
perubahan misya mengundang pertanyaan bagi sahabat sahabatnya..,
mereka khawatir.. misya menjadi anak yang berbeda.. mengingat banyak sekali teman yang menyukainya...
sore ini persiapan pulang sekolah telah usai.. tinggal satu jam pelajaran lagi dan mereka pulang, namun tiba tiba gurunya memanggil misya...
"misya... ayo ikut ibu"
banyak teman yang memandang sinis seolah berucap lirih padanya.. hayoo kamu bikin masalah ya,...
namun berbeda dengan sahabatnya yg sangat hawatir akan misya..
"misya.. ke depan gerbang sekolah.. ayah ingin bertemu.. "
dalam hatinya terujar.. "huf... ngapain sih ayah.. belum juga pulang sudah di jemput.. "
dia pikir itu adalah ayah tirinya..
namun,.. makin mendekati gerbang, dia semakin bergetar.. postur tubuh ayah terlihat berbeda dari kejauhan,... di tambah "ayah"
tidak berdiri sendiri.. disana ada teman lama ayah kandungnya yang sudah iya kenal karna sering berkunjung..
hatinya terpukul.. dia menarik nafas seolah pasrah, karna tak dapat menghindar..
dia berjalan dan menatap tajam mata sang ayah..
sang ayah pun sama.. menatap seolah iya sangat kenal siapa yg ia tatap..
"misya ya? " waaah sudah besar... " sudah dewasa anak ayah.. " ujar ayah dengan wajah sumringah
"eh.. iya.. hehe.. ayah.. em.. terlihat berbeda dari yang di foto.. " ujarnya gugup..
"hahaha.. kakak masih ingat... itu foto dulu sayang.. sekarang ayah tambah sehat.. badan pun tambah melar alias gendut.. " sambil menjawab dengan wajar ceria..
misya memandang wajah ayah.. seakan tau sifat ayah seutuhnya.. iya begitu merasa dekat dan kenal... meski baru bertemu tapi iya tau.. lelahnya ayah berkerja hingga susahnya meluangkan waktu untuk bertemu...
"ini misya... nomor ayah.. kamu kenapa ngak telfon ayah kangen... ini ada uang buat misya simpan yah buat tabung.. ayah sudah memberi buat adik adik juga... "
"masa fadli kenal sm ayah tapi rian tidak.. " hahaha... ayah tadi menangis.. karna rian masih sangat kecil saat ayah pergi, hingga lupa wajah ayah.. apalagi ayah jarang telfon.. "
misya hanya mendengarkan sang ayah yg terus berceloteh riang... sambil membayangkan bagaimana jika mereka kembali bersama?
tapi rasanya tak mungkin,... sang ayah telah memiliki keluarga baru.. dan seorang saudara tiri.. maka sangat mustahil jika kembali bersama...
"kak misya.. ayah pulang dulu.. kak misya masih ada pelajaran kan.. nanti sepulang sekolah datanglah ke rumah paman acoy karna ayah sementara menginap disana,.. "
"ayah tinggal disini yah?! "
tanya misya girang..
"em.. sayang... ayah hanya sebentar... agar bisa lebih dekat dengan kalian... tapi ayah tak bisa lama karna harus bekerja ke luar negri seperti biasa... "timpal ayah sedih..
"tapi tenang saja.. ayah janji selama disini, ayah akan antar jemput kalian ke sekolah... jalan jalan bersama.. dan apapun yg misya mau.. ok? "
"iya ayah.. " jawab misya dengan wajah ceria..
"ayo foto dulu... oh ya misya umurnya berapa?
"13 thn ayah.. "jawabnya..
"oooh iya sudah dewasa anak ayah... baiklah lanjutkan dulu pelajarannya nanti kita ketemu lagi ya.. "
mereka berfoto dan misya berjalan kembali sembari memegang hadiah dari ayahnya..
pertemuan yang singkat.. namun sangat berkesan.. dimana dia sangat menunggu pertemuan itu terlaksana..
sesampainya di kelas temannya tak belajar karna guru sedang rapat..
sahabatnya mendekatinya..
"misya... kamu tadi dri mana..?
ada masalah ya? "
"tidak kina.. aku senang habis bertemu ayah kandungku... dia memberiku ini.. " dengan nada bicara seperti misya yg dahulu.. yang ceria dan tak sok gaul..
"kina senang mendengarnya... salam yah untuk ayah mu misya... " sambil tersenyum hangat..
"iya.. Terima kasih kina.. "
sepulang sekolah
"kak tadi ada ayah" ujar fadli
ooh iya kakak tau.. kakak juga bertemu..
"ayah memberi kakak hadiah?! .. ayo kita ke rumah om acoy kata ayah ada lebih banyak oleh oleh.. " timpal rian yang sangat bersemangat mengetahui ayah kandungnya tersebut..
"tapi.. apa di izinkan oleh nenek dan ibu?.. "
ujar fadli menunduk..
al hasil, mereka tidak jadi pergi.. karna misya khawatir ketahuan,... lagi pula dia selalu di awasi ibu belakangan ini..
"mana rian.. ini sudah mau magrib.. " tanya nenek disusul dengan sautan ibu.. "iya nih main kemana tuh anak"...
Fadhli dan misya sudah mengira rian pasti nekat bertemu ayah ke rumah om acoy,...
meskipun dia tak tau persis dimana rumahnya.. hanya tau blok dari perumahan..
misya agak khawatir.. karna rian baru bertemu dengan ayahnya namun dia sangat antusias hingga pergi meski tak tau dimana letak persis rumahnya..
namun saat masih di runding ke khawatiran..
" assalamu'alaikum.. "ujar rian sambil membawa banyak oleh oleh, dengan wajah sumringah
"dari mana saja? "
tanya nenek..
"dari ayah... tadi ayah datang ke sekolah.. lalu aku pergi ke rumah paman acoy karna kata ayah dia akan menginap disana.. dia memanggilku untuk mengambil oleh oleh... jadi ku ambil saja.. " ujar rian ceria..
"hah.... kapan ayahmu datang?!
kenapa tidak bilang..apa yang dia katakan?!
sampai kapan dia di rumah paman acoy?! "
"timpal nenek dan ibu penasaran.. "
kami bertiga pun bercerita.. ayah tiriku sedang berkerja di luar kota...
jadi.. sejak saat itu.. ayahku mengantar jemput kami,... mengajak kami ke kota...
aku senang.. adik adik ku langsung akrab seolah bukan pertama bertemu.. sama denganku.. seolah tingkah jenaka ayah adalah hal yang di turunkannya pada kami... banyak yg bilang aku mirip ayah... dan aku sangat bangga... ayahku begitu baik.. dia seorang pekerja keras,.. tidak peduli dia seburuk apa yang org bilang.. tapi bagiku... dia baik baik saja padaku...
singkat cerita aku begitu senang dan bahagia.. aku kembali seperti misya yg semula.. aku kembali dekat dengan sahabatku..dan tidak ingin menjadi sok gaul yg membuatku terlihat agak sombong...
aku mengambil beberapa sifat kocak ayahku..
dan banyak orang yang menyukai itu..
aku tau... aku tak bisa lagi menganggap kebahagiaan ini akan bertahan lama...
aku hanya bisa berdoa dan berdoa..
malam ini sm seperti malam biasanya..
misya tidaklah memiliki seorang yg istimewa di hatinya.. meski seperti kata temannya banyak penggemar rahasia misya...
belakangan ini... dia sering bermimpi entah singkat atau panjang, sosok lelaki ini selalu hadir,.. entah hanya duduk, berlari, tersenyum, sosok itu selalu muncul... awalnya misya berfikir itu hanya mimpi belaka.. namun karna terlalu sering.. iya jadi merasa heran..siapa lelaki ini...
sampai sampai dia menatap satu per satu lelaki yg ada di sekolahnya siapa tau salah satu siswa yg pernah iya lihat dan terbawa mimpi..
nyatanya.. tidak ada sm sekali.. ini terasa aneh.. tapi jika mimpi misya tak hadir sosok itu.. dia akan merasa ada yg kurang..
bahkan dia menulis puisi, dan sepertinya jatuh cinta pada pria hayalan yg ada di mimpinya..
iya bercerita pada sahabat sahabatnya.. dan mereka hanya menjadikan bahan candaan saja..
Fadhli dan rian adiknya sekarang sering berkunjung ke rumah paman acoy untuk bertemu ayah.. berenang,... wisata dan lain lain.. namun bukan berarti mereka tak dekat dengan ayah tirinya.. mereka masih berkomunikasi dengan baik..
yah.. terkadang misya pun bertanya perihal kabar ayahnya tersebut..
fadli dan rian sering bercerita bahwa ada om om muda yg sering tidur bersama ayahnya yang satu om ken dan yang satunya om qutaz ada juga yang namanya om ajif,..
om ajif ini misya sudah kenal karna om ajif dekat juga dengan ayah tirinya,... sebenarnya om ajif, om ken dan om qutaz bukan lah om om.. tapi karna fadhil dan rian masih kecil jadi mereka memanggil dengan sebutan om..
umur om ajif sekitar 25 an
om ken 23 keatas
sementara om qutaz baru 19 thn
dulu ibu misya pernah mengucap kata candaan kepada misya tentang om ajif,
"misya mau ng nikah sm om ajif nanti? "
"misya bilang ih.. apaan sih bu.. om aji sudah tua buat misya.. tua banget malah masa 13 thun sm 25 tahunan.. "
ibunya hanya tertawa..
pada satu malam ibu misya memperkenalkan misya dengan sebut saja qutaz... karna sepertinya tidak kontras jika pakai kata om..
"misya.. ini ada kakak kakak yang sering ikut ayah.. namanya qutaz.. mau ngak kenalan? "
misya hanya sebatas mengira itu hanya basa basi.. karna belakangan ini ibunya memang selalu menjodohkan dia dengan para pria..
namun ternyata....