Me and You (our fate)

Me and You (our fate)
BAB 26 (Air Laknat)



Malam ini aku menghadiri acara perayaan atas keberhasilan Leo di dunia acting nya.Ia memenangkan tropi sebagai pemeran pria terbaik.Pesta perayaan Leo di adakan di hotel mewah.


"Selamat Leo.Kamu berhasil menang dan bawa pulang tropi"."Terimakasih Fi udah mau dateng"ucapnya.Lalu ia mengajakku duduk bergabung dengan yang lain.


Ini adalah private party dan hanya di hadiri beberapa orang saja.Dan aku melihat di sana ada Veronica.Kalian masih ingat Veronica bukan?.Ya,dia gadis sombong yang waktu itu.Aku menceritakan kejadian beberapa tahun lalu pada Leo.Leo sedikit terkejut karena setau nya,Veronica adalah gadis yang baik dan lemah lembut.


Veronica datang menghampiri kami,ia tersenyum sinis padaku lalu berbisik "Tunggu aja Fi waktunya".Aku tidak tahu apa maksudnya dan tidak terlalu peduli juga.Untuk apa aku mengurusi hal yang tidak penting.Hanya membuang-buang waktu saja.Lagi pula aku tidak menganggu dia.


Leo tersenyum melihat raut wajahku.Ia tau aku sedikit jengkel dia wanita satu ini dan lalu Leo sedikit bercerita jika dia adalah teman dari temannya yang memaksa untuk ikut party."Aku nggak mungkin kan nggak nyuruh dia,apa lagi dia maksa banget buat dateng.Aku tau pasti kamu bakal ngga nyaman kalo dia ikut tapi aku ngga enak sama temennya apa lagi temennya sama aku udah kenal akrab"Jelas Leo padaku."Bodo amat ah,udah jangan bahas hal yang ngga penting di sini.Malem ini tuh acara kamu.Jadi fokus aja buat happy"Lalu aku menarik tangan Leo untuk duduk dan bergabung dengan yang lain


Kamipun kembali mengobrol dan menikmati camilan dan minuman yang telah di siapkan.


Pesta berakhir.Hampir semua tamu pulang.Tinggal beberapa orang saja yang masih duduk.


Aku merasa sangat haus sekarang.Aku mengambil segelas air putih dan meneguknya sampai habis.Beberapa saat kemudian aku merasakan kepalaku sangat sakit dan pusing.Dunia seperti berputar-putar,aku nyaris kehilangan keseimbangan ku.Aku menggelengkan kepalaku berusaha untuk tetap sadar dan sialnya pandangku perlahan menjadi gelap dan aku tidak ingat apa-apa lagi.


...........................


Aku terbangun dan merasakan sangat pusing.Aku membuka mataku dan pandanganku menelisik seluruh ruangan ini.Ini bukan kamarku.Sebenarnya aku di mana.Aku lebih terkejut lagi saat melihat Leo tertidur di sebelahku tanpa mengenakan baju.Aku sangat panik dan aku menyibakkan selimut ku.Aku di buat lebih terkejut lagi melihat tubuhku yang hanya memakai bathrobe.Oh tuhan sebenarnya apa yang sudah terjadi malam tadi.


Aku bangun dan menyandarkan kepalaku di headboard.Aku menangis sesenggukan sambil membayangkan hal yang tidak-tidak.Leo pun terbangun.Ia juga tampak terkejut melihat keadaan kami.


"Hei Fi,kita kenapa?apa yang udah kita lakuin malam tadi?"tanya Leo dengan wajah panik.Aku masih terus menangis.Leo lalu duduk dan bersandar di headboard ranjang.Ia mengusap kasar rambutnya.Kami di buat bingung dengan semuanya.Karena kami tidak bisa mengingat apapun.


Melihatku menangis Leo berinisiatif memelukku.Ia berkata "Fi,look at me.Jangan nangis aku janji bakal ungkap semuanya.Dan kalaupun malem ini beneran terjadi sesuatu sama kita,aku bakal tanggung jawab"."Ngga segampang itu Leo.Gimana kalo media tau?nasip kita gimana Leo?Karir kita,keluarga kita, penggemar kita?apa yang bakal kita bisa jelasin ke mereka sedangkan bukti aja ngga ada."jawabku sambil menangis sesenggukan dan melihat kearah wajahnya.


"Apa lagi aku,semalem seingetku aku minum air putih satu gelas terus aku ngerasa pusing terus pas bangun udah di sini.Siapa yang ngelakuin ini?kenapa mereka jahat banget"Balasku pada Leo.


Aku terus menangis.Aku tidak tau harus bagai mana lagi saat ini.


Melihat aku yang sangat kacau Leo lalu menyuruh untuk memakai pakaian ku kembali di kamar mandi.Setelah aku memakai pakaian ku kembali Leo meminta ku untuk menghubungi Erald dan berkata bahwa aku sedang menginap di kosan Rena.Aku terpaksa berbohong.Aku tidak mungkin pulang sekarang denga keadaan yang sangat kacau.Mata sembab dan rambut yang berantakan.Ini akan membuat siapapun yang melihatnya menjadi curiga.


Erald bilang nanti malam ia akan mengantarkan aku ke apartemen ku.


Selama di hotel aku masih terus menangis.Aku masih terus memikirkan kejadian semalam.Dan Erald sibuk menelpon orang suruhannya untuk mengecek CCTV dari mulai loby hotel,area pesta hingga depan kamar kami.Namun sialnya rekaman CCTV menghilang seperti sengaja di hapus.


Leo berjalan bolak-balik,ia sangat gusar sekarang.Lalu ia menelpon asisten dan entah apa yang ia bicarakan karena ia menjauh dari aku yang sedang duduk.


Aku tidak tahu akan bagaimana aku setelah ini jika ada orang yang tau.Meskipun kami tidak melakukan apapun dan di jebak oleh seseorang,tapi siapa yang akan percaya dengan kami jika tidak ada bukti?.Oh Tuhan,tolong aku.


................


Sehari setelah kejadian itu,aku meminta cuti sehari alasannya karena aku sedang tidak enak badan.Padahal pikiranku yang sedang tidak enak.Aku berdiam diri di apartemen ku.Aku duduk di balkon sambil memikirkan apa yang harus aku lakukan sekarang.


Ting, bunyi notifikasi di ponselku.Tenyata pesan dari Erald."Nona tolong buka pintu,aku udah pencet bell tapi nona ngga denger.Aku perlu ngomong sama Nona".Aku mengernyitkan dahi,ada apa sebenarnya?tidak biasanya Erald begini.


Aku pun membuka pintu,terlihat wajah Erald seperti orang panik


Halo readers.Ketemu lagi sama author.Buat yang udah mampir,borahae💜