Me and You (our fate)

Me and You (our fate)
Bab 28 (Mental Down)



Sudah beberapa hari aku menutup diri dari dunia luar dan dunia maya.Aku benar-benar hanya berdiam diri di apartemen ku.Hanya ada Erald dan Lian yang sesekali mengunjungi ku.


Hari-hari ku habiskan dengan menangis.Aku benar-benar merasa hancur sekali.Hujatan dari orang-orang di luar sana begitu menghantui pikiran ku.Mereka tidak tahu apa-apa.Tapi mau bagaimana lagi aku tidak bisa membuktikan apa-apa tentang kejadian malam itu.


Andai saja malam itu aku tidak meminum air itu,pasti sekarang hidupku baik-baik saja bukan?.Pasti sekarang aku masih sibuk dan menyapa Flo di seluruh dunia lewat media sosial ku.Pasti aku tidak akan menangis seperti ini.Andai saja aku tidak menghadiri acara itu.Tapi itu sudah terjadi aku tidak bisa berbuat apa-apa sekarang.


.........................


Aku terbangun mendengar handphone ku berdering.Itu telepon dari Leo.


"Fi,are you okay?" Tanya Leo setelah telepon tersambung.


"Kamu tau sendirilah aku gimana sekarang.Aku ngga tau lagi harus gimana Leo.Kamu juga kenapa ngilang "Ucapku yang sambil sesekali menyeka air mata."Sabar ya,aku ngga ngilang tapi aku lagi nyuruh orang terpercaya buat nyelidikin ini Aku minta maaf gara-gara aku kamu jadi gini.Aku tau kamu pasti tertekan banget tapi percaya sama aku di luaran sana masih banyak kok yang dukung kamu".Aku tersenyum kecut mendengar penuturan Leo.


Iya memang ada sebagian orang yang tidak percaya akan berita tentang ku.Tapi berbagai komentar jahat yang di lontarkan sebagian orang sangat mempengaruhi ku.Bagaimana aku bisa mengabaikan perkataan mereka sedangkan aku sendiri tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi di malam itu.


"Leo,aku ngga tau lagi harus gimana.Hiks....hiks..."tangis ku seketika bertambah pecah.Padahal sudah dari tadi aku menahannya agar tidak semakin pecah.


"Hei,jangan nangis.Semua bakal baik-baik aja kok.Aku yakin semua bakal kembali lagi seperti semula"ucap Leo yang berusaha menenangkan aku.


Obrolan kami berlanjut tidak lama.Leo harus mengakhirinya karena dia masih ada beberapa hal lagi yang harus dia urus.


Belakangan ini aku menjadi susah tidur,sering menangis,aku merasa begitu terpuruk sekarang.


Kata-kata hujatan orang-orang seperti berputar-putar di kepalaku.Itu seperti menghantui ku.Aku tidak bisa mengontrol emosiku saat mengingatnya.Pasti tangisku pecah ketika teringat itu.


......................


Malam ini aku sedang rebahan di sofa.Aku masih menangis semua terasa sulit sekarang.


"Astaga Nona!,Nona udah berapa hari ngga tidur"ucap Erald yang panik.Mungkin ia terkejut melihat keadaan ku sekarang.Ya lingkaran mata yang menghitam akibat kurang tidur,mata sembab berair,hidung merah,dan penampilan ku sedikit berantakan.Aku bahkan tidak bisa mengurus diriku sendiri.


"Nona jangan begini".Kemudian Erald membawaku duduk di kursi.Ia meletakkan barang yang ia bawa lalu menghampiri ku kembali.


"Nona harus tetap semangat,aku,aku,aku juga sedih kalo Nona gini terus"ucap Erald yang terbata-bata karena menahan tangisannya.Aku hanya terdiam.Aku tidak tau harus merespon apa lagi.


Erald kembali berbicara padaku."Aku sedih liat Nona gini.Nona pasti belum makan kan?aku masakin Nona ya,Nona harus makan.Abis itu Nona mandi nanti biar aku yang natain rambut Nona.Aku kangen Nona yang dulu yang selalu ceria dan rapih"


Aku hanya menganggukan kepalaku.Rasanya aku malas sekali untuk berbicara.Aku seperti kehilangan separuh semangat hidup ku.


Sementara Erald memasak,aku pergi mandi.Mengingat dari kemarin sore aku belum mandi jadi aku memutuskan untuk berendam.


Ku tuang aromaterapi ke dalam bathtub yang sudah penuh terisi denga air.Aku berendam cukup lama.Setelah itu aku memakai setelan tidur lalu ku gulung rambutku dengan handuk.


Aku menuju meja makan.Bau masakan Erald enak sekali.


"Nona,Nona makan dulu ya.Aku buatin sup ikan kesukaan Nona"ucap Erald sambil menarik kursi untuk ku duduk.


Aku hanya sanggup memakan empat suapan saja.Entah kenapa beberapa hari ini nafsu makanku menghilang.Aku meneguk air putih.Ah, aku benar-benar kehilangan selera makan.


Kepalaku pusing sekali,rasanya sangat menyakitkan."Nona,Nona kenapa?" Erald tampak panik.


Sebelum aku menjawab,kesadaranku telah hilang terlebih dulu.Pandanganku gelap dan aku tidak tau apa yang terjadi selanjutnya.


*Hi Guys! terimakasih yang udah mampir dan baca ceritanya🙏Borahae 💜*