Me and You (our fate)

Me and You (our fate)
BAB 31 (Terungkap)



Video di putar dan kami terkejut melihat siapa yang ada di layar laptop tersebut.


Raymond Yatra dan Veronica.Mereka terlihat sedang bersama seorang pelayan di samping VVIP room tempat Leo mengadakan pesta.Lalu terlihat Raymond memberikan sesuatu yang kami duga adalah obat bius..Lalu berapa saat setelah itu saat keadaan hotel sepi,mereka membawa ku dan Leo ke kamar VVIP president suit.


Kami semua terkejut melihatnya.Bahkan aku sama sekali tak menyangka jika Raymond akan melakukan hal sampah seperti ini.Padahal ia sangat baik padaku selama ini.Kenapa dia tega sekali melakukan hal seperti ini.Seingat ku,aku tidak pernah membuat masalah bersamanya bahkan menyakitinya.Selama kami berkolaborasi semua baik-baik saja dan kami berteman dengan akrab.Apa motif dia sebenarnya?


Ternyata teman yang akrab dan selalu baik kepadaku tidak menutup kemungkinan berubah menjadi orang yang mengerikan.


Bukti telah di dapat,dan besok kami akan menyerahkannya ke kantor polisi untuk di proses secara hukum.


...............


Hari ini,aku di dampingi pengacara ku,Charlie,Erald,Lian dan Leo berserta pengacara mendatangi kantot kepolisian.Dan tentu saja ada banyak sekali paparazi yang datang menyerbu.Apa lagi mengingat setelah skandal ku,aku dan Leo belum pernah terlihat keluar dari persembunyian.


Aku tidak ingin menjawab sepatah katapun pertanyaan dari wartawan media ini.Aku tidak perlu menjelaskan apapun,karena bukti yang ada sudah membuktikan bahwa aku tidak bersalah.Dan lagi lebih baik diam bukan?


"Kalian bisa melihatnya nanti setelah semua di proses" Ucap Lian mantap kepada para wartawan.Lalu kami bergegas masuk kedalam kantor polisi itu.


Aku di gandeng Leo mantap melangkahkan kakiku.Aku tau bahwa kami tidak bersalah dan semoga semuanya cepat selesai agar aku bisa melakukan aktivitas seperti biasanya.


................


Sepulang dari kantor polisi,kami memutuskan untuk makan siang terlebih dahulu.Lian telah memesankan private room di restoran langganan ku.Ah rasanya sudah lama sekali aku tidak makan di sini


Erald berseru kepada kami "Mari makan".Kamipun menikmati makan siang kami.


"Ah,rasa sup ikan di sini tidak pernah mengecewakan,selalu enak"ucapku setelah menelan beberapa kuah sup ikan.Lian tersenyum lalu menimpali"Nona harus makan banyak,besok Nona harus punya cukup tenaga untuk menghadapi persidangan"."Iya Fi,kita akan bekerja keras besok"tambah Leo.


Setelah makan siang selesai,kami masih di restoran sambil menikmati makanan penutup dan beberapa minuman yang sudah di sediakan.


"Aku sama sekali ngga nyangka kalo Raymond bakal bertindak sejauh ini"Ucapku pada mereka."Iya,karena kalo di liat-liat dia keliatan deket banget sama kamu,sering ngajak kamu hangout,bahkan dia keliatan cemburu kalo aku deket sama kamu"tambah Leo.Lian juga menimpali "Setahuku,Nona nggak pernah bikin Tuan Raymond sakit hati atau bikin masalah sama Tuan Reymond.Ah tapi udahlah,besok juga bakal tau".


"Sekarang Nona udah tenang kan?Nona ngga perlu lagi ngelakuin hal bodoh yang kayak di jembatan,Ups!"Celutuk Charlie lalu menutup mulutnya."Ha?!"semua orang terkejut mendengar perkataan Charlie.Ya,tentang aku akan mengakhiri hidup ku tidak ada yang tau kecuali Charlie dan Erald.Wajar jika semua orang terkejut.


"Bisa jelasin Nona apa maksud ucapan Charlie?" Tanya Lian dengan tatapan tajam.


"Ah,padahal aku nutupin semuanya,tapi sialnya Charlie malah keceplosan"ucapku pada mereka.Aku mengambil nafas dalam-dalam sambil menyiapkan diri karena pasti mereka akan memarahi ku.


Akupun mulai bercerita,"Beberapa hari yang lalu,aku dapet pesan-pesan jahat dari orang-orang.Aku ngga tau mereka dapet nomer ponsel aku dari mana,tapi intinya pesan itu isinya beneran nyakitin hati aku.Kondisi kejiwaannya aku masih belum stabil,terus malem itu juga aku mutusin ke jembatan.Niatnya aku mau loncat.Pas aku udah siap mau loncat,Charlie dateng nyelametin aku.Terus dia meluk aku erat.Setelah aku tenang dia anter aku balik ke apartemen aku.Terus dia bilang bakal nolongin aku.Itu juga awal mula kenapa aku bisa kenal Charlie".Aku berhenti sejenak lalu menatap ke arah Charlie."Aku juga mau bilang makasih buat Charlie karena udah mau nolongin aku" lanjutku lagi.


"Nona apa-apain sih?kenapa Nona ngelakuin hal bodoh kayak gitu?.Nona harusnya inget ada kita yang selalu siap bantuin Nona".Ucap Erald yang marah mendengar ceritaku.Leo juga menimpali"Untung ada orang sebaik Charlie,coba kalo dia ngga ada.Kamu entah udah jadi apa sekarang.Mulai sekarang kamu jangan gitu lagi,seberat apapun masalah kamu,kamu harus inget keluarga kamu,inget semua orang.Ngga semua orang jahat sama kamu".


"Iya,iya,maaf.Namanya juga orang lagi frustasi otomatis pikirannya pendek"jawabku sambil tertunduk.


"Udah,yang penting sekarang titik masalahnya udah jelas.Tinggal nunggu yang bersalah di bertanggung jawab dan yang ngga salah namanya bersih lagi"ucap Charlie.


Mau bagaimanapun aku lega sekarang.Bukti sudah di temukan dan tinggal menunggu hasil.Setelah semuanya normal,aku berencana akan mengunjungi keluargaku terlebih dulu.Aku sangat merindukanmu mereka,selama aku bersembunyi aku jarang sekali menghubungi mereka apa lagi bertemu.Aku bahkan tidak pernah bertemu mereka sekalipun.Mereka pasti mencemaskan ku.


*Hi readers,sorry kemaren ngga up sama sekali.Kemaren lagi di jalan mau pulang kampung terus pas sampe author tepar.Nah hari ini author sempetin update lagi.Terimakasih yang udah nunggu 🙏 Borahae 💜*