My husband is a CEO

My husband is a CEO
Episode 6



" Ohh oke kalau gitu, hati - hati di jalan, jangan ngebut kak. " ujar Stella dengan menatap pria yang sejak pertama kali pertemuan mereka sudah membuat dirinya jatuh cinta dengan sosok pria tampan dan gagah di depannya.


" oke honey, kalau gitu kakak pulang dulu ya, jangan lupa siap - siap buat nanti malam. " ujar Rafi dengan berjalan mendekat ke arah Stella dan


Cup


Rafi mencium kening Stella dan berhasil membuat pipi gadis tersebut merah merona sedangkan Rafi yang melihat itu seketika tersenyum.


" Dahh honey, sampai bertemu nanti malam. " ujar Rafi dengan tersenyum dan langsung melajukan mobilnya meninggalkan mansion tersebut sedangkan Stella masih tidak percaya apa yang baru terjadi dan langsung berlari masuk kedalam dengan tersenyum bahagia.


Sedangkan kedua orangtuanya dan kakak laki - lakinya yang berada di ruang keluarga yang tengah mengobrol ngobrol ringan pun di kejutkan dengan teriakkan Stella tersebut dengan tertawa bahagia.


"HALO VERYONE, STELLA YANG UCUL DAN GEMESIN INI DAHH KEMBALI DENGAN MEMBAWA SEGALA KERIDUAN DAN KEBAHAGIAN, AWOKKAWOKK ..." teriak Stella dengan tertawa terbahak bahak dan langsung merebahkan dirinya di sofa sebelah sang kakak.


" Kamu demam ? " ujar Kevin sambil menyentuh kening adeknya itu yang tampak berbeda.


" Stella baik - baik aja, stella lagi bahagia. " ujar Stella sambil mencium pipi kanan kakaknya dan bergantian mencium pipi kedua orang tuanya dan langsung berlari kedalam kamarnya sedangkan kedua orangtuanya dan juga kakaknya menatap bingung perubahan gadis tersebut.


" Papa sepemikiran kan kaya mama. " ujar Racquel dengan masih memandang putrinya yang menuju ke kamarnya.


" Iyaa ma, tapi apa bener Stella gila ? " ujar Danu Abraham dengan polos dan langsung mendapatkan hadiah berupa lemparan bantal dari istrinya tersebut.


" Bukan itu pa yang mama maksud, amit - amit mama punya anak yang gila, yang mama maksud tuhh Stella lagi Fall in love pa. " ujar Racquel dengan menatap tajam suaminya.


" Hehehehe ... kirain papa yang mama maksud tuhh gila. " ujar Danu Abraham dengan cengengesan.


" Yang gak lahh pa masa iya Stella gila, mama gak mau punya anak yang gila cukup papanya aja yang gila. " ujar Racquel dengan santai sedangkan suaminya langsung menatap dirinya dengan tatapan yang tak bisa di artikan.


" Pa, ma kevin ke kamar dulu ya, good night. " ujar Kevin yang mulai merasakan hawa - hawa dingin yang terpancar dari papanya itu.


" Night too sayang. " ujar Racquel dengan tersenyum manis dan masih belum menyadari tatapan suaminya itu yang sangat - sangat mengerikan.


Setelah Kevin masuk kedalam kamarnya, Racquel baru menyadari tatapan berbeda dari suaminya itu dan mulai membalas tatapan itu dengan tak kalah tajamnya.


" Kenapa ? mau marah ? gak mama kasih jatah sebulan. " ujar Racquel dengan jurus andalannya dan berhasil membuat suaminya itu menganti dari tatapan tajam berubah menjadi tatapan sendu.


" Jangan ya honey, kasihan papa yang gak bisa tidur kalau gak di kasih jatah. " ujar Danu Abraham dengan pupy eyesnya.


" Bomat mama gak peduli, mama mau tidur ngantuk dahh papa ku sayang. " ujar Racquel dengan mencium pipi suaminya itu biar lebih tersiksa dan Racquel mulai berjalan ke kamar dengan tertawa bahagia.


" Siapa suruh papa natap mama kaya gitu. " ujar Racquel dengan masih melanjutkan jalannya menuju ke kamar dan di ikuti suaminya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Halo guys


Author kembali lagi nihh buat kalian semuanya insyaallah kalau author ada waktu lagi hari ini author akan up 1 episode lagi buat kalian semuanya 😊


Jangan lupa ya like, vote, ratenya dari kalian semuanya dan jika ada saran dari kalian semuanya bisa katakan di kolom komentar, Thank you guys 🙏


See you tomorrow guys 😘