My Last Love

My Last Love
perjodohan 2



misya terbangun dari tidurnya.. pagi ini seperti biasanya, namun ada sedikit beban di pikirannya,...


namun dia hanya memilih mengikuti alur cerita nya saja... toh semua ada hikmahnya...


ibu misya masih bimbang, antara setuju dan tidak.. meski katanya hanya menikah dan kembali bersekolah.. ini bukan se simple itu ini adalah pernikahan,.. dimana itu hal yang sakral,...


sementara sang ayah kuat dengan keyakinannya... iya sangat ingin ketika dia pergi ada yang menjaga putrinya...


rasa khawatirnya sebagai seorang ayah sm seperti ayah yg lainnya... dimana ibu misya masih dalam kondisi sakit,... nenek nya yg sudah tua... dan ada ayah tiri di samping anak anaknya...


abah... kalo boleh tau... berapa umur anaknya abah? qutaz bertanya penasaran


"dia masih sangat belia.. umurnya masih 13 thn... tentu kamu pasti kaget.. lagipula kamupun masih muda... banyak pelajaran yang harus kamu kerjakan,... ayah tidak menuntut mu membiayai sekolahnya,... tempat tinggalnya,dan makannya...


ayah hanya ingin kalian menikah agar ada sosok yang menjadi pengganti ayah.. yang bisa mendengar curhatan misya ketika dia sedih,.... yang bisa menghiburnya.. karna bgmn pun ayah tak ingin dia terkena pengaruh buruk kebanyakan remaja...


yah... kalau kalau misya ingin pulang setidaknya dia tau harus kemana meskipun ayah tiada... ayah tau bukan hal mudah untuk dia, tinggal bersama ayah tiri dan ibunya... mencuci, membersihkan rumah, selayaknya pekerjaan seorang ibu,...


ayah hanya berharap kamu bisa menjaganya dengan baik,.... namun setelah menikah kamu akan tetap bekerja kalau mau, misya juga bisa meneruskan sekolahnya, hingga dia rasa dia siap untuk menjadi seorang istri,....


tapi kalau kamu mau.... ayah tidak memaksa..... "


tutur ayah panjang...


"tapi ayah.. apa misya mau...? "tanya qutaz


"ayah akan menanyakan lagi pada misya.." "jawab ayah


selesai pulang pendakian,... ayah dan qutaz merencanakan pertemuan dengan misya dan ibu,...


untuk membahas masalah ini secara langsung..


di pertemuan itu ayah menjelaskan pada misya,... maksud ingin agar misya cepat menikah,.. kurang lebih seperti ayah menjelaskan pada qutaz...


"ayah ingin ada yang menjaga misya.. tapi tidak dengan cara pacaran...ayah ingin kalian sah agar tidak menjadi beban pikiran... "


"nanti setelah menikah apapun rencana kalian, itu urusan kalian ayah tidak akan mencampuri.. setidaknya ayah sudah tenang.. " sambil menjelaskan dengan seksama..


misya hanya mendengarkan..


dan ibunya bertanya... ,


"bgmn misya? mau tidak? "


"misya terdiam dan dia menjawab baiklah.. misya mau.. " dengan jawaban tegas


ayah dan ibunya senang.. kemudian mereka pulang ke rumah masing masing..


disitu pertama qutaz melihat misya.. qutaz pikir misya sama seperti anak 13 tahun lainnya.. tapi dia terlihat berbeda.. dia cukup tinggi untuk sebayanya..


mengatur strategi, agar hanya beberapa org yg tau...


entah mengapa misya tidak merasa takut,...


seperti memiliki dorongan di dalam hatinya bahwa yang dia lakukan itu benar...


yang dia tau , setelah ini dia memiliki seorang yg iya butuhkan,.. bisa mendengar keluh kesah dan bisa membantu misya,... dia tak perlu lagi takut sendiri dan bimbang jika ada masalah.. yang membuat dia selalu berubah ubah,... terkadang pendiam,... cerewet, dan kadang pula pemarah,.. iya tak perlu lagi merepotkan neneknya...


hari berjalan seperti biasa... pernikahan itu blm di mulai..


namun mereka sudah bersiap..


"buk.. pamit yah mau ke rumah teman di kota.. "ujar misya..


"sendirian yah? minta sm qutaz aja nanti biar di antar... " ujar ibu


" ngak ah... misya ngak mau berhubungan sebelum ada ikatan..."menolak dengan tegas..


"nanti sama fadhil saja.. "ujar misya..


misya pun berangkat bersama rian karna fadhil bermain dan blm pulang,...


mereka ke kota,setelah itu mampir untuk berbelanja makanan pasar...


"kak misya.. rian mau beli ini ya.. "pintanya


"iyah ambil aja.. "jawabnya..


"kita kaya upin ipin yah.. "timpal rian


"kok gitu "


"iyah fadhil itu upin, rian itu ipin.. nenek itu opah,.. kak misya itu kak ros... galak.. "sambil tertawa


"heh... sembarangan aja... ngak jadi dibeliin nih.. "


"eh, eh... maaf deh... hehehe "


mereka pulang naik angkutan umum,...


sepanjang perjalanan misya selalu berfikir dan berfikir.. benarkah itu langkah yg akan dia ambil?


tapi hatinya begitu kuat hingga tak ingin menolak... tinggal beberapa hari lagi dia akan menikah,....


semoga saja hidupnya tidak lebih berat.. melainkan lebih ringan karna ad org yang siap untuk berbagi cerita...


tapi benarkah masalah akan selesai?