My One And Only

My One And Only
BAB 3



Sesampainya di halaman parkir di Kediaman Kenan Lauro, mereka lantas membopong tubuh Leana untuk di bawa masuk ke dalam rumah.


Dengan penuh hormat mereka tunduk saat melihat Kenan sudah berada di Ruang Tengah Rumah itu, sepertinya Kenan sengaja menunggu disana.


"Tuan, kami sudah membawa gadis yang anda perintahkan." Ucap Ketua bodyguard.


"Bagus, bawa dia keruanganku." Titah Kenan sambil bangun dari tempat duduknya, dan berjalan pergi ke arah anak tangga untuk naik ke lantai dua bangunan rumahnya menuju ruangan privasinya.


Lalu sang bodyguard menunduk seraya berucap,


"Baik Tuan." Patuhnya, serta lantas membawa gadis yang di papahnya itu mengikuti langkah menuju yang telah tuan mereka perintahkan.


Setelah mengantarkan gadis itu, lantas para bodyguard meninggalkannya sendirian di ruangan Tuan mereka.


Beberapa menit kemudian kesadaran Leana kembali, dia terbangun dan menyadari bahwa dia berada di tempat yang dia tidak ketahui.


"Dimana aku, ah kepalaku pusing banget." Keluhnya.


Leana masih mengingat - ngingat kejadian apa yang telah terjadi, sehingga membuat dia sampai ada di sebuah ruangan, bangunan asing. Seperkian detik Leana mengingatnya dan menyadarinya yang telah terjadi dengannya sewaktu di depan Kampusnya.


"Aku harus keluar dari tempat ini." Ucap Leana sembari bangun dan berlari menuju arah pintu kamar itu.


Hampir hendak ingin membuka pintu kamar untuk keluar, tiba - tiba sebuah tangan mencekal pergelangan tangannya dengan kuat. Leana memekik sakit dan melihat ke arah seseorang di belakangnya yang tengah mencekal tangannya.


Perasaan saat dia terbangun sadarkan diri di ruangan ini tidak ada orang, hanya dia saja tapi kenapa tiba - tiba ada seorang lelaki.


Leana pasti kebingungan!! karena dia tidak mengetahui pintu di belakang ranjang tempat tidur di kamar ini adalah ruang kerja seorang Kenan Lauro, dan dinding kaca dibelakang ranjang itu bisa terlihat transparan kalau terlihat di dalam ruang kerja Kenan, makanya Kenan bisa tau saat Leana ingin kabur keluar dari kamar ini.


"Lepaskan tangan saya, Anda siapa?." Tanya Leana yang masih memberontak.


"Lihat baik - baik dengan mata Kamu, apa Kamu tidak mengenali wajah Saya." Angkuhnya Kenan berucap.


"Saya tidak mengenal Anda, tolong lepaskan Saya. Dan Saya tidak pernah punya masalah dengan Anda sebelumnya." Ucap Leana yang sudah ingin menangis.


Hah sulit di percaya wanita bodoh ini tidak mengenali siapa aku.(batin Kenan)


Memang siapa sih yang tidak mengenal seorang pengusaha muda dan CEO tampan yang sangat sukses dan terkenal seperti Kenan Lauro, Serta pewaris kekayaan Group D.E Corporation yang terkenal seantero Negeri. Jelas - jelas wajah tampannya itu selalu menghiasi surat kabar online maupun cetak dan di layar televisi - televisi lokal maupun internasional.


Aneh gadis dihadapannya ini malah tidak mengenali nya.


Kenan menatap lekat pada Leana, lalu dia menyeret Leana ke arah ranjang king size miliknya.


"Kamu memang tidak punya masalah dengan saya, tapi kamu penyebab masalah diantara adik saya dengan kekasihnya." Bentak Kenan.


"Hah apa?.. Saya tidak pernah merasa dekat dengan kekasih orang lain, Kamu jangan asal menuduh saya sembarangan." Ucap Leana yang kesal dengan apa yang dia dengar barusan, penyebab masalah hubungan orang lain!! Konyol pikir Leana.


"Kamu gak merasa," Kata Kenan lalu mencengkram dagu Leana, menatap wajah Leana yang sudah memerah karena menahan tangis.


"Jelas - jelas kamu bersama Brian, dan Brian memutuskan hubungannya dengan Lecya gara - gara dia bersamamu. Dasar wanita rendahan, murahan kamu butuh berapa uang buat bisa menjauh dari Brian Hahh." Kata Kenan dengan keangkuhannya.


Plakkkk....


Satu tamparan tepat di pipi Kenan dengan sangat keras.


"Cukup, Saya memang hanya orang biasa, tapi saya bukan seperti apa yang Kamu tuduhkan barusan." Marah Leana atas perkataan orang di hadapannya ini.


"Sialan, Dasar wanita ****** beraninya Kamu menampar saya." Ucap Kenan yang sudah emosi.


"Akan Saya kasih Kamu pelajaran atas apa yang sudah kamu perbuat."


Dengan penuh emosi Kenan mendorong tubuh Leana hingga terlentang, Kenan menindih tubuh mungil dan mencengkram kedua tangannya di atas kepala Leana dengan satu tangannya. Lalu tangan Kenan satunya lagi mengelus wajah Leana, yang membuat tubuh Leana ketakutan setengah mati dengan perbuatan lelaki ini.


"Kamu mau melakukan apa ?,


Kenan menulikan telinganya, lantas dia langsung mencium bibir Leana meraup bibir ranum itu dan **********, setelah dari bibir turun ke ceruk leher Leana mencecap menghisapnya sehingga meninggalkan jejak kissmark di leher Leana, dan satu tangan Kenan berhasil membuka kancing baju kemeja Leana yang kini terekspos dada Leana menampakan dua gundukan kembar menjulang yang sudah siap Kenan jamahi.


"Ahh... Tolong Jangan lakukan ini ku mohon, Hiks.." Tangis Leana pecah saat Kenan sudah melucuti semua pakaiannya dan Kenan siap untuk merenggut kesucian Leana.


Kenan tidak membiarkan Leana bisa memberontak sedikit pun sambil mencumbu bibirnya, Kenan juga siap dengan hal yang dia inginkan karena gairahnya sudah memuncak.


Leana juga sudah kehabisan tenaga untuk memberontak dan tangisannya juga tidak di hiraukan oleh Kenan. Dia benar - benar tak kuat rasanya sakit saat Kenan memaksakan kehendaknya untuk memasukan miliknya ke arah bagian kewanitaan Leana.


"Aaaa... Sakitt." Teriak Leana keras sambil mencengkram kedua bahu Kenan.


Leana merasakan sakit, perih di area sensitifnya yang tadinya sangat berharga sekarang sudah hilang. dengan air mata yang mengalir dia merasakan rasa itu setiap gerakan yang dilakukan Kenan dengan gagah menggaulinya hingga beberapa kali sampai - sampai dia tidak menyadari kedarannya sendiri.


Dan Kenan yang sudah mencapai pelepasannya, dia langsung berguling berbaring disebelah tubuh Leana, lalu mengambil selimut untuk menutupi tubuh ***** mereka berdua. Kenan tak lantas terlelap tapi dia malah menatap lekat gadis di sampingnya ini, oh tidak bukan gadis lagi sekarang tapi wanita karena sudah Kenan ambil kegadisannya.


Dia mengingat perkataan pembelaan wanita ini tadi, kalau Leana hanya berteman dengan Brian tidak mempunyai hubungan lebih dari itu.?!!


Jika benar perkataan wanita ini, maka ...


Shit!!... Ternyata yang kulakukan pada dia ini tidak pantas dan aku malah merusak nya, sial (gumam Kenan).


Frustasi Kenan memikir ini, jika benar ini sebuah kekeliruan kesalah pahaman dia pasti akan bertanggung jawab pada wanita yang tengah tertidur di sampingnya ini. Kenan lalu memeluk Leana dan ikut terlelap juga.


🍃 🍃 🍃......


Sinar Mentari Pagi menelusup menembus jendela ruangan kamar, membuat siapa saja merasa terganggu dengan cahayanya termasuk pada Kenan.


Dia terbangun dari tidurnya karena silauan cahaya itu sambil menyadarkan kesadarannya dari rasa ngantuk yang masih menguasainya, dia lantas meraba ke sebelah kiri ranjangnya saat membuka mata sepenuhnya dia menyadari wanita semalam yaitu Leana sudah tidak ada di sisi nya.


Kemana wanita itu, (batin Kenan).


Kenan lantas bangun dari ranjangnya menuju kamar mandi untuk mengambil jubah mandinya, lalu dia keluar kamar untuk mencari Leana ke bawah.


"Alex, Paman rio." Teriak Kenan memanggil pada kepala pelayan rumahnya dan bodyguardnya.


Dengan mendengar teriakan Tuan mereka, mereka lantas menghampirinya segera.


"Iya Tuan, ada yang perlu dilakukan." Ucap Paman Rio (Kepala pelayan).


"Kalian melihat wanita itu keluar dari sini." Tanya Kenan.


"Iya Tuan, saya melihatnya pergi tadi saat pagi sekali." Ucap Alex si bodyguard.


"Lalu kau malah membiarkannya hahh." Kesal Kenan sambil mencengkram kerah baju Alex.


"Maaf Tuan, dia mengatakan bahwa urusan dengan anda sudah diselesaikan dan anda sudah menyuruh nya untuk pergi dari sini." Tutur Alex menjelaskan.


"Sial , Bodoh." Umpat Kenan lalu pergi lagi menuju kamarnya dengan membanting pintu sangat keras saat masuk ke dalam kamar.


Dia mengedarkan pandangannya ke arah ranjang sebelum masuk ke dalam kamar mandi, dia melihat bercak darah di atas seprei itu. Dia lantas masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Setelah selesai mandi dan mempersiapkan penampilannya Kenan lantas siap keluar untuk pergi menuju perusahan, karena hari ini di jadwalkan banyak agenda rapat dengan relasi besar.


Di tengah - tengah perjalanan Kenan masih memikirkan Leana, dia lantas menelpon Alex bodyguard kepercayaannya itu.


"Iya Tuan." Suara di sebrang telpon itu.


"Cari wanita kemarin lagi sampai ketemu, kalau sudah pasti keberadaannya beri tau padaku." Titahnya.


"Baik Tuan."


Sambungan telpon pun terputus, dan Kenan berharap wanita itu cepat dia temui kembali. Karena entah mengapa dia merasakan perasaan aneh jika perbuatannya sebuah kekeliruan.