My Last Love

My Last Love
masa penantian panjang



tahun berganti tahun, kini misya tumbuh menjadi gadis belia pada umumnya..


bukan lagi bermain.. namun lebih ke masa memiliki yang namanya "sahabat"


di sekolah, dia memiliki banyak teman yang hebat, pintar, dan cantik.. sementara dia hanya gadis sederhana yang penuh semangat..


ketika itu kedua adiknya sudah ikut bersekolah dengannya.. mereka pergi dan pulang bersama..


dan.. ada berita baik.. yaitu pernikahan ibunya.. yap ibunya menikah lagi dengan seorang lelaki, dan itu membuatnya senang,.. krn sifat pemarah ibunya jdi berkurang.. ibunya belakangan lebih ceria..


dan itu membuatnya lega..


awalnya semua baik baik saja,... misya dan kedua adiknya bergantian tidur di rumah nenek untuk menemani neneknya,..


neneknya.. sangatlah baik padanya..


iya sangat menyayangi dan ingin terus bersama neneknya..


namun iya memiliki kebiasaan buruk..


di sekolah iya memiliki banyak teman..


ia bukanlah tipe pemilih kaya atau miskin,..


jelek atau cantik..


iya terkenal hebat dalam kelompok olah raga di sekolahnya.. berbagai permainan hampir semua iya menangkan..


sampai kebanyakan temannya akan iri jika tak berada satu kelompok dengan misya..


misya dahulu memiliki seorang sahabat yg telah pergi jauh dari kotanya..


dia sering mentraktir jajanan dan membeli buku pelajaran yang misya tak dapat beli,...


sahabatnya ini memiliki banyak teman krn, dia terkenal baik, cantik, dan tak memilih teman..


ini lah yg menjadi inspirasi misya untuk melakukan hal yang sm.. hingga semunya tercapai..


meskipun kehidupan di rumah tak seindah itu.. namun kehidupan di sekolah dapat menghiburnya..


namun ada yg menjadi sebuah penghalang, yaitu dia tak memiliki cukup harta untuk membelanjakan teman temannya,..


beda dengan sahabatnya "qotrun" sebut saja begitu..


ini membuat dorongan jelek pada pikirannya


pada suatu malam..


"ada orang ngak ya?


semoga nenek lama pulangnya "


dia membuka lemari tempat penyimpanan uang neneknya.. dan mulai mengambil uang yang bukan miliknya..


saat iya akan menutup lemari itu.. neneknya datang dan melihat.. namun tidak di sangka, neneknya hanya memalingkan wajah seakan menolak melihat yang telah misya perbuat,.. dengan berjalan santai neneknya ke kasur dan berpura pura nonton..


misya terkejut.. !


"apa nenek melihatnya? "


"kenapa dia diam saja?


apa yang harus ku lakukan..


dia hanya berpura pura tak terjadi sesuatu dan tetap memegang uang tersebut..


keesokan paginya.. saat akan sekolah neneknya justru tersenyum dan berkata sambil memberikan tambahan uang jajan untuknya..


" kalo butuh sesuatu bilang nenek ya.. "


dan yg di pikiran misya adalah..


"ya.. nenek pasti tau, tapi dia membiarkanku begitu saja karna mengasihani ku.. "


dengan senang dia berangkat sekolah.. menjemput adik adiknya lalu berangkat bersama, kebetulan rumahnya hanya bersebrangan dengan rumah neneknya..


iya memberikan adiknya uang jajan tambahan.. dan mereka sangat senang, dia pun senang...


sebelum sampai di dpn pintu sekolah dia membeli beberapa dus kecil jajanan.. hah!? beberapa dus!?


itu pasti uang yang sangat banyak..!


ya... sangat banyak nominalnya saja seratus ribuan.. kota tempat tinggalnya pun masih termaksud murah untuk beberapa jajanan..


belum lagi uang tambahan neneknya..


begitu sampai di kelas iya berkata pada temannya.. "ayo bikin lomba menggambar..


nanti yg menang ku kasih hadiah.. adik kelas"


dengan antusias temannya menyetujui... ada beberapa teman yg ikut dan beberapa yg hanya menonton...


namun.. ad juga yg sinis padanya.. tentu saja ada.. dan akan selalu ada..


lomba pun di mulai...


dengan semangat mereka menggambar di jam istirahat sekolah,


"ayo misya kamu pasti akan menang, kamu kan bagus gambarnya"


semua orang sadar itu keahlian misya,


makanya ad yang berceloteh..


"huh.. masa dia yg buat lomba.. dia yang kasih hadiah.. dia juga yang ikut.. "


namun dia tidak menghiraukan nya..


saat bel sekolah selesai mereka memutuskan untuk melanjutkannya sepulang sekolah nanti..


misya sangat senang krn dia tau dia pasti akan menang..


setelah masa penjurian tiba..


"misya kamu menang! "


mereka saling berbagi hadiah yang di beli misya tadi..


bertambahlah teman yang dekat dengannya... lambat laun hal itu terus berulang, bahkan pada satu titik iya di ajak kakak kelas pergi ke sebuah mall, mereka hanya mengajak misya..


karna mereka tau, dia yg paling banyak membawa uang,...


neneknya bukan pengusaha kaya.. hanya memiliki sebuah butik dan agen minyak tanah..


dia kembali melakukan hal buruknya.. tetap.. neneknya mengetahui.. namun.. memilih membiarkan.. neneknya amat sayang padanya..


iya selalu di ajak berpergian kemana pun neneknya pergi..


hingga tiba hari janjian untuk ke mall..


"misya ayo ke toko itu banyak gantungan kunci yang lucu"


"eh kamu lapar ng misya? makan yuk "


jujur misya sangat merasa bahagia.. dia merasa menjadi ratu di kelas .. bahkan kakak kelas pun sangat suka padanya..


salah satu faktor dia sering di ajak main kakak kelas adalah tinggi badannya yg beda dri anak sebayanya.. meski masih kelas 1 SMP orang selalu mengira dia kelas 2 SMA


yah... hal yg sangat jauh..


bahkan teman kelasnya memanggilnya kak misya, meskipun mereka seumuran...


iya bukanlah gadis yang aktiv di bidang percintaan bahkan mungkin tidak sama sekali..


rasa tertariknya hanya sebatas " wah ganteng sekali"


yah.. hal yg wajar dan normal untuk anak seusianya.. namun entah kenapa untuk berbicara dengan lawan jenis sangat membuatnya takut...


misya bersekolah di sekolah agama, yang memisahkan kelas lelaki dan perempuan.. itu faktor utama yang membuat dia jarang berbincang dengan lelaki..


lelaki di sekolahnya menginap atau bisa di bilang pesantren.. namun perempuannya hanya full day di sekolah...


saat datang ke sekolah,.. pagi hari di laci selalu ad benda yg bukan miliknya.. seperti pena, parfum, jam, dan sesuatu yg berbau milik lelaki..


namun dia mengambil benda tersebut dan kadang membuangnya di tong sampah..


yah.. hal yg wajar misya begitu terkenal..


baik.. ramah.. memiliki banyak teman bahkan sahabat.. hampir tidak memiliki musuh.. dan org berfikir dia anak yg kaya..


temannya senang main ke rumahnya.. rumahnya memiliki tingkat, dia memiliki kamar sendiri, dan tidur di lantai atas sendiri itu faktor yang membuatnya senang..


terutama rumah neneknya yang besar dan memiliki halaman luas, taman bunga, dan lapangan bola serta mushola.. jadi.. itu membuat org berfikir dia adalah org kaya... yg ternyata hanya seorang yg sederhana lagi biasa...


misya adalah anak pendiam di tempat umum.. namun jika bersama teman temannya dia adalah anak lincah, cerewet dan ceria..


sampai detik ini semua berjalan sesuai rencana... seperti hidupnya aman... dan akan terus bahagia..


namun tetap saja.. hatinya selalu menghitung hingga ayahnya tiba "


selalu merenung sendiri dan berfikir,apakah dia sudah cukup bahagia?


apakah itu akan aman selamanya?


apakah dia akan aman ketika pulang kerumah ? apakah akan bebas tanpa masalah?


hal itu hanya bisa iya tanya dan iya terka sendiri.. menunggu.. hingga waktu itu tiba..