My One And Only

My One And Only
Bab 1



Di sebuah Gedung pencakar langit di pusat kota, tepatnya di sebuah ruangan kebangsaan milik seorang pria tampan, yang sekaligus menjabat seorang CEO di Perusahan D.E Corporation ini.


Pria itu bernama Kenan Lauro, berumur 27 tahun cowo blasteran indo prancis, tapi lebih dominan wajah asia.


Memiliki sikap sedikit angkuh, arogan mungkin, tapi itu hanya klamuplase semata. Ia kenan sebenarnya memiliki sikap kebalikan dari itu, dia hanya pernah merasakan rasa kecewa jadi karena itu sikapnya berubah.


Dengan pandangan ke depan, dia masih memikirkan permintaan sang Ayah beberapa menit yang lalu, untuk segera mencari calon istri untuk di nikahi, sebelum waktu penyerahan kekuasaan sepenuhnya di berikan kepadanya.


Masih dengan rasa bingung, menimbang - bimbang, apa yang akan di lakukan nya untuk bisa secepatnya memenuhi permintaan sang Ayah.


Di detik itu pula suara ketukan pintu terdengar, suara meminta izin untuk masuk ke dalam ruangan kebangsaan miliknya, dan sang empunya pun memberi izin untuk masuk.


"Permisi Pak." Ucap seorang perempuan cantik.


Tubuh kenan berbalik dan menghadap seseorang yang tengah berdiri, tepat di depan meja kebangsaannya. Sungguh rasa keterkejutan yang dia dapat setelah melihat wanita itu, dengan dua pasang bola mata yang kini tengah menatapnya dengan tajam.


Kenan lalu berdiri, niat hati ingin mendekat kepada wanita di hadapan nya itu, tapi sang wanita malah memundurkan diri dan berbalik berjalan keluar ruangan itu, tanpa ada kata yang terucap sepatah kata pun.


"Tunggu." Pinta Kenan berteriak


Tapi sayang nya pintanya tidak mendapatkan respon dari yang tertuju, kenan semakin jadi di buat penasaran, bagaimana bisa dia ada disini?.


___________________


Langkah kaki memburu cepat, dan langkah itu pun menjadi larian karena ingin segera menjauh dari ruangan itu, karena rasanya begitu sesak di dadanya setelah melihat seseorang tadi. Dan rasanya sekarang lebih tepatnya dia ingin pergi dari tempat bekerjanya ini, Dengan mata terpejam dia memikirkan sesuatu. Bagaimana bisa bertemu dia kembali, atas semua yang sudah dia lakukan terhadap nya 1 bulan yang lalu.


Flashback ON ....


Seorang wanita cantik bernama Leana carroline, berumur 24 tahun, dengan wajah cantik nya begitu bersemangat tengah bekerja disebuah minimarket di pusat kota. Dan di saat dia melirik benda yang menempel di tangan kanannya, ternyata sudah menunjukan jam waktunya untuk Leana pulang.


Wait, Leana itu hanya seseorang dari kalangan keluarga biasa saja, bukan orang kaya seperti kebanyakan teman - temannya di kampus. Dan ya Leana masih mengemban pendidikannya sebagai mahasiswi semester akhir, di sebuah universitas ternama di pusat kota. Dan berkuliah di sana pun Leana bisa karena dia mendapatkannya dengan beasiswa berkat kepintaran tentunya.


Leana menuju loker tempat menyimpan barang miliknya, sembari membuka baju kerjanya dan menggantinya dengan jaket sweter.


Setelah selesai dia menghampiri temannya untuk berpamitan pulang terlebih dahulu.


"Git, Aku pulang duluan ya." Pamit Leana


"Oke Lea, Hati - hati ya." Jawab Gita teman rekan kerjanya saat ini.


Dan Leana pun melambaikan tangannya, sebagai tanda pamitnya kepada Gita. Saat sudah sampai di luar tepatnya di halaman parkir kendaraan, tiba - tiba Leana di kejutkan dengan sebuah tangan yang sudah menutup matanya dari arah belakang, sontak membuat Leana berteriak karena ketakutan dan memukul lengan yang tengah menutup matanya itu.


"Aaaaaaaaa... lepaskan, siapa kau heh ? lepaskan tanganmu dari mataku." Teriak Leana


"Lea ini aku Brian." Ucap seorang Lelaki dan langsung melepaskan tangannya dari mata Leana.


Leana memutar badannya, dan melihat ternyata Brian yang sudah membuatnya ketakutan, lalu melayangkan cubitan di pinggang Brian.


"Aww, sakit Lea." Ucapnya sambil memegangi bekas yang di cubit Leana.


"Bodo deh, habisnya suruh siapa nakutin, nutup - nutup mata aku segala." Kesal Leana


"Sorry, iya Sorry tadinya mau buat surprise makanya nutup mata kamu dulu." Tutur Brian pada Leana dan berhasil membuat Leana berfikir.


Surprise apaan yang di maksud brian . ( batin Leana)


"Surprise?, Maksudnya ?." Tanya Leana


Brian tersenyum manis di hadapan Leana, dia ingin segera mengajak Leana ke suatu tempat yang sudah dia persiapkan sejak tadi sore.


"Ada deh, jangan kepo sekarang kan namanya juga surprise." Ucap Brian dan semakin membuat Leana penasaran.


"ih Bri, apaan sih surprise apa ?. " Tanyanya lagi.


"Tutup mata dulu, dan ikutin arahan aku ya Lea." Pinta Brian dan mendapat anggukan dari Leana tanda mengerti.


Setelahnya Brian mengambil masker penutup mata, agar bisa untuk di gunakan menutup mata Leana, dan Leana hanya bisa diam saja dan mengikuti arahan Brian yang menuntun nya ke arah mobil milik Brian.


Leana sudah berada di dalam mobil duduk manis, dan Brian sudah siap menjalankan mobilnya menuju tempat tujuannya.


Jalanan cukup normal saat dilalui, disaat lampu merah menandakan untuk berhenti, maka mobil Brian pun ikut berhenti, menunggu sampai lampu berubah warna kembali.


Leana yang masih menggunakan penutup mata lalu ingin membukanya, karena ia merasa haus.


"Bri, buka dulu dong penutup matanya belum sampai ini kan." Ucap Leana


"Ya udah buka dulu aja, sini biar aku bukain."


Brian membuka penutup mata Leana, setelah membuka nya Brian terpaku sebentar dalam diam, saat menatap dekat wajah Leana.


Astaga Lea, Lo bikin hati gue maraton. (batin Brian).


Dan disaat bersamaan dari sebelah kanan, ada dua orang di dalam mobil sprot sedang memperhatikan ke arah Brian dan Leana, karena kaca jendela mobil yang terbuka menampakan jelas siapa yang ada di sana. Keadaan yang menampakan Brian tengah berciuman dengan wanita, sudut pandang dua orang yang ada di balik mobil sport itu ya, tapi sayangnya bukan seperti itu yang tengah terjadi. 😁😁


Dua orang itu sepasang adik kakak, dan sang adiklah yang mengenal sosok Brian, dan membuatnya seketika menangis dalam pelukan sang kakak setelah melihat Brian bersama seorang wanita di mobilnya.


"Dasar ******, beraninya kamu merebut Brian dariku." Umpat Lecy Sakit hati melihatnya.


"Its oke Dek , Kakak akan buat perhitungan pada mereka berdua karena sudah membuatmu menangis." Ucap Kenan sambil menenangkan adik tersayang nya.


"Jangan pada Brian Kak, Lecy enggak mau Brian celaka, wanita ****** itu saja yang harus di kasih pelajaran." Tutur Lecy kepada Kenan.


Kenan hanya mengangguk paham, atas apa yang di inginkan adiknya, dia terlampau menyayangi adiknya, sangat amat menyayangi sampai rela melakukan hal apa pun demi lecy.


Dan lampu hijau sudah berganti, menandakan laju kendaraan bisa dijalankan kembali, tanpa menunggu lama Brian langsung tancap pedal gas untuk pergi ke tempat tujuannya. Dan lecy Kenan pun pergi ketempat tujuan mereka juga yaitu rumah.


Beberapa menit terlewati dan akhirnya Brian dan juga Leana sudah sampai di tempat tujuan, saat ingin beranjak keluar brian hampir melewatkan sesuatu.


"Tutup lagi matanya Lea." Titah Brian


"Kirain udah lupa, ternyata masih inget aja." Kata Leana sebal


Brian terkekeh dengan tingkah Leana merajuk


"Nanti juga di buka lagi, kan mau ada surprise." Ucapan Brian membuat Leana tambah semakin penarasan.


Dengan langkah menuntun perlahan, Brian mengajak Leana menuju arah sebuah tempat yang sudah di persiapkan indah oleh W.O, Setelah tepat berada di tempat itu, Brian langsung membuka penutup mata Leana dan langsung mengucapkan sesuatu.


"Surprise, Happy Birthday Leana Carroline." Ucap Brian sambil memeluk Leana.


Leana yang baru saja membuka mata, sangat terkejut dan terpana atas semua yang ada di depan matanya.


Dengan rasa haru bercampur bahagia, sampai Leana berkaca - kaca hampir ingin menangis lalu membalas pelukan Brian.


"Makasih Bri Surprise nya, kamu bener ngebuat aku terkejut." Tulus ucap Leana


"Seneng gak?." Tanya Brian


Leana hanya mengangguk, tidak bisa berucap kata sangking bahagianya, dan itu membuat Brian puas melihat wanita pujaannya bahagia.


"Kamu mequest dulu Lea." Titah Brian


Leana mengangguk dan memejamkan matanya untuk memanjatkan harapan dan doanya di pertambahan umurnya kali ini, lalu leana membuka matanya kembali dengan senyuman kebahagiaan.


"Terimakasih banyak Bri, You are my bestfriend." Ucap Leana sambil memeluk Brian.


Brian membalas pelukan Leana dengan sayang, tapi rasa sayang itu bukan sebagai rasa sayang teman, tapi lebih tepatnya rasa cinta yang di pendam Brian sejak lama pada Leana. Brian melepaskan pelukannya dan menatap lekat mata Leana dan mampu membuat Leana tertegun dalam diam.


"Lea, I Love you." Kata cinta terucap dari mulut Brian.


Blush.Muka Leana seketika merona dengan ungkapan cinta Brian, dan sedikit aneh.


Kenapa Brian bicara seperti ini.(batin Leana).


"Lea, Aku serius. Aku mencintaimu Leana Carroline." Ungkapnya lagi.


"Bri, Kamu lagi ngigau ya. bhuahaa😄😄." Leana malah menertawakan Brian.


Leana sebenarnya hanya ingin mengalihkan pembahasan, yang membuatnya sedikit merasa canggung dengan ungkapan perasaan Brian.


Brian malahan kesal di buatnya, susah payah mengumpulkan keberanian untuk mengungkapkan perasaannya, eh malah di tertawakan seperti lelucon garing.


"Kok malah di tertawain sih Lea, Aku serius Lea." Ungkap Brian lagi.


Leana masih bingung harus berkata dan menjawab apa, lantas dia berdalih dengan sesuatu hal.


"Ih Bri, makan dulu yuk. laper tau aku belum makan." Pintanya dan mendapat anggukan sebagai tanda setuju dari Brian.


Mereka pun dinner berdua menikmati makanan masing - masing tanpa membahas soal ungkapan cinta Brian lagi, dan Brian cukup paham jika Leana belum siap mungkin. Tapi Brian tidak akan menyerah untuk mendapatkan balasan cinta dari wanita di hadapannya sekarang.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Semoga suka😉


Minta dukungannya ya.


kasih


Like 👍🏻


Rate ⭐⭐⭐⭐⭐


Komen


Vote boleh 😁


Terimakasih , happy reading 😍🤗