Me and You (our fate)

Me and You (our fate)
Bab 29 (Depresi dan Putus Asa)



Akhir terbangun di ruangan yang serba putih.Ya,ini pasti rumah sakit.


"Nona sudah bangun" ucap Erald yang melihatku sudah bangun.Lalu Erald menekan tombol call nurse.Tak lama kemudian dokter dan beberapa perawatan masuk.Mereka memeriksa keadaanku lalu keluar.


Erald memegang tangan ku dengan lembut.Wajahnya menampakan rasa khawatir.


"Nona,keadaan Nona sekarang lagi ngga baik-baik aja.Dokter bilang Nona menderita depresi dan harus rutin ke Psikiater.Dan tolong banget Nona jangan mikirin apa-apa dulu.Aku ngga mau Nona kenapa-kenapa"Tutur Erald padaku.


Aku hanya tersenyum tipis.Setelah skandalku yang bahkan belum usai sekarang aku di diagnosa depresi.Akankah nanti aku bisa mati?.Kenapa hal sejahat ini harus terjadi padaku.


Erald memandangi ku dengan raut wajah yang khawatir dan sedih.Aku kasihan dengan Erald semenjak kasus skandal ku muncul,ia harus bolak-balik ke apartemen ku untuk mengurus keperluan ku.Erald dan Lian lah yang kini rutin mengunjungi ku,mereka tetap bertahan di sisi ku meskipun aku tidak bisa berbuat banyak untuk mereka.Aku tidak akan melupakan kebaikan mereka dan aku akan membalasnya suatu saat nanti.


......................


Setelah pulang dari rumah sakit,aku harus rutin ke Psikiater dan minum beberapa obat yang telah di resep kan dokter.


Sekarang aku seperti pecandu yang harus meminum obat ketika merasa cemas dan sedih.


Aku selalu menangis jika menginginkan perkataan yang orang-orang lontarkan untuk ku.Mereka dengan mudah mengatasi ku j***ng tanpa tau kebenarannya.Aku tidak mengerti lagi aku harus apa.Sudah sebulan keadaan masih seperti ini dan pelaku belum juga di temukan.


Kadang aku merasa lelah dengan semua,aku ingin menyerah untuk terus bertahan.Kehidupan yang aku jalani sekarang hanya penuh dengan kesedihan.Aku bukan perempuan yang kuat.Jika terus-terusan menerima perlakuan seperti ini aku tidak bisa bertahan.


Aku hanya bisa berdiam diri di apartemen ku,menangis sepanjang hari sambil menunggu kapan semuanya akan berakhir.


Bagiku tidak mudah menjalani kehidupan seperti ini.Berminggu-minggu hidup sembunyi-sembunyi dan berdiam diri di apartemen.Menangis,gelisah,dan panik.Bahkan rasanya sekarang obat dari Psikiater pun tidak menolong ku selain membuat ku mengantuk dan tertidur.Percuma aku tidur karena saat bangun aku tetap akan menangis dan merasa lelah dengan semuanya.


Mungkin orang lain di luar sana tidak percaya dengan ku.Aku bisa apa saat ini.Aku tidak bisa melakukan apa-apa karena jangan kan bukti bahkan untuk keluar rumah pun aku harus bersembunyi-sembunyi.


.........................


Tengah malam aku di kejutkan dengan suara notifikasi ponselku yang begitu ramai.Akupun penasaran dan membukanya.


Aku mendapatkan pesan yang tidak mengenakkan dari orang-orang.Entah dari mana mereka mendapatkan nomor ponselku.Mereka menyerang ku dengan berbagai perkataan.


"Hei j***ng!,keluarlah dari persembunyian my agar kami bisa segera melenyapkan mu"."Menjijikkan sekali, berpura-pura manis dan suci padahal aslinya hanya seorang pel***r"."Apakah kamu tidak sadar betapa menjijikkan nya kamu"."Apa orang tuamu tidak membesarkan mu dengan benar?atau kau memang tipe anak yang tidak memikirkan perasaan orang tua mu.Lihat karena ulah mu semua orang menjadi susah.Lebih baik kau mati saja sana"dan masih banyak lagi pesan yang lain yang berisikan kata-kata kasar dan sarkas untuk ku.


Aku kembali menangis kencang.Ku banting ponselku perasaan ku begitu sakit sekarang.Mungkin benar aku memang harus mati agar semua tidak menjadi susah.Aku belum bisa membuktikan bahwa aku tidak bersalah dan aku pun tidak bisa mengembalikan keadaan.Orang tua,ya orang tua ku pasti sedih memiliki anak seperti aku dan mereka pasti sangat malu sekarang apa lagi mengingat foto ku di hotel saat sedang bersama Leo masih menyebar luas di internet.


Saat ini aku tidak bisa memikirkan hal lain selain cara untuk mati.Ini begitu menyakitkan untukku.


Aku memakai pakaian serba hitam lengkap dengan topi dan kaca mata hitam.Aku keluar dari apartemen ku untuk menuju ke sebuah jembatan.


Setelah sampai aku berdiri di pagar jembatan.Ku pandangi laut di bawah sana.Air mataku terus mengalir dan perkataan menyakitkan itu terus menghantuiku dan berputar-putar di kepalaku.


Ibu,ayah maaf jika aku telah melemparkan kotoran ke wajah kalian.Kalian pasti sangat malu sekarang.Flora dan Abi,maafkan aku karena aku belum bisa jadi Kakak yang baik untuk kalian.Flo di seluruh dunia maafkan aku,kalian pasti kecewa padaku bukan?.Aku tidak bisa menjelaskan apa-apa kepada kalian semua karena bukti belum bisa ditemukan.Aku juga tidak mungkin selalu hidup di bawah tekanan batin seperti ini.Aku juga lelah,aku ingin beristirahat dari dunia yang menyakitkan ini.


Mungkin aku bodoh karena menyerah begitu saja,tapi ini tidaklah mudah.Aku tidak sanggup jika harus bertahan dengan keadaan yang semakin memojokkan ku.


Aku semakin menaikkan kaki ku di pagar jembatan.Aku memejamkan mata dan bersiap untuk terjun kebawah.


Tiba-tiba seseorang menarik ku dan memeluk ku sangat erat.......


*Guys maaf ya kalo ceritanya kurang pas dengan selera kalian.Harap maklum ini cerita pertama ku.Kalian boleh kok ngasih saran.Dan jangan bosen ya sama alur ceritanya🤗Dan terimakasih buat kalian yang mampir.Borahae💜*