Brian tulus.
Perlahan Leana meraih kotak persegi itu, lalu ia membuka isi dari kotak tersebut. Mata Leana terpana, Leana sangat terkejut, melihat sebuah hadiah yang di berikan Brian untuknya. Sebuah kalung silver yang sangat cantik, yang berlambang huruf L untuk namanya.
Sambil menatap ke arah Brian, Leana memegang tangan Brian.
"Ini seriusan buat aku Bri ?." Tanya Leana
Brian hanya mengangguk, serasa tanda mengiyakan atas pertanyaan Leana. Entah seberapa banyak Leana bertanya dengan apa yang telah Brian lakukan untuknya. Dan itu membuat Brian terkekeh sendiri.
"Ini hadiah berlebihan Bri." Ucap Leana.
"No, berlebihan apanya yang berlebihan sih Lea. Hanya ngasih sesuatu, buat orang yang di sayang di hari spesial nya, cuman gitu doang." Kata Brian tulus.
"Apa kamu menyukainya Lea ?." Tanya lagi Brian.
"Iya, Aku sangat menyukainya Bri."
"Sekali lagi, makasih banyak Brian. Kamu Teman Terbaik yang pernah aku Punya." Kata Leana sambil tersenyum.
Andai bisa lebih Lea, lebih dari teman. Aku janji bisa lebih membahagiakan kamu Leana. (batin Brian).
Seusai selesai dengan semuanya itu, mereka pun akhirnya memutuskan untuk pulang, karena waktu yang sudah sangat malam. Dengan Leana yang di antarkan pulang oleh Brian tentunya.
🍁🍁🍁🍁.........
Keesokan paginya, setelah beberapa jam terlewati dengan sangat nyaman dalam tidur lelapnya.
Leana terbangun dari tempat tidur, untuk segera bersiap diri untuk pergi ke kampus. Padahal jam masih menunjukan pukul 06.10, jelas - jelas masih sangat pagi untuk seseorang pergi ke kampus. Tapi itulah Leana yang sangat terbiasa dengan waktu bangun tidurnya, tidak akan melebihi jam 06.30 untuk dia terbangun.
Leana lantas berjalan ke arah meja riasnya, untuk berias, seperti mana biasa watina lakukan pada umumnya.
Setelah penampilannya sudah terlihat cukup rapih, Leana pun bergegas keluar kamar, menuju meja makan untuk terlebih dahulu sarapan.
Sesudah di bawah, Leana mendapati Ayah, Ibu dan serta Abangnya yang sudah ada di ruang makan terlebih dulu.
"Pagi Ayah, Ibu, Abang." Sapa Leana sambil menduduki kursi.
"Pagi juga sayang." Jawab kedua orang tuanya.
"Pagi juga Dek." Jawab Abang Reihan (kakak laki-laki Leana).
Mereka semua melanjutkan sarapan pagi mereka, sampai selesai. Dan Leana yang terlebih dahulu berpamitan untuk pergi ke kampus, karena takut terlambat akibat jalanan Ibu Kota yang biasanya padat oleh kendaraan pada jam segini.
__________________________
Sedangkan di sebuah rumah yang sangat megah dan super mewah, seseorang tengah bersiap pergi menuju perusahaannya, tapi terhenti karena salah satu asisten pribadinya memberikan informasi tentang sesuatu yang dia suruh cari tau kemarin.
Dengan senyuman yang penuh arti, dia sangat puas dengan hasil informasi yang telah dia ketahui.
"Suruh Rere mengosongkan jadwalku, dan bawa gadis itu kemari." Suruh Kenan.
"Baik Tuan Muda." Jawabnya lalu pergi dari hadapan Kenan.
Demi adik tercinta, Kenan rela melakukan apapun pada siapa pun termasuk pada gadis itu.
Ya, gadis itu yang di maksud adalah Leana, Leana yang kemarin terlihat berada di dalam mobil bersama Brian, yang membuat Lecy menangis dan merasakan sakit hati. Dan itu membuat Kenan kesal melihat adik tersayang nya terluka.
Di Kampus ternama dan terkenal di pusat Kota Jakarta, Leana baru saja tiba di sana. Benar saja jalanan yang tadi di lalui sudah padat merayap, jadi cukup sangat macet saat di tempuh.
Baru beberapa langkah berjalan menuju arah gerbang kampus, Leana di kaget kan dengan kehadiran beberapa sosok orang - orang yang berpakaian berjas hitam rapih menghadangnya.
"Si- Siapa Kalian, dan mau apa ?." Tanya Leana takut.
"Ikut dengan kami Nona." Pinta salah satu orang dari beberapa orang itu.
"Tidak mau, Saya tidak ingin ikut bersama kalian. lagi pula Saya juga tidak kenal dengan kalian semua." Ucap Leana yang semakin ketakutan.
Leana perlahan mundur lalu dia berbalik dan lari dari semua orang yang menghadang di depannya, tapi sayangnya gagal setelah salah satu pengawal suruhan kenan itu berhasil menahan tangan Leana, lalu membekap Leana dengan sapu tangan yang sudah di beri obat bius sebelumnya.
Leana ingin sekali berteriak meminta tolong pada siapa saja yang ada di sana, tapi Leana tidak mampu karena dengan sekejap mata dirinya tidak sadarkan diri, karena efek dari obat bius yang telah di hirupnya.
Dengan sigap pengawal itu membopong tubuh Leana, membawanya masuk menuju mobil untuk di bawa ke kediaman Tuan Muda mereka.
🍁🍁🍁.......