
Saat ini Kenan dalam perjalanan menuju Rumah Sakit untuk membawa Leana yang tengah pingsan. Setibanya di Rumah Sakit Kenan segera berteriak kepada perawat yang ada di sana untuk membawa bangsal, lalu Kenan merebahkan tubuh Leana di atasnya dan segera membawa Leana masuk untuk di periksa.
Hanya sedekar pingsan tapi kekhawatiran Kenan kaya orang yang membawa pasien kritis saja.😄
Kenan menemani masuk ke dalam ruang pemeriksaan, setelah tadi dirinya menerangkan bahwa Leana tiba-tiba terjatuh lalu pingsan.
Dokter yang memeriksa Leana pun tidak bertindak berlebihan, cukup memeriksa seperti normalnya saja.
"Hmm.. Apa Anda suami ibu ini?" Tanya Dokter itu setelah memeriksa tubuh Leana.
"Emangnya kenapa Dok, apa ada penyakit serius pada tubuh dia?" Kenan malah balik bertanya pada Dokter itu.
"Tidak.. Tidak ada yang serius. Hanya saja kemungkinan Ibu ini tengah mengandung."
Jleb!! Kenan yang mendengarnya sedikit terperangah oleh penuturan Dokter.
"Maksud Dokter mengandung? Hamilkah?" Tanya Kenan lagi memperjelas yang sejelas-jelasnya.
"Iya maksudnya Ibu ini tengah Hamil Pak, selamat ya Pak atas kehamilan istri Anda." Ucap sang Dokter yang memberi selamat sambil mengulurkan tangannya, karena mungkin Dokter itu mengira jika memang Kenan adalah suami dari pasiennya ini.
Apa dia mengandung anakku, benih yang tertinggal di tengah perbuatanku waktu itu .(batin Kenan)
Setelah menerima ucapan selamat dari Dokter itu, Kenan di beri tau untuk mengecek ke akuratan hasil kehamilan istrinya ke dokter kandungan setelah Leana sadar nanti.
Beberapa menit terlewati, akhirnya Leana mulai sadar. Dia sangat terkejut saat sudah sadar, melihat dirinya sudah berada di Rumah Sakit. Siapa yang membawanya kemari, pikir Leana.
Mengedarkan pandangannya, Leana melihat sosok Kenan yang tengah duduk di sofa sambil berkutat dengan Tab di tangannya. Lalu Saat Kenan sadar Leana sudah bangun dari pingsannya, lantas Kenan menaruh Tabnya dan segera menghampiri Leana di tempatnya.
"Kamu sudah merasa baikan?" Tanya Kenan.
"Hmm.." Jawab singkat Leana.
"Apa Anda yang menbawa saya kemari?" Tanya Leana.
"Iya, Aku yang bawa Kamu." Jawab Kenan.
"Apa kamu tidak tau dengan kondisimu saat ini?" Tanyanya lagi memastikan.
"Memangnya Saya kenapa? apa Saya memiliki penyakit berat." Jawab Leana sambil bertanya-tanya.
"Tidak ada, hanya saja kita harus melakukan sesuatu untuk mengetahui hasil pastinya." Ucap Kenan.
"Maksudnya?" Tanya Leana yang tidak mengerti.
"Ayo ikut Aku, nanti Kamu bakal tau sendiri." Ajak Kenan menuju ruangan Dokter kandungan untuk memeriksa hasilnya dengan pasti.
Leana yang penasaran, kini dirinya hanya mengikuti langkah Kenan di depannya, tapi dia sedikit heran setelah mengikuti langkah Kenan yang masuk ke ruangan khusus Dokter kandungan. Tanpa banyak bertanya Leana mengikuti saja, siapa tau Dokter yang tadi menangani Leana tengah berada di ruangan ini, bisa jadikan.
Setelah mereka berada di dalam, Kenan tampak berbincang sebentar lalu kembali menghampiriku dan dia juga memintaku untuk berbaring di ranjang pasien di depan sang Dokter. Leana hanya menuruti saja tanpa banyak bertanya.
"Baik saya akan memeriksanya sekarang."
Tutur Dokter itu, lantas dia melakukan tugasnya seperti Dokter kandungan pada umumnya lalu yang terakhir dia lakukan mengoleskan Jelly di area perut Leana untuk melakukan tahapan USG.
"Perhatikan layar monitarnya ya Bu, Pak." Ucap Sang Dokter.
Leana bukan orang bodoh yang tidak tau maksud dari rangkaian dari pemeriksaan yang kini ia lakukan, apalagi di tambah dengan adanya pemeriksaan USG. Leana menatap tajam ke arah Kenan, lalu beralih ke Dokter yang tengah menerangkan dengan rinci tapi Leana tidak fokus dengan penuturan Dokter itu.
"A-apa Saya sedang Hamil Dok?" Tanya Leana dengan wajah yang memucat.
"Iya Bu, Anda tengah Hamil. Dan usia kandungan Ibu sekitar 4 minggu."
Duarr.. kosa kata seperti tersambar petir di siang hari itu tampak nyata sekarang.
Leana merasakannya saat ini dengan kenyataan yang kini ia ketahui bahwa dirinya tengah mengandung, Hamil anak dari pria brengsek di hadapannya ini. Leana kini menatap tajam ke arah Kenan, dengan raut wajah ingin memaki penuh dengan kebencian. Dan yang ia kini inginkan rasanya menangis sejadi-jadinya di hadapan pria brengsek ini.
Hamil, Aku Hamil..
bagaimana Aku bisa hamil anak dari pria brengsek ini
Bangaimana dengan Ayah, Ibu dan Abang kalau tau Aku Hamil, Aaaaaa. (batin Leana).
Batin Leana menganis akan hal ini, yang ada di benaknya sekarang bagaimana dia harus menjelaskan kepada keluarganya tentang perihal kehamilannya.
Dan Kenan yang melihat Leana kini dia terlebih dahulu mengajak dia pergi dari Rumah Sakit, setelah tadi Kenan menyelesaikan biaya administrasi dan hal yang lainnya.
"Ayo masuk." Ajak Kenan pada Leana yang kini tengah di depan pintu mobilnya, dia akan mengajak Leana ke rumahnya untuk membicarakan perihal ini.
Leana yang sadar dari lamunannya setelah mendengar suara Kenan lantas memukul-mukul badan Kenan secara tiba-tiba.
"Brengsek.. Kamu pria brengsek, semua karena dirimu." Teriak Leana dengan tangisannya, karena dia sudah tidak tahan menahan beban yang dia rasakan sekarang.
"Hei tenanglah, kita akan membicarakan hal ini. tapi bukan disini, cepat masuk." Titah Kenan.
Leana terus saja memukul-mukul pada Kenan setelah berada di dalam mobil, meluapkan amarahnya yang tertahan selama ini terhadapnya. Kenan yang tadinya pasrah dengan kelakuan yang di buat Leana, lama-lama dia kesal juga pada tingkah Leana lalu Kenan membentak Leana agar diam dan berhenti menangis.
"Sudah cukup, bisa diamkan. Atau kau mau, Aku melakukan hal yang pernah Aku lakukan padamu dulu,Hah."
Dengan menahan tangisnya Leana sekarang merasa ketakutan setelah Kenan membentaknya, dia tidak mau mengulangi kejadian buruk yang pernah menimpanya di awal pertemuan Leana dan Kenan dulu, yang penuh bentakan dan paksaan.
Kediaman Kenan Lauro
Mobil yang di tumpangi Kenan dan Leana berhenti tepat di depan Rumah Kenan Lauro yang merupakan menjadi Rumah Utama pribadi milik Kenan sendiri, setelah keluar dari mansion Ayahnya. Dan di Rumah ini juga awal dimana Leana menimpa keburukan hidupnya.
Kenapa harus melihat tempat neraka ini lagi,
rasanya Aku ingin lari sekarang.(batin Leana).
"Cepat keluar dan masuk." Titah Kenan yang sudah keluar dari mobil.
Leana yang terdiam sesaat pintu mobil di bukakan oleh sang supir pada saat sudah sampai, sekarang Leana mengikuti masuk ke dalam rumah Kenan dengan terpaksa.
"Duduklah." Ucap Kenan yang lebih dulu sudah duduk di ruang tengah.
"Paman Rio." Panggil Kenan.
"Iya Tuan." Jawabnya.
"Siapkan makanan, dan jangan lupa untuk segera membeli Susu Ibu Hamil. Harus sudah tersedia saat makanan selesai,." Titah Kenan.
"Baik Tuan." Patuhnya Paman Rio.
Paman Rio nampak kebingungan atas perintah Tuannya yang meminta di belikan Susu Ibu Hamil, untuk siapa? pikirnya. mungkinkah untuk teman wanita Tuan Kenan yang berada disini saat ini.
Tanpa banyak bicara paman Rio segera bergegas pergi untuk menyiapkan apa yang sudah di perintahkan kepadanya.
Kenan dan Leana kini masih saling diam, tanpa satu dari mereka memulai pembicaraan, mungkin kecanggungan masih di rasakan untuk diri masing-masing.
Kenan nampak sedang memikirkan sesuatu hal dalam diamnya, dengan menghela nafas kasar Kenan mungkin mempunyai keputusan atau rencana untuk memulai pembicaraan dengan Leana.
"Mari Kita Menikah?" Ajak spontan Kenan berucap.
"Hah, Apa?"
Leana sontak kaget atas pernyataan Kenan yang mengajaknya untuk menikah.
.
.
#TBC..😚
Like, Komen, Vote and Rate jangan lupa 😉