
saat ini hari minggu, seharusnya libur, namun guru mengadakan les tambahan untuk persiapan ujian,...
"nek.. misya pergi dulu"
" pergi sm siapa? "
"sendiri saja nek naik angkutan umum"
"jangan dulu.. tunggu sebentar biar kak Fika yang mengantar naik motor.. "
misya menunggu di ruang tamu..
"sudah siap ya? ayolah jalan " ujar kak Fika
di pertengahan jalan mereka mampir untuk membeli kebab, makanan kesukaan misya..
kak Fika adalah sepupu misya dia datang dari luar kota, namun bersekolah untuk sementara sembari menemani nenek..
kak Fika sangat baik pada misya, semenjak ada kak Fika, misya jadi lebih ceria.. mereka jalan jalan bersama.. mendengar musik, begadang, dan bercerita selayaknya remaja pada umumnya..
sesampainya di tempat les,...
"jam brp berapa pulangnya? mau di jemput nga? " tanya kak Fika
"ng usah kak naik angkutan sj.. blm pasti juga jam brp.. "timpal misya
"memangnya kamu ngak bawa HP? "
"biar nanti tinggal telfon"
"ooh itu... tidak usah deh.. habisnya aku masih mau ke rumah teman"
ok" ujar kak Fika
setelah les selesai mereka saling menukar handphone yang mereka punya..
"wah bagus ya handphone mu misya"
ujar temannya intan
"hehe iya.. "
"tapi kok ng ada aplikasi gamenya.. kamu ng pake fb, WA, atau tele ya? "
"hm itu .... HP ini masih bru.. jadi blm ku pakai.. "
"cepatlah download biar bisa chatingan lewat BBM.. masa kamu terkenal tapi ng punya sosmed sih.. kan aneh.. " ujar bila temannya
"iya banyak tau cowo yang minta nomormu.. heheh" nada canda dari temannya..
" apaan sih " sambil menunjukkan raut muka kesal..
"iya.. maaf deh misya.. "
ayo lah kita jalan sudah lapar nih"
mereka beristirahat di sebuah kedai makan yang cukup ramai, misya duduk bersama sahabat sahabatnya.. intan, kina, dan tima,
mereka asyik mengobrol ria sementara teman yg lain asyik main HP masing masing..
mereka ber empat tidaknya memiliki handphone.. di karenakan baru di ijinkan ketika sudah sma sementara mereka masih SMP..
namun karna alasan tertentu misya di ijinkan oleh ibunya.. untuk menghubungi ayahnya...
mereka berempat sangatlah akrab.. bahkan seperti sauda.. mereka berbeda sifat, ada yang ceria, pendiam, dan pemarah.. namun itulah yg membuat mereka bersama..
di sekolah mereka sering mengantri dan menjaga antrian untuk misya,.. sering membagi makanan satu sm lain,... dan saling menjaga tempat tidur di sekolah..
namun yang membuat mereka istimewa di mata misya adalah.. mereka tidak seperti teman yg lain.. yg lambat laun bercerita tentang media sosial,... yg harusnya tidak di bahas ketika berbincang satu sm lain...
dan mereka juga tidak terlalu suka membahas masalah lelaki sm seperti misya,... namun bukan mereka suka sesama jenis...
tapi bagi mereka SMP bukan lah waktu yg tepat untuk merauk kisah percintaan,... tapi bagaimana melukis kenangan persahabatan..
.... setelah makan makan itu selesai.. misya beranjak pulang.. misya dan tima naik satu angkutan krn jalur rumah yg sama sementara kina dan intan pulang bersama,..
tima berkata " kamu serius sudah mau pegang handphone? "
"bukannya dulu kamu yang membuat janji kalau handphone itu tidak penting,... yang penting adalah kesan kita saat bersama... "
"wah... benarkah aku senang akan hal itu... bagaimana kabarnya? "
"em... tentang itu.. aku masih ragu... karena.. "
belum selesai misya menjawab akhir tujuan tima telah tiba mengharuskan dia turun lebih dahulu..
"hati hati ya misya... nanti lanjut di sekolah.. " sambil tersenyum tipis tima menatap misya..
sepulang sekolah misya menemui sepupunya yang juga pintar akan masalah handphone.. meskipun lebih muda dari misya dia sudah memiliki computer untuk bermain di kamarnya..
"refa.. "
"ya kak misya..? tumben.. ada apa nih... kak Fika dimana? " ujar refa..
".. ngak... mau minta tolong ajarin main handphone.. sm dowload aplikasi"
"ooh.. boleh.. kak misya ada pulsa data? "
"nga tau.. kayaknya pulsa biasa aja.. "
"baiklah begini caranya pertama mendaftar ke nomor ini untuk membeli pulsa data... setelah itu masuk aplikasi ini untuk download.. dan bla... bla... bla... "
percakapan panjang terjadi.. namun misya sangat mengerti...
"baiklah sudah paham Terima kasih.. "sambil tersenyum
"kak misya... minta uang jajan dong... nnt sore aku ada les tambahan.. " seakan refa mengisyaratkan bahwa ajarannya tidak gratis..
misya tertawa ringan dan memberi uang kepada refa...
refa senang dan kembali bermain computer nya..
sesampainya di kamar.. misya meminta kak Fika untuk mengajarinya cara menggunakan aplikasi.. kak Fika mengajarinya cara memakai WA dan dia sudah bisa menghubungi teman temannya...
dia merasa sangat senang untuk itu... kini handphone adalah prioritas utamanya...
dia masih blm berani menelfon san ayah...
entah apa yang dia pikirkan.. tapi dia begitu gugup.. tak tau apa yg nanti harus dia ucapkan krn dia tau.. air mata pasti akan berbicara duluan...
kini dia merasa sudah beranjak dewasa di temani kak Fika... dia belajar banyak tentang dunia anak remaja... kak Fika memiliki pasangan yg membuat mereka selalu telfon satu sm lain.. membalas chatingan dan lain lain...
misya merasa hal itu tak perlu krn ada teman temanya yg seru...
namun dia menyadari percakapan temannya di handphone sangat berbeda dengan diri mereka ketika berbicara secara langsung..
mereka terkesan lebih kasar dan tidak sopan.. namun dia akan membiasakan diri...
di sekolah dia sudah tak terlalu lama duduk dengan tima, kina, dan intan..
dia lebih sering mengobrol dengan temannya yg lain perihatin apa yg viral di medsos..
tima, intan, dan kina tak tau apa yg telah merubah misya... dri gadis pendengar yg baik.. menjadi pembicara yg handal namun menyinggung hati teman temannya...
"misya... aku ingin mengatakan sesuatu.. "
ujar intan
"ya.. apa itu pake bilang bilang segala yaelah tinggal bilang aja.. " timpal misya..
"kami paham kamu sudah beranjak remaja.. dan kami juga.. namun.. banyak perubahan pada dirimu yang membuat banyak org mulai menjauh.. "kata intan
"apa maksudmu... mereka masih menyukai ku.. lagi pula.. kau tidak tau apa itu sosial media.. semua org punya loh.. hanya kalian bertiga saja yg ketinggalan jaman.. HP itu ng seburuk itu.. kalian sangat membutuh kan nya.. kalian harus punya... "timpal misya tanpa mempedulikan perasaan sahabatnya...
misya begitu berbeda... bahkan kini dia sudah tidak pernah lagi membantu teman temannya yg kekurangan...
dan karna hal itu banyak yg mulai menjauhinya.. namun dia tak kunjung sadar.. entah mengapa dia kini lebih sering duduk dengan teman teman yg nakal... sering jahil, dan menyakiti perasaan org...
kini tima yg biasanya pulang pergi naik angkutan dengannya tak lagi bersama,... mereka kini berjalan sendiri sendiri...
adik adik misya pun tidak terlalu dekat lagi dengannya...
misya tak lagi memberi mereka uang dan itu membuat adik adiknya bersedih... yg biasanya kak misya menghibur mereka, bermain bersama mereka, dan bercerita ria.. kini telah menghilang..
dia terus menerus dengan prilakunya yg tak tau kapan berubah..