My Last Love

My Last Love
perjodohan



basa basi... dan basa basi ibunya semakin terlihat serius..


karna ayah tiri misya pergi ke luar kota untuk bekerja ibunya tinggal bersama neneknya.. karna tidak mungkin sendiri di rumah saat misya dan adik adiknya suka tidur bersama neneknya..


"misya... coba liat deh ini foto ayah sedang mendaki gunung... oh ya ini ada fotonya qutaz juga "ujar ibunya


"aih.. ibu... apaan sih... "sambil menghiraukan dan merasa hatinya tergelitik


"nga.. nih beneran liat aja.. "


"ng ah" ujar misya..


namun ibunya terus memandangi foto qutaz di samping misya seolah olah ingin menunjukannya dengan sengaja..


dengan terasa menggelitik dan tertawa misya berkata..


"mana deh sini aku lihat sapa tau langsung jatuh cinta... " ujarnya sambil tertawa bercanda..


namun dia terdiam sejenak memandangi foto tersebut... dia merasa terpukul sekaligus tak percaya..


sosok pria yg ada di mimpinya itu.. tidak lah seumuran dengannya namun tidak juga di sebut tua.. bisa di bilang sepantaran kakak kelasnya yg beda 4 sampai 5 tahun...


dan... sosok itu sangat persis dengan qutaz..


pandangan mata.. lingkaran wajah dan senyuman itu benar benar mirip...


dia tak percaya itu adalah realita.. tapi dia meyakinkan diri bahwa dia tidak sedang bermimpi..


dan ternyata itu bukan mimpi..


iya merasa untuk pertama kalinya tertarik pada seorang lelaki... entah kenapa rasa yang selama ini dia jauhi kini ingin bertahan..


namun iya masih mengontrol pikirannya bahwa itu hanya kebetulan..


"kenapa... ganteng yah... kok lama banget ngeliatin nya.. " ujar ibu menggoda..


"hah... eh.. engak bu ini,.. dia mirip teman sekolahku.. " ujar misya mengalihkan


"ooh iya gitu? hem... kayak bohong.. "


"ngak ah.. ibu ini biasa aja mukanya.. "


sambil beranjak dari depann tivi dan berjalan menuju kamar kak Fika..


"kak Fika... kamu lagi apa? "


"ngak lagi ngapa ngapain cuma dengerin lagu aja.. "jawabnya


"ooh.. kenapa kak Fika bisa suka sama lelaki..? "


"yah kalo suka cewe gua lesbi dong"ujarnya santai...


"ah... bukan.. kenapa bisa tertarik... kalau tertarik karna mimpi gimana? "


"yaelah.. ya karna dia baik.. pinter.. rajin dan macam macam.. karna ganteng juga bisa..


mimpi itu bunga bunga tidur.. mungkin kamu pernah liat sepintas atau gimana jadi kebawa mimpi.. "


namun misya meyakinkan diri bahwa dia tak pernah bertemu bahkan mendengar namanya baru... iya menghiraukan masalah ini,.. ia pikir akan minta pendapat teman temannya karna sering mendengar mimpinya bahkan jauh sebelum adanya qutaz..


sesampainya di sekolah dia tak sabar untuk bercerita.. namun harus ia tunda hingga pelajaran selesai..


"eh teman temannnnn... aku sangat ingin mendengar pendapat kalian... "!


teriaknya tak sabar seakan sangat senang sosok itu hadir di dunia nyata...


dia bercerita dan teman temannya hanya mendengarkan dengan seksama..


"ah.. masa.." tanya mereka dengan semangat seolah mendukung perasaan misya..


"iyah.. sumpah!! "


"ciee pangeran jadi nyata selamat yah.. "


ujar intan...


"eh gimana ya sama kisah kocak yg dulu kita ngarang tentang misya sm dia.. " percakapan semakin seru...


entah mengapa misya senang membahas hal tersebut..


" eh.. tapi aku tanya pendapat... bukan mau bahas imajinasi kalian... apa mungkin mimpi itu akan jadi kenyataan..? ujar misya..


"mungkin saja itu pertanda ALLAH untuk memberi tau.. "


"iya.. siapa tau itu jodoh aslimu.. " timpal mereka..


"eh tapi hanya kita berempat saja ya yang tau.. "ujar misya


"ah.. kamu kaya baru kenal aja.. "


hari hari berlalu.. misya masih tetap dengan rasa penasaran..


hari ini idhul adha yang sangat meriah...


dia senang karna ini pertama kalinya sholat ied bersama ayah nya.. dia, kak Fika dan adik adik berserta saudara sepupunya pergi ke mesjid yg berbeda dengan nenek dan ibunya.. karna sepupunya ingin melihat ayah misya..


saat itu tak ad angkutan umum karna banyak yg sholat.. mereka hampir membatalkan rencana sholat ied bersama ayahnya..


namun ada satu angkutan yg datang..


mereka senang dan segera naik..


"om kok ng sholat.. datang bulan yah.. hajar adik sepupu misya refa "


"Hus... sembarang kamu.." timpal kak fika


"om Kristen dek kan yang sholat islam sj toh..


ujar sang supir angkutan


oh gitu om...


"oh ya selamat hari raya yah.. "kata om supir..


"iya om.. ayo main ke rumah banyak daging.. nenek mau potong sapi loo ad kambing juga..


ujar refa sambil tersenyum


"iya om.. kita terbantu ada om Alhamdulillah.. tadi hampir ngak jadi.. "ujar kak Fika..


ok sampai..


sampai di depan gerbang ayahnya langsung memeluk misya.. misya merasa agak malu karna disana banyak teman ayahnya dan anak laki laki yg sebayanya..


"ayoo langsung ke barisan bersiap mau sholat.. "ujar teman ayahnya..


begitu sampai di barisan misya tau akan ada qutaz disana.. namun qutaz belum sampai dia datang paling terakhir..


"eh kak Fika.. itu dia yang ku bilang.. "dengan senang misya mengisyaratkan dengan mata..


"ooh itu.. ganteng nya.. lumayan.. " saut ka Fika menggoda..


namun misya tak dapat lama melihat dan bertemu karna qutaz pergi paling awal untuk men survei lokasi qurban nanti..


misya tau dia bukanlah jatuh cinta.. rasa ini lebih ke penasaran yang membuat tertarik..


dia sangat senang karna sosok di mimpinya yg sering iya tulisi puisi tiba tiba hadir,...


sama seperti di mimpi.. iya hanya dapat melihat sosok qutaz yang cuma sepintas...


tanpa tau apakah qutaz tahu keberadaannya?


apakah qutaz mengenalnya?


sama seperti gadis remaja pada umumnya.. dia bukan seorang yang tak pernah tertarik..


setelah hari raya itu... hari terus berjalan..


ayahnya pergi ke daerah pegunungan untuk mendaki.. yah bersama teman temannya.. yah.. qutaz tentunya ikut... entah apa perannya namun dia selalu hadir dimana adik adiknya bercerita..


saat itu adik adiknya ingin ikut dan ayah juga ingin membawa mereka.. namun ibu melarang,.. karna itu terlalu jauh,.. jadi mereka tidak jadi ikut..


misya bertanya pada ibunya.." ibu tau dri mana tentang qutaz...?


"ibu chatingan dengan ayahmu untuk membahas masalah sekolahmu dengan adik adik.. dan ada satu hal lagi.. " agak ragu namun terlihat penting


ibu melanjutkan..


"kamu rencananya mau di jodohkan dengan qutaz... "


"ibu bercanda...sembarangan saja ibu ini.. "


kaget dan tak percaya


"dengarkan dulu.. kamu menikah saja,... tapi setelah nikah dia akan tetap kerja seperti sekarang,... dan kamu akan tetap sekolah.. nanti setelah kamu lulus baru kalian akan serumah.. "


"ibu ini ekstrim sekali... bagaimana dengan teman temanku.. bagaimana dengan nenek?


keluarga pasti tak akan setuju.. "


jawabnya..


"kita kan nikah sederhana saja.. ada ibu, ayah, misya, qutaz, dan beberapa teman ayah sebagai saksi... "


"ade ade gimana? "


"mereka tak perlu tau masih kecil.. "ujar ibu..


"ah aku tak mau bu.. lagi pula aku ingin belajar.. "belanya


"status nikah mu akan di sembunyikan, kamu akan tetap belajar.. dengar misya... ayah tak akan lama.. dia pasti akan pergi.. beberapa bulan lagi.. kerja ke luar negri,kau pernah bilang pada ibu... kau hanya mau ayahmu yg menjadi wali nikah mu nanti... kalau tidak sekarang, mungkin tak bisa lagi,.... ayahmu belum tentu akan pulang,... tau sendiri dia sudah punya keluarga baru,... dan adik tiri yg masih bayi.... pahamlah misya.. "


misya berfikir keras...


"dia hanya beranjak dan pergi tidur..


di samping itu ayah misya sedang makan malam bersama qutaz di atas gunung


"qutaz.. kamu ngak mau kuliah lagi? "


tanya ayah


"tidak abah aku mau begini saja.. lagipula aku sudah lulus sekolah untuk urusan sekolah atau kuliah nanti saja aku ingin beristirahat dulu...."


qutaz adalah pria muda yang senang berpergian,... dia mencari banyak teman dan pengalaman mendaki,...


dia saat ini sedang berkerja di perusaan milik om nya...


dia banyak membatu teman ayah yang susah.. meski tak terlalu kaya namun qutaz bisa di bilang memiliki kecukupan untuk membantu sesama..


lanjut percakapan ayah dan qutaz


"kamu ingin menikah tidak? "


tanya ayah..


"blm tau sih.. abah memang kenapa? "


panggilan qutaz pada ayah misya


"kalo mau saya ada calon buat kamu.. "


"hah.. siapa? " tanyanya.. dia sudah tidak kaget lagi.. mengingat banyak yg menjodohkan dia dengan orang lain..


"adalah.. kamunya siap dulu mau nikah apa blm mau..


"ya.. siapa dulu abah... ngak mungkin sy langsung mau tapi blm tau profilnya.. "


"ooh iya juga ya.. dia anak abah yang pertama.. dari istri pertama.. "


qutaz terkejut dia baru mengetahui bahwa abah memiliki anak perempuan... selama ini dia pikir hanya ada fadhil dan rian..


qutaz meminta waktu pada abah untuk meyakinkan diri sambil istikharah...


sudah lama qutaz ingin menikah muda... teman teman qutaz sudah menikah dan bukannya iya ingin mengikuti tren... dia hanya khawatir akan dirinya karna dia juga seorang lelaki yg mudah kagum pada wanita...


dia pernah dekat dengan beberapa wanita.. namun tak pernah sampai ke kata pacaran.. hanya melalui chatingan dan obrolan biasa...


iya takut untuk pacaran.. karna ketika putus hanya menyisakan sakit, dan masa lalu kelam..jadi iya memilih menjaga diri dan ingin menikah muda agar bisa pacaran setelah menikah..


istikharah dan berpikir panjang.. ibu, ayah, qutaz, dan misya dalam masa keraguan yang bimbang.. namun hanya bisa terus meminta petunjuk pada ALLAH dalam hal ini..


qutaz blm mengetahui umur anak abah...maka dia berniat akan bertanya pada esok paginya...