
misya tak begitu menghiraukan perubahan qutaz,
dia bersekolah seperti biasa..
misya bercerita pada sahabatnya bahwa sebenarnya dia telah memiliki pacar,...
teman temannya sangat terkejut,....
mereka tidak menduga misya akan berpacaran seperti anak lainnya..
saat mereka bertanya siapa pacarnya.. misya enggan menjawab.. dia bilang "yang penting dia bukan anak sekolah sini.. "
tentu saja itu membuat temannya semakin heran.. apa yang membuat misya bisa memilih untuk pacaran, padahal selama ini dia sangat menjauhi kata tersebut,..
"kok bisa kamu pacaran sama orang itu? "tanya intan
"ya.. ngapapa.. cuma pacaran biasa kok.. " timpalnya
"iya... tapi aku agak khawatir,.. misya belakangan ini berubah,.. pertama selalu mementingkan HP saat sedang berbincang dengan kita,.. sekarang misya punya pacar.. "jawab sahabat misya khawatir..
"iya.. kami takut misya sudah tak mau lagi membagi rahasia, dan bercerita pada kami,.. khawatir misya sudah punya dunia yang lebih menyenangkan... "
"ah... itu tidak seperti yang kalian bayangkan aku akan selalu membutuhkan kalian... kalian adalah alasan aku semangat ke sekolah.. "jawab misya dengan senyuman hangat..
di tengah percakapan itu, ada salah seorang teman misya yang iri padanya menyebarkan rumor, bahwa misya sudah memiliki pacar..
"apa bedanya dia dengan kita.. kalian bilang dia anak yang baik, sopan, dan menjaga jarak dengan laki laki... tapi ternyata dia juga pacaran.. tanya saja padanya kalau tak percaya.. " hasut teman jahat itu
rumor cepat menyebar.... anehnya desas desus misya berpacaran itu, tersandung hal di luar dugaan...
mereka bilang misya berpacaran dengan seorang siswa yang terkenal pula di kalangan para wanita, lelaki itu di kenal dengan nama Abbas,
dia memiliki banyak penggemar, tapi dia tidak menyukai perempuan di sekolah karna terlalu genit dan mencari perhatian,... ya.. bisa di bilang caper lah..
sore ini sepulang sekolah misya berniat berbelanja dengan temannya di sebuah toko di belakang sekolah.. dia melihat ada sesuatu yang janggal,... para siswa yang biasa mengganggu nya kini berubah sinis pada misya..
pandangan mereka seolah jengkel dan punya perasaan marah yg besar..
tentu saja misya hanya menghiraukannya
tiba tiba ada siswa yang baru datang berceloteh,..."misya.. "
"heh ...! jangan di ganggu perempuan itu.. dia itu punya Abbas.. pantasan dia jutek sama kita... orang sudah pacaran sama Abbas selama ini.. cuma dia aja diam diam sok alim"
ujar salah satu siswa
misya sangat terkejut namun dia hanya terdiam dan melanjutkan langkah kakinya..
dia berpikir keras apa yang terjadi... dia menerka nerka, namun otaknya membuntu,
dia pergi menemui temannya yg belum pulang untuk bertanya,...
"hem.. billa kamu tau nga? Abbas yang mana?
misya bertanya geram
"ooh yang itu tuh di depan gerbang.. loh bukannya kamu pacarnya ya.. masa nanya sm aku.. "
"eh... siapa sih yang bilang! aku tuh ngak pacaran sama Abbas sembarangan aja! "
jawab misya agak emosi
"biasa aja kali.. baper amat.. "ujar temannya
misya hanya diam dan berjalan menuju Abbas yang dari tadi melihatnya..entah apa yang membuat kaki misya tiba tiba berat... iya seperti sangat sulit untuk menegaskan niat untuk bertanya pada Abbas..
langkah misya terhenti,... ia mengurungkan niatnya dan lebih memilih menanyakan teman temannya.. saat itu Abbas tersenyum pada misya, misya hanya heran saja kenapa hal itu bisa terjadi...
sesampainya di rumah misya langsung merebahkan badannya ke kasur, dia mengambil handphone nya di dalam laci, dan berniat menge chat qutaz untuk menceritakan kekesalan yang terjadi... namun dia sempat berfikir.... apakah qutaz nanti akan marah jika dia menceritakan hal itu..... dia tau,.. qutaz pasti paham kalau itu gosip.. tapi bagaimana jika qutaz ragu atau curiga...
"sebaiknya hal seperti ini tak usah di ceritakan.. "ujarnya dalam hati
dia hanya bisa terbaring lelah... lagipula ini hanya gosip tak penting...
nada handphone misya bergetar... dia sangat senang dan antusias karna dia tau itu chatingan dari qutaz..
"waalaikumsalam " tulis misya tegas
"kakak gimana kabarnya? " tanpa ragu misya bertanya..
qutaz agak heran karna itu pertanyaan pertama misya..
"baik.." sambil memakai emoji tersenyum..
tring... qutaz menelfon..
q_"di sekolah gimana? baik ya..? "
m_em... baik... kakak gimana kerjanya?
q_baik.. nanti hari minggu kakak datang...
m_oh ya..?! baguslah.. jaga kesehatan yah disana..
q_iya.. makasih banyak yah sudah bertanya..
percakapan yang cukup panjang dan hangat...
misya tak ingat betul berakhir di mana.. yang ia tau ia sudah terbangun di pagi hari dan ingat bahwa dia memiliki janji dengan temannya...
"ya ampuun lupa.. "!!
"misya...! kemana aja ih... lama pisan "
ujar temannya agak kesal
"maaf maaf ketiduran.. "
misya dan temannya memulai tugas kelompok untuk memasak bersama.. setelah itu mereka jalan jalan sebentar... mampir ke rumah teman lainnya... dan bersenang senang.. mumpung hari libur..
setelah itu misya berniat pulang... dan bercanda dengan temannya di pinggir jalan.. mereka tertawa dan tak menyadari ada siswa sekolah mereka yang juga berjalan di belakang mereka, kedua siswa itu tertawa ketika misya dan instan terkejut melihat mereka...
pasalnya para siswa itu tak bersuara... jadi mereka pun tak mengontrol kelakuan mereka di depan kedua siswa aneh itu,....
setelah agak jauh...
"makanya... kamu sih tertawanya ngak bisa di kondisikan.. "ujar teman misya..
"ya.. maaf abis aku kan nga tau.. "jawab misya..
"dari kapan mereka mendengar obrolan kita? "
"ngak tau... alah obrolan ngak penting juga.. "
"yaudah aku pulang duluan ya.... makasih banyak untuk hari ini.. "ujar misya
misya pulang dan ibunya bertanya...
"kamu ini dari mana.... jalan nga izin orang tua... izin sama qutaz ngak tadi?"
"memangnya harus izin ya? " tanya misya
"iyalah diakan suami kamu.. "jawab ibu
"hm.. palingan diizinin qutaz kan baik.. lagian misya masih kecil,.. pasti di izinin main ke rumah teman... "jawab misya santai sambil mengambil makanan
"terserah deh.. "jawab ibu datar
"kan misya belum serumah,.... misya masih sm ibu, dan nenek jadi izinnya sama ibu sm nenek saja.. " jawab misya bersambung..
"iya cerewet.. bisa aja ngelesnya nih anak"
ibu berlalu menuju toko nenek
misya asyik makan dan nonton flim kesukaannya...
tiba tiba di handphone nya ada notifikasi yang menunjukan sebuah foto..
misya terkejut dan menghentikan aktivitas mengunyah nya...