Me and You (our fate)

Me and You (our fate)
Bab 1 (Tentang Fiona dan teman-temannya)



Aku melihat pemandangan yang indah dari balkon ini.Aku memejamkan mata dan menghirup udara yang tenang. Beberapa tahun aku bukan siapa-siapa dan sekarang aku tinggal di sini menikmati apa yang aku impikan sejak kecil.Aku sangat bersyukur pada Tuhan.


Oke,coba tebak apa pekerjaan ku 5 tahun lalu?. Mari kita kembali pada 5 tahun yang lalu.


Fiona Annelyn Prandika itulah nama yang di sematkan ayah untuku.Panggil saja aku Fio.Aku hanyalah perempuan biasa,tidak berpendidikan yang tinggi,tidak terlahir dari keluarga kaya,tidak juga berfisik yang sempurna.Ya inilah aku, perempuan dengan segudang kekurangan.


Saat ini aku bekerja sebagai barista di sebuah cafe.Aku merantau jauh dari kotaku untuk bekerja.Tidak mudah bagiku untuk menjadi barista apa lagi hanya dengan mengandalkan ijazahku yang cuman lulusan SMA.Tapi,aku bersyukur,Tuhan begitu baik padaku.Aku bisa bekerja di sini dengan gaji yang lumayan.Cukup untuk biaya hidup,menabung sedikit,dan terkadang untuk ku jalan-jalan juga.


Aku mencoba menikmati hidup ku dan belajar mensyukuri apa yang Tuhan berikan padaku.


Halo tuan putri,lama ya nunggunya".Ledeknya sambil tersenyum."Apaan sih,yok ah buruan berangkat".Setelah memakai helm,cusss langsung berangkat.Tak lupa aku memasang earphone di telinga sebelah kiriku.Mendengarkan lagu BTS kesayangan ku Ya aku adalah penggemar BTS sejak 2 tahun lalu.


................


Di Cafe


Aku,Deka,Rena,Bryan,Daniel sibuk di bagian masing-masing.Aku dan Bryan sebagai barista,Rena sebagai kasir,Deka dan Daniel yang akan mengantarkan pesanan.


"Halo kak,seperti biasa aku pesan Ekspresso Double Shoot,ya" ucap Dita pelanggan setia cafe ini."Oke Dita".Aku pun cekatan membuat pesanannya.


"Eh fi,katanya hari ini anak bos kita dateng"ucap Rena di sebelah sana.Aku mengerutkan keningku "lah terus?"."Kamu ngga tau,anaknya bos itu gantiin bos kita.Sekarang dia yang ngelola kafe ini"."Oh gitu"ucapku datar."Kok biasa aja sih?Dia cakep tau.Aku aja follow akun Instagram nya" ucap Rena dengan muka genitnya.


Dan ternyata benar saja,setelah cafe tutup dan kami siap-siap akan pulang,ada seorang laki-laki datang.Sepertinya dia anaknya bos kami.


"Eh pulangnya nanti dulu.Bapak sudah kasih tau kalian kan?"ucapnya dingin.Bryan menimpali "iya pak,sudah"."Oke bisa kita duduk sebentar,di sini aja ngga apa-apa".Dia pun memperkenalkan dirinya sebagai David Torrecelli Rahadian dan menjelaskan mulai besok dan seterusnya dialah yang akan mengelola cafe ini menggantikan ayahnya,yaitu Pak Rahadian.Di lihat-lihat memang iya tampan.Seperti pak Rahadian yang berdarah Spanyol."maaf kalo saya datang di waktu pas kalian mau pulang" tambahnya lagi.Tentu saja si Deka yang tengi ikut menimpali"ya ngga apa-apa sih pak,cuman ganggu waktu kamu aja dikit" kami pun melotot ke arah Deka."oh ya 1 lagi,jangan terlalu formal,saya ngga mau di panggil pak.Panggil saja Kak David"."Oke kak" jawab kami serentak.Setelah itu kamipun pulang.


Rutinitas sebelum pulang aku akan membeli makan malam bersama Deka.Ya setiap hari Deka,Deka,dan Deka.Bukan karena kami pasangan kekasih tapi karena Kosan Deka dan kosan ku hanya 10 menit di tempuh dengan motor.Jadi setiap pulang pergi aku selalu bersama Deka kecuali ada urusan tertentu.