My One And Only

My One And Only
BAB 4



Setelah kejadian kemarin yang telah di alami itu sangat menghancurkan segala masa depannya, Leana sangat terpuruk atas nasib yang menimpanya. Tapi kehidupan harus tetap berjalan dan Leana tidak mau membebani orang tuanya atas kejadian yang telah dia alami. Jadi dia berpikir untuk melupakan kejadian buruk itu dan mencoba untuk melanjutkan hari - harinya seperti biasa, seolah - olah tidak pernah terjadi apa - apa walaupun sangat sulit.


Lantas tidak harus mengatakan kebenarannya terhadap kedua Orang Tuanya maupun Kakaknya sendiri. Itu yang Leana pikir, lebih baik cukup dia simpan perihal kejadian buruk itu untuk dirinya sendiri.


Flashback OFF....


Di tengah - tengah pekerjaannya Leana jadi malah kurang berkonsentrasi semenjak melihat lelaki itu lagi, dan teringat tentang hal buruk yang telah laki - laki itu perbuat pada dirinya.


Astaga kenapa harus bertemu pria brengsek itu lagi sih, dan kenapa harus dia yang jadi atasanku. (batin Leana)


Jika bukan untuk biaya kuliah terakhirnya yang membutuhkan biaya besar, Leana mana tahan untuk tetep bekerja magang di perusahaan ini. Di tambah dengan mengetahui bahwa CEO perusahaan ini adalah pria brengsek yang menodainya karena alasan yang tidak masuk akal.


Sampai jam makan siang pun tiba Leana masih menyibukkan dirinya dengan pekerjaan, ketimbang pergi untuk makan siang karena dia takut jika harus berpapasan dengan pria itu lagi. Walaupun tidak mungkin sih.😁


"Leana Kamu tidak pergi makan siang?". Tanya Karin rekan kerja Leana.


"Oh tidak Mba, masih banyak pekerjaan." Jawab Leana.


"Jangan terlalu di porsir, kamu anak magang yang terlalu rajin." Gurau Karin.


"Iya Mba karin."


"Ya udah saya ke kantin dulu, apa ada yang mau kamu titip Leana?" Tanya Karin.


"Tidak ada Mba, Terima kasih." Jawab Leana


"Oh ya sudah." Kata Karin sambil pergi.


Sebenarnya Leana ingin pergi makan siang, tapi ya sudahlah dia lebih baik meminta office girls membuatkan secangkir susu coklat panas buat dirinya.


________________


Sedangkan di Ruangan CEO Kenan sedang menunggu sekretarisnya, yang dia suruh untuk mengumpulkan data karyawan baru yang baru bergabung masuk ke perusahannya.


Tok .. Tok .. Tokk ...


Suara ketukan pintu terdengar.


"Masuk." Titah Kenan.


"Permisi Pak!!.. Saya membawakan perincian data yang Anda perintahkan." Ucap Rere.


"Simpan di atas meja, Kamu boleh pergi." Kata Kenan.


"Baik Pak, permisi." Ijinnya sambil berjalan keluar ruangan.


Kenan langsung menuju meja kebangsaannya, untuk mencari - cari data wanita yang tadi pagi dia temui. Dia lupa akan namanya hanya saja wajah dan rasa dari sentuhan wanita itu yang teringat olehnya. Lucu Memang dasar laki - laki yang terngiang di otak mesumnya hanya ************ wanita saja.😆


Kenan melihat - lihat data karyawan barunya, dan di halaman ke sembilan dia akhirnya menemukan yang dia ingin ketahui.


"Ini Dia, Wanita itu." Sambil tersenyum kecil.


"Leana Carrolin, Hmm!!.. Baru seminggu bekerja dan berstatus anak magang".


Meneliti data yang Kenan ingin ketahui tentang Leana, membuat Dia merasa puas karena wanita itu bisa berada dalam pengawasan yang Kenan bisa lakukan. Entah untuk apa juga Dia berinisiatif mengetahui tentang wanita itu.


Mungkin Kenan merasa bersalah dan mendapatkan penyesalan dalam dirinya, setelah melakukan hal gila terhadap seorang gadis.


"Besok Aku akan coba menemui Wanita itu untuk berbicara." Ucapnya.


Kenan pun melanjutkan pekerjaannya setelah selesai dengan melihat data Leana, dan Dia juga berharap apa yang sudah Dia niatkan kepada Wanita itu bisa mendapatkan respon dari sang Wanita.


😉