
semenjak ibunya menikah lagi.. iya tinggal dengan neneknya.. dia sangat bahagia... neneknya sering mengajak ke luar kota.. jadi iya jarang bertemu ibu dan ayah tirinya entah kenapa itu membuatnya merasa lebih tenang
disaat iya sedang merasa baik baik saja, dan merasa sangat bahagia,
masalah bermunculan satu persatu,.. perlahan namun timbul,...
di mulai dari ibunya yg menderita sakit pada rahimnya itu mengharuskan untuk di operasi,.. namun keluarga memutuskan untuk menempuh jalur obat obatan herbal,... krn pengangkatan rahim bukanlah hal yg mudah bagi seorang wanita..
ibunya begitu kritis , wajahnya pucat tak berwarna... di iringi dengan warna bibir yg serasi,... telapak tangan dan kaki terlihat sekan tak ada aliran darah mengalir..
hal itu di perparah dengan keluarnya darah terus menerus hingga membuat lemas dan tak mampu bangkit.. selain itu rasa keram perut yg sering menyiksa..
ayah tirinya membantu ibunya,.. dan menjaga ibunya dengan baik,...
namun.. sakit itu seakan selalu berulang.. lagi dan lagi, seperti sinyal bahwa operasi harus di lakukan.. namun ibunya mencoba bertahan.. beberapa hari setelah idhul fitri hari raya besar, dimana keluarga besarnya berkumpul bersama membagi suka cita, kabar buruk menimpa mereka... berawal dri salah seorang kerabat yg kecelakaan dan itu membuat misya cukup kaget... mengingat dia sudah cukup lama mengenal org tersebut..
disaat misya masih berkabung mendengar berita koma, datang berita meninggalnya yang begitu mendadak... seakan semua hanya khayalan..
belum habis terkejut,.. ibunya melemah.. darah dimana mana... menstruasi yang tak bisa di bendung...
bahkan perjalanan ke rumah sakit.. tempat duduk mobil penuh dengan darah,.... dan berbeda dengan darah biasanya... ini bukan darah kotor.. tapi darah segar!
yang membuat ibunya harus di donor 4 kantong darah.. dan operasi harus berlangsung saat itu juga..
dia menangis ketakutan... khawatir selain ayah pergi ibunya juga akan menghilang...
di tambah adiknya masih sangat kecil.. namun nampaknya mereka cukup mengerti kemana arah cerita ini..
sambil terbaring lemas dan pucat, ibunya berkata lirih...
ayah sudah mau pulang... dia akan datang.. ayahmu pasti akan datang..
kalo kau mau.. ikutlah bersamanya.. jangan terus merepotkan nenek karena beliau sudah tua.. jaga adik adikmu untuk ibu...,
seketika hatinya hancur... iya tak tau persis harus berbuat apa.. ia hanya bisa menonton penderitaan ibunya..
"operasi berjalan lancar, penyakitnya telah di angkat "
iya sangat lega dan senang... melihat ibunya sedang dalam masa pemulihan... pulang balik ke kota sendiri naik angkot untuk menjaga ibunya.. itu sudah biasa..
misya anak yg cukup berani untuk berpergian sendiri...
setelah ibunya pulang... dan perlahan sembuh..
iya pikir semua akan baik baik saja....
namun masalah baru itu muncul..
iya tak tau, masalahnya ad padanya atau pada ayah tirinya..
iya tak terbiasa dengan sesosok lelaki di rumahnya apalagi skrg dia harus sering ke lantai bawah untuk membantu ibunya... krn ibunya blm sesehat itu,...
iya sangat gelisah jika ad ayah tirinya di dekatnya entah kenapa.. bertahun tahun hidup sendiri dengan ibu dan adik adik... tiba tiba muncul lelaki yang harus iya sayangi seperti ayahnya sendiri itu bukan hal yg mudah..
mungkin bagi org terlalu berlebihan tapi itu benar benar menyesakkan...
dimana ruang gerakmu terbatas, dan seakan semuanya ter awasi...
mungkin psikologi misya sedikit terguncang.. mengingat saat kecil, iya selalu di hukum dan di pukul... dia tidak boleh keluar rumah.. bahkan pada puncaknya dia tak bisa berdiri bahkan duduk, krn kakinya penuh memar dan membiru...
akibat kesalahannya main hingga lupa waktu dan ya.. seperti cerita waktu itu dia akan menerima "balasan.. "
namun.. meskipun sakit.. iya akan tetap melakukan itu.. "bermain bersama teman"
karna di tak bisa hanya terkurung dan belajar.. bahkan bertemu nenek sj tak boleh...
begitu sakit jika kita, hanya seorang anak yang bermain adalah dunia kita... dan kita di paksa untuk diam, mendengarkan, dan berhenti bermain...
seolah... semua rasa sakit sewaktu kecil yang telah iya pendam lama kini terkuak dengan munculnya ayah tiri di rumahnya....
iya jadi seorang yg pemarah,.... dan tidak lagi mendengarkan kata org tua,....
bahkan berbeda dri sebelumnya jika dulu dia pemalu.. kini menjadi gadis yang sering pulang pergi sendiri ke kota... alasannya lucu.. hanya naik angkot... kemudian putar lagi hingga sampai di dpn rumahnya... untuk menghirup angin segar....
sampai perasaan marah terus menghimpit nya.. iya tak tau apa yg membuatnya mengungkit masalalu dan semakin menjauh dri dirinya sendiri...
iya jadi sering memukul adik adiknya dengan sapu,.. dan hanger.. seakan ingin agar mereka merasakan hal yg sm dengannya....
pada suatu malam.... dia mendengar langkah kaki di depan kamarnya... di mana itu sangat tidak mungkin krn dia hanya sendiri di lantai dua.. tiba tiba iya sangat terkejut melihat mata yang mengintip ke dalam kamar tidurnya,.....
iya terkejut dan bersembunyi di belakang pintu..
hal itu membuatnya demam dan merasa sakit... mungkin misya adalah anak yg berlebihan hingga hal sesepele itu membuatnya trauma..
ya.. iya sakit dan menangis.... dia tau apa yang terjadi...
pagi tiba dan dia mendatangi ibunya.. sambil menangis berkata.... "tdi malam ayah mengintip ke kamarku..."
ibunya dengan sedikit terkejut berkata.. "ooh.. itu ibu yang suruh, untuk melihatmu sudah tidur atau belum.. "
dia merasa lemah...
" kamu sakit ya? sudah sana ke rumah nenek.. tidur disana.. "
dia beranjak dan langsung pergi...
"nek... " hanya kata itu yang terucap saat memasuki rumah tua itu..
"eh misya... lama ng kesini... kenapa lama ng keluar rumah.. org deket kok.. kalo mau kesekolah biasanya pamit ke nenek.. "
"sudah makan blm? "
"anu nek... misya ng enak badan ibu suruh kesini tidur sm nenek "
"misya sakit apa? " hal yang bahkan tidak ibunya tanya..
"sebentar nenek masakin bubur... "
sambil meninggalkan bunga yg sedang ia urus..
"lidah misya pahit... ng bisa makan makanan..
ujar gadis itu..
" ooh kamu sakit malaria kayaknya.. panas dingin badanya.. bsk kita ke dokter yah sementara ini sabar dulu istirahat dan minum madu dulu.. "
dia berbaring di atas kasur yg lama ia rindukan... entah kenapa meskipun badanya tetap sama... hatinya terasa lebih sehat dari pada berada di rumahnya...
keesokan harinya..
"misya nene sewa mobil angkot aja ya.. nnt biar enak kalo misya mau baring atau muntah buat ng malu.. "
"iya nek.. makasih.. dengan wajah yg masih murung.. "
mereka menuju ke salah satu dokter langganan neneknya.. tapi sayangnya saat itu sedang tertutup..
neneknya yg begitu mengenal misya hanya tersenyum..
"kita jalan jalan yuk... biasa misya suka jalan jalan... mungkin kalo jalan jalan langsung sehat... "
misya hanya tertawa kecil..
mereka membeli buah, icecream dan makanan yg misya sukai...
tak terasa mereka pulang setelah larut malam.. namun kondisi misya membaik... lidahnya tak lagi pahit...
hari demi hari... dia seperti kembali... tak arogan lagi dan mudah tersenyum...
"misya.. kalo ada masalah cerita saja.. sapa tau nenek bisa bantu.. "
misya menceritakan yang ia rasakan tanpa ragu.. neneknya memeluk dan berkata "sudah legaan blm? "
"nanti nenek minta agar misya tinggal dulu dengan nenek disini ya.. "
misya tersenyum bahagia...
mereka berdua berlibur ke luar kota dan misya melupakan masalahnya... dia sudah memaafkan ayah tirinya... dan tak lagi sinis pada ayah tirinya..
hingga...
"misya ada tante fani.. "
"siapa itu? " kata misya heran
"halo misya.... tambah besar yah kamu.... ini ada titipan handphone dari ayah untuk kamu..
misya sangat senang, ini pertama kalinya dia memiliki handphone.... yap di kelas 2 SMP
"di dalam kotak itu sudah ada kartu, dan uang untuk membeli pulsa... jadi misya ng perlu lagi beli baru.. " ujar tante fani...
"ayah kirim salam.. di dalam handphone itu sudah ada nomer ayah.. tapi hanya bisa tlpn krn HP ayah blm bisa menggunakan aplikasi wastAp dan yg lainnya.. "
dia senang dan tak tau harus apa....
apakah benar ayah akan pulang?
dia sangat baik padaku!
dia masih mengingatku...
aku tak sabar ingin bertemu dengan ayah..!
iya terus memegang handphone itu seakan tau cara menggunakannya.... iya sama sekali tak tau... jadi iya minta tolong pada sepupunya untuk mengajarinya cara bermain handphone..
iya terus menerus melihat satu kontak yang ia masih ragu sepakat harus di telfon?
jarinya bergetar untuk menekan nomor tersebut... namun iya terus menerus ragu...