
Seorang gadis sedang berlari terburu-buru menuju ke kantornya sebelum bos killernya datang. Waktu menunjukkan pukul 07.50 pagi dan sekitar sepuluh menit lagi ia harus sampai di kantor. karena kalau tidak, ia akan mendapat ceramah panjang kali lebar dari bosnya yang super duper cerewet.36
"Huh... Huh..." Ayana menghembuskan nafasnya dengan kasar.6
"Eh Ayana, lo kok baru datang sih?" tanya temannya yang bernama Sintia.3
"Alah, palingan juga dia marathon nonton drakor tadi malam," sahut temannya yaitu Risa.15
"Hehehe... Tau aja deh lo. Eh, si bos killer belum datang kan?" tanya Ayana.
"Emm... Kayaknya belum deh, soalnya dari tadi gue juga belum liat batang hidungnya," jawab Sintia.
"Syukur deh. Aman gue, kalo gak bisa kena siraman qalbu gue. Hahaha," ejek Ayana.
"Hahaha... Kampret lo emang. Entar lo kualat loh ngomongin si bos," ucap Risa.
"Iya nih, gue doain lo sama pak bos berjodoh aamiin," ucap Sintia.7
"Eh kampret ya lo pada, amit-amit gue jodoh sama muka tembok," ucap Ayana kesal.
"Tapikan dia itu ganteng mirip oppa oppa Korea," ucap Sintia sambil tersenyum halu.
"Ihh... Apaan, jelek gitu dibilang ganteng, gantengan juga Aldo," ucap Ayana membayangkan wajah Aldo, seorang pria yang disukainya.51
"Ni orang matanya burem kali ya, jelas-jelas gantengan pak Arsen," Protes Sintia.
"Ehh, kalian ini bukannya kerja malah ngerumpi. Gue bilangin ya lo semua sama pak Arsen biar tau rasa kalian semua," Ucap Dini, sekretaris Arsen yang tiba-tiba datang tanpa diundang dan pulang tak diantar alias pergi begitu saja. Kayak jelangkung aja.16
Arsen adalah nama dari CEO sekaligus bos tempat mereka bekerja dan usianya masih muda yaitu 28 tahun. Arsen menjabat sebagai seorang CEO di perusahaan keluarganya yang bernama BAGASKARA COMPANY. Perusahaan ini sangat terkenal apalagi dalam dunia bisnis ekonomi, kecantikan, perhotelan dan masih banyak lagi.3
"Dasar nenek sihir, sok kecantikan banget sih dia. Baru juga jadi sekretaris tapi gayanya udah songong banget," ucap Sintia kesal pada sikap Dini.
"Uda deh, mending kita kerja aja sekarang," ajak Ayana.
Mereka semua pun melakukan pekerjaan masing-masing dengan serius dan teliti. Biasanya, mereka bertiga jarang-jarang serius dalam bekerja karena kebanyakan menghabiskan waktu dengan mengobrol ataupun menikmati wifi kantor dan streamingan oppa oppa Korea. Setelah beberapa jam kemudian, akhirnya waktu menunjukkan pukul 12.00 siang. Jam 12 siang adalah jadwal istirahat di kantor mereka sampai jam 13.00.
"Duh... Capek banget deh gue, akhirnya selesai juga," keluh Sintia dengan perasaan lega.
"Iya nih, kita makan siang yuk. Laper banget nih gue," ajak Risa.
"Yuk deh. Capcus," sahut Ayana dengan semangat.
Mereka bertiga beranjak dari kursi kerja masing-masing dan bersiap untuk makan siang bersama. Saat mereka berbalik, ada Aldo yang berdiri sambil tersenyum ke arah mereka, mungkin lebih tepatnya ke Ayana.3
"Hai, aku boleh ikut makan siang bareng kalian nggak?" tanya Aldo.1
"Eh Aldo. Boleh dong, masa makan siang bareng gak boleh," ucap Ayana malu-malu.
"Ehmm, ehmm, keselek golok," ucap Sintia sambil cengengesan.88
"Ihh, Apaan sih lo pada," tegur Ayana ke Sintia.
Tiba-tiba nenek sihir alias Dini sekretaris Arsen, datang menemui Ayana untuk menyampaikan sesuatu.1
"Eh Ayana, lo dipanggil sama pak Arsen ke ruangannya," Ucap Dini to the point.
"Kok sekarang sih? Inikan jam makan siang gue," Ucap Ayana kesal.
"Mana gue tau, udah deh mendingan lo ke ruangannya aja sekarang," setelah mengucapkan itu, Dini langsung pergi meninggalkan Ayana yang saat ini sedang kesal.
"Ihh, nyebelin banget sih tuh orang. Nih juga muka tembok ngapain manggil gue segala," ucap Ayana jengkel karena merasa malas kalau sudah berurusan dengan bos killer nya, yaitu Arsen.5
"Udah, mending kamu ke ruangannya sekarang. Ntar aku aja yang beliin makan siang buat kamu," Ucap Aldo lembut.
"Cie cie... Perhatian banget sih, jadi iri deh," ucap Sintia kebaperan.
"Dasar jomblo," ejek Risa.
"Eh kampret, lo juga jomblo kali. Jomblo teriak jomblo," sindir Sintia.
Ayana menghela napasnya kasar,
"Iya deh, gue pergi dulu ya," ucapnya pasrah.1
Ayana segera pergi ke ruangan bos killer nya yang tukang penyuruh seenak jidatnya. Sebenarnya ia malas untuk menemui Arsen, tapi ia juga tidak mau dipotong gaji. Karena itu adalah kalimat yang paling ditakuti dan dikeramatkan di kantor ini. Sampai di pintu bertuliskan CEO, Ayana tidak lupa untuk mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum masuk.
Tok! Tok! Tok!
Ceklek!
"Permisi pak, Bapak manggil saya?" tanya Ayana basa-basi.
Bos killer nya pun, Segera membalik kursi kebesarannya yang awalnya membelakangi pintu, sekarang berbalik dan menghadap ke Ayana.
"Kamu ini, Saya udah lima belas menit nungguin kamu. Gara-gara kamu waktu saya terbuang sia-sia," Protes Arsen.
Tuh kan si muka tembok mulai marah. Pasti sekarang udah muncul dua tanduk di kepalanya. Hahaha, batin Ayana.6
Muka tembok adalah panggilan khusus atau panggilan kesayangan dari Ayana untuk bosnya tercinta. Kenapa muka tembok? Karena muka Arsen itu selalu datar seperti tembok dan jarang tersenyum pada siapapun. Saking jarangnya, mungkin makhluk bernama Arsen ini hanya tersenyum setahun sekali.43
"Kamu itu kalo ditanya jawab," ucap Arsen sedikit kesal karena salah satu karyawan di depannya ini malah melamun.
"Maaf Pak," Ayana menundukkan kepalanya.
"Kamu masih mau kerja apa enggak diperusahaan saya?" tanya Arsen.
"Maksud bapak?" tanya Ayana bingung.
"Kamu itu memang gak becus ya buat laporan. Malah banyak typo nya lagi, pusing saya liatnya," keluh Arsen.23
"Maaf Pak," ucap Ayana sambil menunduk lagi.
"Maaf, Maaf. Sekarang saya mau kamu perbaiki laporan ini dan harus detail. Kalau tidak, gaji kamu akan saya potong. Ngerti kamu?" ucap Arsen tegas.
Ayana mengambil laporannya di meja Arsen untuk diperbaiki kembali,
"Iya Pak, Kalau gitu saya permisi," Pamit Ayana.
Ayana keluar dari ruangan neraka Arsen dan tak henti-hentinya ia mengucapkan sumpah serapah untuk bos killer nya yang super duper nyebelin dan membuatnya naik darah.
"Dasar muka tembok sialan. mentang-mentang dia bos, Seenak jidatnya aja nyuruh-nyuruh gue. Gue doain muka dia makin tua dan gak laku seumur hidup," ucap ayana kesal.32
Ayana menuju meja kerjanya untuk memperbaiki laporannya yang tadi. Jujur saja, ia paling kesal kalau bosnya itu sudah marah-marah dengan ceramah panjang kali lebar, apalagi ditambah dengan ancaman potong gaji.3
"Ayana.. Kita comeback," ucap Sintia yang baru datang bersama Sintia dan Aldo.1
"Eh gimana, lo tadi diapain sama pak Arsen?" tanya Risa kepo.
"Gue disuruh memperbaiki hasil laporan. Kata dia laporan gue salah lah, banyak typo lah, trus dia ngancem gaji gue bakal dipotong. Duhh... Pusing gue," jawab Ayana frustasi.
"Yaudah sini biar aku bantuin, kamu juga harus makan. Nih aku uda beliin makanan buat kamu," ucap Aldo sambil memberikan plastik berisi makanan.
Ayana menerimanya "Makasih banyak ya Aldo," ucapnya.
"Iya sama-sama. Ayo cepat kamu makan, aku gak mau loh liat kamu sakit nantinya," ucap Aldo perhatian.74
"Owww... so sweet banget sih," ucap Sintia kebaperan melihat adegan gratis di depannya.
Ayana hanya tersenyum malu. Menurutnya Aldo adalah alasan ia bertahan di perusahaan ini. Karena kalau tidak, sudah jauh-jauh hari ia mengundurkan diri dari sini. Ia memperhatikan Aldo yang sedang membantunya memperbaiki laporannya tadi. Baginya, Aldo adalah malaikat penyelamatnya. Hanya saja sampai saat ini Aldo belum berani mengungkapkan perasaannya pada Ayana padahal mereka sama-sama saling menyukai.33
"Nih, Udah aku selesaikan semuanya. Aku yakin pasti kamu gak akan dimarahin lagi sama pak Arsen dan aku juga gak mau liat kamu selalu dimarahin sama dia," ucap Aldo
"Makasih ya Aldo. Kamu baik banget sama aku," ucap Ayana senang.
"Iya sama-sama. Aku akan selalu ada untuk kamu sampai kapanpun " balas Aldo dan Ayana hanya tersenyum malu mendengar kata-kata dari Aldo.
jangan lupa coment ya 😊