My Last Love

My Last Love
pendekatan 3



"dari siapa gambar ini kina?!"


tanya misya tegas


itu adalah foto misya tadi siang bersama temannya, dan dua siswa berada di belakangnya... terlihat jelas seperti sedang jalan bersama...


mungkin kalau sekolah misya umum seperti biasa,.. ini hal yang wajar,... tapi seperti yang sudah di jelaskan misya bersekolah di madrasah di mana batas perempuan dan laki laki ada laranganNya... bahkan itu di sampaikan tegas oleh guru..


kelihatannya foto ini di ambil dari rumah yang memiliki 2 lantai... ya dari atas..


"ini dari lili... dia sudah melaporkan misya pada guru.. "ujar kina..


"kenapa sih misya begitu..? itu ya pacarnya? "kok banyak banget...abbas lah, anak sekolah luar lah,... kok gosip tentang misya bisa begini..? "


sambung kina..


"ngak kina... bukan begitu.. besok akan ku jelaskan"


misya membuka laman chat nya dengan qutaz, dia berharap qutaz menjawab..


benar saja qutaz menjawab dengan sangat cepat.. pesannya pun langsung di baca..


namun saat qutaz bertanya.. misya membatalkan niatnya untuk bercerita.. dia fikir hal ini bukanlah hal yang besar.. jadi dia pasti bisa menangani sendiri.. lagi pula, jika qutaz tau apa yang bisa qutaz perbuat?


dia mengalihkan pembicaraan ke lain hal.. qutaz awalnya curiga misya pasti punya masalah.. dan menanyakannya namun misya mengelak dan berkata dia hanya ingin memastikan kondisi qutaz...


keesokan harinya misya pastinya di panggil ke ruang guru, misya dengan pede menghadap karna dia tau bahwa dia tak salah.. dia menceritakan kronologinya..


maka handphone lili pun di periksa...niat awalnya untuk melihat pesan lili kepada teman temanya apa benar lili sengaja menjelek jelekkan temannya...


namun sesuatu terbongkar.. guru jadi tau bahwa lili berpacaran dengan anak madrasah,.. guru jadi tau siapa saja anak madrasah yang suka keluar bersama laki laki...


semua yang berkaitan di panggil,... hari itu terbongkar jelas bahwa yang menimpa misya hanya gosip.... misya tentu saja tak punya masalah, dia bebas dan sekarang teman temannya yang harus menyelesaikan masalah yang mereka buat... itu bukanlah kesengajaan misya.. misya tak pernah sekalipun melapor temannya padahal dia tau,... tapi kebetulan hari itu guru sedang ingin memeriksa handphone lili...


setelah kejadian itu... hukuman di sekolah di perketat siapa yang ketahuan pacaran tak boleh sekolah,.. siapa yang berbicara tidak penting pada siswa laki laki akan di hukum... dan kini siswi di larang berbelanja di lapangan bola siswa..


setelah peraturan itu di rubah, misya jadi di benci oleh teman temannya... namun tidak dengan sahabatnya.. karna mereka merasa ini bukanlah salah misya.. merekalah yang membuat masalah, ingin menjebak misya namun mereka sendiri yang ketahuan..


misya tidak lah down dengan masalah ini karna sahabat sahabat nya yang setia selalu menghiburnya..


misya hanya meminta maaf dan berkata itu bukan urusannya... lagipula dia telah di fitnah.. dia ingin agar teman temannya mengambil pelajaran... agar tak menggosip buruk tentang teman lagi...


siswa itu bilang pada misya bahwa dialah orang yang dulu selalu meletakkan pena, dan parfum di laci meja misya.. dan dia sangat sakit hati ketika tau misya berpacaran dengan Abbas..


misya menjawab bahwa itu hanya gosip,... lagipula dia tidak kenal dengan Abbas...


misya berkata bahwa barang yang dia berikan sudah misya buang dan hilang... misya kemudian memohon untuk tidak lagi mengganggu nya karna misya telah memiliki pacar yang jauh lebih baik darinya..


sontak siswa itu terkejut dan dia bertanya siapa?


namun misya enggan menjawab...itu adalah kata terakhir misya dan dia memblokir nomor tersebut,.. misya tau bisa saja ini pancingan agar misya terjebak, karna ada bukti chatingan dengan siswa... sejak saat itu banyak yang mengirim pesan pada misya,dan hampir semua siswa, jadi dia memutuskan untuk mengganti nomornya dan yang mengetahuinya hanya sahabat dekatnya dan tentu saja qutaz..


misya bertanya pada adik sepupu Abbas yang juga adalah teman misya.. mengapa bisa misya di gosip kan dengan Abbas dan orang orang percaya,.. ternyata Abbas jika sempat menyukai misya.. jadi dia sama sekali tidak keberatan dengan gosip itu... bahkan saat siswa lain menanyakan hal tersebut pada Abbas benar atau tidak Abbas justru meng iyakan hal tersebut...


misya sebenarnya masih agak kesal... tapi dia merasa semuanya sudah berlalu.. mereka juga sudah mendapat ganjaran, agar tidak sembarangan Menuduh orang.. lagi pula, besok qutaz datang,....


dan dia sangat senang... bukan karna apapun.. tapi tiba tiba hatinya tersirat kata "rindu"


dia sangat tak sabar menanti hari esok... dia pergi ke toko bersama kak Fika... menemaninya untuk membeli parfum...


misya tak pernah memakai parfum, namun entah kenapa sekarang dia sangat ingin membelinya.. itu membuat kak Fika heran,.. dan curiga kalau misya sedang berpacaran..


karna dia lebih sering membahas tentang laki laki belakangan ini... menelfon dengan seseorang hingga ber jam jam..


dan misya tiba tiba mengunci aplikasi pada handphone nya..


saat misya menelfon qutaz dan berlangsung lama,.. nenek misya sempat bertanya.. namun misya menyangkal dan berkata itu hanya temannya.. semua sangat baik.. dan baik baik saja... kini tinggal menutup mata untuk hari esok...


tapi tak bisa!!!


ini sangat mendebarkan...


bahkan rasanya tak ingin tidur... mengapa sekarang begini.... bukankah saat pertama bertemu biasa saja..?


kenapa rasanya sekarang begitu banyak cerita yang ingin aku ungkapkan??