My husband is a CEO

My husband is a CEO
Episode 22



Halo, assalamualaikum guys


maaf ya baru bisa up sekarang karna entah kenapa author susah sekali menulis cerita ini soalnya author harus bisa menggabungkan cerita ini dengan cerita di ketua osis kejam di partnya Stella dan Rafi, di tambah author orangnya pelupa tambah susah dehh jadinya 😔


Tunggu slalu ya kelanjutan dari mereka dan jangan lupa like end votenya 😊 Thank you 🙏


Happy Reading guys 😚


^^^


Setibanya di toko baju, Mutiara langsung memborong baju yang terdapat diskon maklum anak sekolah nyarinya yang diskonan 😂 sedangkan Anjel dan Stella hanya melihat Mutiara yang asik memilih milih baju diskonan yang lumayan Bagus.


Mutiara yang tersadar hanya dirinya yang berbelanja langsung menghampiri kedua temannya yang sedang memandang ke arahnya.


" kalian berdua gak belanja ? " ujar Mutiara yang sambil membawa beberapa baju sampai dia pun ribet membawanya.


" gak. " ujar mereka berdua kompak yang langsung melirik tumpukan baju yang begitu banyak yang di bawa Mutiara.


" hehehe ... mumpung diskon kapan lagi kan. " ujar Mutiara yang mengerti dengan tatapan kedua sahabatnya yang melihat tumpukan baju yang ia bawa.


" tapi gak segitu banyaknya juga kali, Mut. " ujar Anjel dengan menggelengkan kepalanya heran melihat sikap boros sahabatnya ini.


" gak papa, kali - kali gua belanja, ya udah Gua kekasir dulu sambio nungguin kalian siapa tau mau belanja. " ujar Mutiara yang langsung menuju ke kasir.


Sedangkan Anjel dan juga Stella saling memandang satu sama lain dan langsung memilih - milih baju yang ada mulai dari baju diskonan maupun yang tidak diskon.


Mutiara yang sudah membayar barang belanjaannya langsung menghampiri kedua temannya yang sudah memegang dua baju di tangan mereka masing - masing.


" cuma dua ? " ujar Mutiara yang membawa paper bag barang belanjaannya cukup banyak dan keduanya hanya membalas mengangguk.


" udah ahh kita ke kasir dulu. " ujar Anjel yang langsung menuju ke kasir begitupun Stella.


" makan di situ aja yuk. " ujar Mutiara dengan menunjuk Kafe yang lumayan ramai di penuhi orang tak seperti Kafe lainnya dan bisa ia simpulkan sendiri bahwa Kafe ini lah yang paling laris dari banyaknya Kafe yang ada.


" kuyy lahh. " ujar Stella dengan langsung masuk kedalam Kafe tersebut di ikuti kedua Sahabatnya dari samping dan mereka bertiga mulai mencari tempat duduk yang masih kosong.


Mereka bertiga melihat ada satu tempat kosong di bagian pojok yang di mana di penuhi oleh para kaum adam dari yang tampilannya oke sampai yang kaya preman pun ada.


" tuhh kosong. " ujar Mutiara dengan menunjuk salag satu tempat yang kosong.


" jangan disitu ahhh, Gua takut sama cowok Yang kaya preman yang di samping bangku yang kosong itu. " ujar Stella dengan menatap tiga cowok pria yang tampak seperti preman yang bisa di lihat dari penampilannya yang urakan.


" Tenang beb, kan ada aku. " ujar Mutiara dengan mencolek dagu Stella dengan menggoda.


" Tau ahh. " ujar Stella dengan menepis tangan Mutiara.


" Gak usah takut, kan kita juga gak ganggu mereka kan, ayo ahh. " ujar Anjel dengan menarik Stella dan Stella pun menarik Mutiara.


Setibanya mereka di bangku tersebut, mereka langsunv memanggil waiters dan langsung memesan makan.


" Ohh ya, habis ini kemana lagi ? " ujar Stella yang mencoba mengalihkan pandangannya agar tidak lagi melihat preman tersebut.


" Nonton yuk, mau gak ? " ujar Mutiara dengan menatap mereka.


" Aku sihh oke. " ujar Stella dengan cepat dan tiba - tiba ponselnya berbunyi tanda ada yang menelponnya.


" Sebentar ya. " ujar Stella dengan melihat siapa yang menghubunginta ternyata kekasihnya yang tak lain Rafi dan mulai menjauh dari mereka.


" Siapa sihh yang nelpon, kok sampai ngejauh segala dari kita. " ujar Mutiara dengan sedikit aneh melihat gelagat sahabatnya itu.


See you Tomorrow guys 😘