My Boss My Ex

My Boss My Ex
25. Obat Dari Segala Rasa



25


"Kenapa kita ke sini?" tanya Rachel ketika Kenzi mematikan mesin mobil di depan gedung apartmen mewah.


Kenzi tersenyum simpul mendengar pertanyaan Rachel, tadi sepanjang perjalanan wanita itu hanya diam dan mengabaikan dirinya.


"Aku mau obati lukaku, kamu gak kasihan sama aku?" Demi mendapat perhatian dari Rachel, Kenzi sengaja menyeka darah yang telah mengering di sudut bibirnya. "Sakit, Ra," keluhnya, ia pura-pura meringis kesakitan.


Rachel berdecih, "Makanya jangan suka bikin onar!" ketus Rachel rasanya ingin sekali ia menambah luka di wajah Kenzi, mencakar atau apapun yang bisa membuat Kenzi kesakitan, tapi di sisi lain ia merasa iba dan tidak tega melihat Kenzi meringis menahan perih.


"Kalau gak mau sakit, ya jangan berkelahi. Simple 'kan?" Rachel tanpa sadar menangkup wajah Kenzi dengan menggunakan kedua tangan hingga ia bisa leluasa melihat luka di sebagian wajah Kenzi.


"Tapi, kehadiran dan perhatianmu seperti ini menyembuhkan lukaku, Ra," ucap Kenzi, ia genggam tangan Rachel di depan dada. Ditatapnya mata Rachel intens. "Kamu adalah obat dari segala rasa sakit yang aku derita. Kamu mau terima aku lagi'kan? Tolong jujur pada dirimu sendiri, Ra. Di matamu aku lihat ada cinta untukku."


Rachel terkesiap mendengarnya, ia baru sadar kalau tindakkannya membuat Kenzi salah sangka.


Rachel membuang pandangan ke sembarangan arah, ia takut tidak bisa lagi menahan diri untuk tidak memeluk Kenzi. Karena sejujurnya cinta itu memang masih ada untuk Kenzi.


"Aku gak mau bahas apapun, cepat masuk dan bersihkan lukamu. Setelah itu antar aku pulang, ah tidak ...aku bisa pulang sendiri."


Kenzi menghela nafas panjang, kecewa mendengar ucapan Rachel. Kenzi turun tanpa mengatakan apapun lagi, ia mengitari mobil untuk membukakan pintu untuk Rachel.


"Sebentar aja," ucap Kenzi sebelum Rachel protes. "Atau mau aku gendong?"


"Nggak! Aku cuma gak mau berduaan sama kamu, Ken! Aku gak mau kejadian itu terulang lagi!" pekik Rachel tanpa sadar.


Kenzi tercekat mendengarnya, tentu ia tahu apa yang dimaksud Rachel. Masih membiarkan pintu mobil terbuka, Kenzi menekuk lutut di depan Rachel. Rachel terdiam melihatnya. Manik mata mereka saling menatap dalam, penuh damba, rindu, cinta, benci rasanya tergambar dari keduanya.


"Maaf, aku udah ngelakuin kesalahan besar. Tidak apa kalau kamu anggap selama ini aku sengaja pergi ninggalin kamu, tapi kali ini aku mohon anggap saja aku mau bertanggung jawab, Ra...," ucap Kenzi penuh permohonan.


"Bertanggung jawab seperti apa? Aku gak mau kamu tinggalkan tunanganmu demi aku, Ken. Cukup aku yang pernah merasakan sakit ditinggalkan begitu saja sama kamu, dia jangan...."


"Aku gak pernah mencintainya, dulu, kini, nanti dan esok cuma ada kamu di hatiku. Jangankan dia ...demi kamu aku bisa meninggalkan apapun yang aku miliki saat ini."


Rachel terenyuh mendengarnya. Tapi, ia tidak mau salah mengambil keputusan. Pelakor akan menjadi panggilannya bila ia bersedia menerima Kenzi lagi.


"Semua karena papa, Ra...aku terpaksa terima perjodohan ini," imbuh Kenzi lagi.


Rachel sekilas memejamkan mata, hatinya terasa diremas kali ini. Orang tua kenzi memiliki kuasa dan kedudukan tinggi, Rachel tidak mungkin mencari masalah dengan orang seperti itu. Apa lagi, ada Kalea yang harus ia lindungi.


"Kita obati lukamu, hem?" Rachel meraba luka di sudut bibir Kenzi. "Janji, setelah ini jangan bertengkar lagi. Kamu bukan anak kemarin sore 'kan?"


Kenzi tahu kalau Rachel berusaha mengalihkan perhatian, tapi tak masalah karena setidaknya Rachel tahu dan mulai bisa memercayai perasaan dan ungkapan hatinya.


"Itu artinya kamu gak akan hindari aku lagi'kan?" tanya Kenzi berharap Rachel memaafkan dirinya.


"Janji dulu jangan bertengkar lagi!" tuntut Rachel.


"Untuk itu aku gak bisa janji, aku gak mungkin diam aja kalau ada laki-laki lain deketin kamu, Ra...."


"Yaudah aku gak mau obati lukamu, kamu masuk aja sendiri!"


Kenzi tidak hilang akal, secepat kilat ia gendong Rachel hingga wanita itu memekik minta diturunkan, namun telinga Kenzi seolah menuli.


"Turunkan aku, Kenziiiiiii!!!!!!!!"


Ig. Violla536