Me and You (our fate)

Me and You (our fate)
BAB 23 (Insiden Yang Membawa Keberuntungan)



Setelah menjalani jadwal yang melelahkan seharian,malam ini aku ingin bersantai-santai sendirian.Aku ingin menyetir ke restoran sendirian tanpa Erald dan bodyguard.


Karena aku pergi sendirian aku harus hati-hati.Jangan sampai ada 1 orangpun yang mengenaliku.Aku juga butuh privasi bukan?.Celana Jogger dan Hoodie hitam menjadi pakaian pilihan ku malam ini.Tak lupa topi dan juga kacamata hitam untuk menyempurnakan penampilan ku agar tidak di kenali orang.


Mumpung masih pukul delapan malam aku bergegas ke restoran favorit ku.Aku mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi namun tetap hati-hati.Ah,rasanya menyenangkan sekali bisa menyetir sendiri seperti ini.Biasanya aku akan di temani Erald dan di kawal bodyguard.Tapi malam ini aku bebas.Aku ingin sekali sering-sering menyetir sendiri,tapi itu tidak mungkin pernah terjadi.Karena ketika ada orang yang melihat ku keluar,pasti mereka langsung menyerbu ku dan meminta foto.Bukan maksud untuk tinggi hati,tapi bayangkan jika berpuluh-puluh orang tergesa-gesa menghampiri ku dan tidak ada bodyguard di sisiku.Pasti aku dan penggemar ku akan terjatuh dan terluka.Itulah kenapa adanya bodyguard sangat penting dan tentunya demi keamanan semua.


Tak lama kemudian aku sampai di restoran favorit.Aku di sambut langsung oleh pemiliknya.Ya,aku sudah akrab dengan Nyonya Mayer,pemilik restoran ini.Ia kemudian mengantarkan aku ketempat khusus untukku.


Aku duduk sambil menikmati steak yang di masak medium.Kemudian di lanjut memakan desert kesukaan ku,cake stroberi dan jus mix berry.Mungkin bagi semua orang makan sendiri di restoran adalah hal yang membosankan,tapi aku sebaliknya.Karena setiap hari akan ada Lian,Erald dan beberapa orang lainnya yang akan menemaniku kemanapun itu.Mereka memastikan aku tetap aman.Dan untuk malam ini,aku sengaja tidak bilang bahwa aku akan menyetir sendiri.Jika mereka tahu,pasti mereka akan melarang ku pergi sendirian.Tapi untuk malam ini,maafkan aku semuanya.Aku tidak bisa menahan hasrat ku untuk pergi keluar seorang diri.Lagi pula aku hanya makan malam,tidak macam-macam.


Setalah makan malam aku bergegas pulang,meskipun pakaian ku seperti orang misterius aku tetap takut ada orang yang mengenaliku.


Aku bergegas menuju area parkiran.Lalu masuk mobil dan tancap gas.Di tengah perjalanan aku tiba-tiba ingin membeli susu stroberi.Aku memutuskan untuk berhenti sebentar dan memarkirkan mobil di sebrang sebuah minimarket.


Aku membeli 1 botol susu stroberi ukuran satu liter.Setelah membayar aku bergegas menuju mobil.Saat aku sedang menyebrang sebuah mobil melaju cukup kencang entah datang dari mana dan sialnya menabrakku.Aku terpental beberapa meter dan pandanganku ku samar-samar memudar.Apa lagi aku kecelakaan di tempat sepi.Ya tuhan,apakah aku akan mati di sini.Lalu pandangan ku menjadi gelap.


....................


Aku terbangun di ruangan yang serba putih dan aku tidak akan bertanya "Aku di mana atau di mana ini" seperti adegan yang di film-film.Karena aku tahu ini pasti rumah sakit.Aku merasakan sakit di sekujur tubuhku.Aku masih mencoba memulihkan kesadaranku sepenuhnya.Saat aku melihat ke samping,aku kaget.Bagaimana tidak,aku melihat seorang JK sedang tertidur di kursi sebelah ku dengan posisi kepala yang di letakkan di ranjang ku dan wajahnya menghadap ke arah ku.


Wajah tampan sekaligus imut itu mampu menyihir siapa saja yang memandangnya dari dekat.Bibir yang mungil,hidung yang mancung dan rambut yang sedikit gondrong itu menambah ketampanannya.Benarkah ini JK? Atau aku hanya bermimpi atau berhalusinasi karena pingsan?


Aku mencoba memejamkan lagi mataku lalu membukanya lagi.Aku takut ini hanya mimpi.Ku pandangi wajahnya.Aku memastikan apakah aku salah lihat atau tidak.Ya ini benar JK.Sekarang aku bingung.Apakah aku harus membangunkannya atau tidak.


Aku merasa haus sekarang,aku mencoba untuk bangun dan meraih gelas di nakas samping ku tapi badanku terlalu sakit untuk di gerakkan.Hingga pergerakan badanku membangunkan mahluk tampan yang tengah tertidur tadi.


"Fi,kau sudah sadar?" Tanya JK saat melihat ku sudah bangun.Aku belum sempat menjawab ia sudah menekan tombol call nurse.Tak lama kemudian dokter datang di ikuti beberapa perawat.Mereka mengecek keadaan ku dan memeriksaku lalu keluar.


Aku masih bertanya-tanya,apakah benar ini JK member BTS yang sangat terkenal itu? apakah benar ini JK orang yang aku idolakan sejak lama?


"Fi,maaf tadi aku menabrak mu.Aku sungguh tidak sengaja.Aku akan bertanggung jawab sepenuhnya sampai kau benar-benar sehat"ucap JK memecah lamunanku."A,apa,apa kau benar-benar JK? Tanyaku gugup."Iya aku JK.Aku yang menabrak mu tadi.Aku sungguh minta maaf.Karena aku kau jadi kepalamu berdarah dan kau pingsan selama lima jam"


"Kenapa kau diam?apa ada yang sakit"Tanya JK yang tampak khawatir.Aku tersenyum lalu menjawab "Tidak,hanya saja aku sedang merasa bahwa aku sedang bermimpi"."Kenapa?"."Kau tau,aku hampir tidak percaya bahwa kau adalah Jeon Jungkook bias yang selalu ku kagumi"."Ini bukan mimpi.Aku tadi menabrak mu saat kamu sedang menyebrang.Tentu aku merasa bersalah apa lagi tadi kau sendirian.Kenapa kau tidak meminta seseorang menemani mu?"Tanya JK lagi."Oh itu,aku sedang ingin menghabiskan waktu sendiri.Aku sudah lama tidak keluar sendiri.Aku berpikir jika keluar sendirian aku akan aman dari kamera wartawan dan dari kerumunan penggemar.Aku memang aman dari mereka tapi aku malah seperti ini" Celoteh ku panjang lebar.


Ia berkata dengan tulus terlihat dari sorot matanya yang menyiratkan penyesalan sekaligus rasa bersalah."Kau tenang Fi aku akan bertanggung jawab sepenuhnya dan aku akan menghubungi pihak manager mu.Aku minta maaf".Aku tersenyum padanya"Tidak apa-apa JK, terimakasih kau sudah mau membawaku ke sini dan mau bertanggung jawab.Dan aku akan pastikan tidak akan ada media yang tau kejadian ini"



Insiden kecelakaan tadi menyebabkan aku bertemu JK.Ia menjaga ku dan entah kenapa aku merasa senang bisa bertemu JK.Padahal aku terbaring di sini karena dia bukan? apakah aku sudah gila?. Jantung ku tidak aman saat ini.Aku melihat ia sesekali tersenyum padaku.Dan wajah tampannya itu,ah ini sungguh membuatku gila.



...............................


Keesokan harinya,Erald dan Lian datang.Mereka sudah di di beritahu oleh pihak JK.Pihak JK akan bertanggung jawab penuh atas insiden kecelakaan yang menimpa diriku hingga aku sembuh total.


Lian dan Erald terkejut saat menerima kabar bahwa aku kecelakaan karena setahu mereka aku di apartemen.Aku sendikit di marahi oleh mereka karena sudah ceroboh pergi sendirian.Akibat aku yang tidak mau mendengarkan perkataan mereka,aku berakhir terbaring di sini.Untung saja luka di kepalaku tidak cukup parah dan hanya ada beberapa luka lecet di beberapa bagian tubuhku.Teruntuk Managerku tercinta,aku minta maaf sekali.


Setelah Lian dan Erald tiba,mereka menyuruh JK untuk pulang dan beristirahat.Jk sudah menjagaku dari kemarin.


"Aku pamit dulu Fi,aku juga masih ada beberapa pekerjaan lagi.Maaf aku tidak bisa menjagamu sampai kamu sembuh.Sekali lagi maafkan aku" ucap JK pada ku lalu kemudian menundukkan kepalanya.Lagi-lagi aku di buat tertegun dengan sikapnya yang begitu sopan."Ah,iya JK.Tidak apa-apa lagi pula di sini sudah ada Erald dan Lian.Aku juga terima kasih karena kau sudah mau menjagaku dari kemarin".JK lalu tersenyum dan pamit pergi kepada kami"


Di ruangan ini tinggal aku,Erald dan Lian


Lian tampak khawatir padaku,tapi tidak bisa di pungkiri ia juga pasti sedang kesal dengan ku."Abis kejadian kayak gini,apa kamu masih mau keluar sendirian?"tanya Lian sambil menatap ku tajam.Belum sempat aku menjawab Erald juga ikut memarahi ku,"Nona,kalo mau keluarkan bisa bilang aku.Kalo Nona ngga mau sepenuhnya di temenin kan abis anter Nona aku bisa tunggu di luar.Kalo udah begini gimana coba?.Untung yang nabrak JK,kalo orang lain pasti mereka kabur.Kita ngawal Nona itu biar Nona aman"."Iya,maafin aku ya.Aku ceroboh keluar sendirian".


"Untung pas JK nabrak Nona ngga ada yang liat selain JK dan rombongannya.Coba kalo ada orang lain yang tau pasti panjang urusannya dan media pasti bakal merilis berita-berita yang negatif"tambah Lian lagi.


Kali ini aku memang salah.Tidak seharusnya aku pergi sendirian tanpa ada yang menemani.Andau saja aku mematuhi peraturan pasti aku tidak akan terbaring di sini dengan kepala yang di jahit dan tubuh yang lecet-lecet.


*Halo para readers kesayangan.Maaf ya kalo cerita terkesan halu.Ini emang cerita genrenya fanfic.Terima kasih yang udah mampir.Borahe💜*