Me and You (our fate)

Me and You (our fate)
BAB 25 (Bunga Dari Penggemar Kecil)



Hari ini aku sedang di kantor pusat Sky Label.Aku mengadakan pertemuan dengan manager dan para staff untuk membahas peluncuran merchandise ku.Yaitu topi buket dan boneka maskot yang bernama "Flove".Flove adalah maskot berwujud perempuan kecil yang lucu dan imut dengan topi bucket dan memegang simbol hati di tangan kanannya.


Setelah 2 tahun lebih aku berkarya di dunia musik,aku merasa banyak yang berubah.Aku di kenal banyak orang,dan aku sudah punya banyak penggemar di seluruh dunia.Aku senang setiap karyaku di sambut baik oleh orang-orang.


Aku tidak pernah sedikitpun bermimpi akan menjadi seperti ini.Tinggal di apartemen mewah,menyanyi dan di tonton orang banyak, memenangkan penghargaan bergengsi,bertemu dan berteman dengan bintang-bintang dunia.Aku sama sekali tidak pernah membayangkan hal ini akan terjadi.Dan meskipun aku menjadi penyanyi melalui jalur perekrutan,tapi percayalah ini tidak mudah.


Menjadi seseorang yang di kenal banyak orang akan tertuntut untuk bersikap baik.Bahkan sudah bersikap baikpun masih saja ada media yang meliris berita negatif.Semua kehidupan yang di jalani akan menjadi sorotan orang banyak.Bahkan mengunjungi restoran pun akan menjadi bahan berita.Semenarik itu kehidupan orang yang sudah di kenal banyak orang.Tapi yang selalu harus di lakukan adalah teruslah merendah di segala ketinggian.Jangan sampai merasa terlena dan menjadi tinggi hati.


..............................


Sepulang dari kantor Sky Label,aku langsung minta Erald untuk mengantar aku ke toko bunga dulu.Setelah membeli beberapa jenis bunga aku pulang ke apartemen.


Di mobil Erald sesekali mengajak ku bercanda.Aku senang punya asisten seperti Erald ia serba bisa dan pekerja keras dan itulah juga alasan ku tetap mempertahankan Erald.


Akhirnya aku sampai di apartemen dan Erald pamit untuk pulang.


Beginilah hari-hari kulakui.Aku akan bekerja seharian dan pulang saat malam.Di apartemen tidak ada siapapun yang bisa ku ajak bicara.Kalaupun ada Erald dia hanya akan duduk mengobrol sebentar saja.Kadang aku merasa hampa sekali duniaku ketika malam hari.Ah aku jadi rindu keluarga ku.


Malam menunjukkan pukul tujuh lewat tiga puluh menit.Terdengar suara orang menekan bell.Ku intip dari lubang pintu.Ternyata tukang antar barang.


Aku menerima Champagne dan seikat bunga dari seorang penggemar ku.Tadinya ini dikirim kekantor pusat tapi aku sudah tidak pulang dan akhirnya Lian meminta seseorang untuk mengantar ke apartemen ku.


Setelah sang kurir berlalu,aku masuk kedalam sambil membawa Champagne dan bunga mawar merah mudah yang cantik.


Aku duduk di sofa ruang tengah.Ku letakkan Champagne di meja entah nanti kuberikan pada siapa karean ya,kalian tau lah aku tidak meminum alkohol.Ku baca tulisan yang ada di kertas yang terselip di bunga itu.


Bunga mawar merah muda melambangkan rasa terimakasih yang tulus.


...........................


FLash back tadi siang.


Toko bunga langganan ku terletak di tempat yang terbilang damai.Ia berdiri sendiri dan di kelilingi kebun bunga pribadi dan dari kebun itulah bunga yang di jual ini berasal.Lingkungan di toko ini tidak begitu ramai tapi toko ini akan selalu ramai pengunjung karena bunga yang dinjual di sini benar-benar segar dan berkualitas bagus karena di petik langsung dari kebun.


Di sebelah toko tersebut ada lapangan kecil dengan pohon yang rindang tumbuh.Seolah-olah pohon tersebut memayungi area lapangan tersebut.Ada beberapa anak sedang bermain kereta api,bersepeda dan bermain kejar-kejaran.Aku tersenyum melihat mereka yang sedang tertawa bahagia.Ah, rasanya aku ingin bergabung dengan mereka.Lalu aku masuk ke toko bunga.Aku harus membeli beberapa bunga untuk menghias apartemen ku.


Aku sedang memilih-milih bunga.Aku sangat menyukai bunga Daisy dan tanaman untuk indoor.Setelah mendapat apa yang aku cari,aku di bantu Erald berjalan menuju arah mobil


Saat aku akan masuk mobil,aku di kejutkan dengan suara anak kecil yang terjatuh dari sepeda.Aku pun menolongnya.


"Lututmu terluka,mari sini Kakak obati"Aku pun menggendong nya dan mencari tempat duduk.Aku meminta Erald untuk membawakan kotak P3K yang ada di mobil.Anak kecil itu meringis kesakitan saat ku obati.


"Nah,sudah selesai.Lain kali hati-hati ya saat bersepeda dan lebih baik ada orang dewasa yang menemani.Oh iya,siapa namamu adik cantik"Tanya ku sambil mengusap rambutnya."Namaku Vin,kakak.Kalau kakak siapa?"ucapnya sambil tersenyum padaku.Manis sekali anak ini,senyum yang manis dan rambut yang di ikat dia menambah kesan semakin menggemaskan.Mungkin usianya sekitar 6 tahunan.


Anak kecil itu memegang tanganku lalu berkata "Nona,apakah anda Nona Fiona yang menyanyikan lagu Me itu?wajah anda sungguh mirip.Ah tidak bahkan lebih cantik jika di lihat secara langsung".Aku tersenyum padanya lalu menjawab"Ah kau ini,pandai sekali memuji.Coba tebak apakah aku Fiona"."Iya aku yakin sekali.Aku bisa tau dari pakaian yang kau kenakan sekarang.Nona Fiona sangat suka pakaian seperti anda " ."Iya adik manis,aku Fiona"."Kalau begitu Bolehkah aku mencium Nona?Aku adalah penggemar mu"Lagi-lagi aku di buat tersenyum.Dia lalu mencium ku dan mengucapkan terimakasih kasih.


Aku lalu menyuruh Erald mengambilkan sebuah boneka dari mobilku dan keberikan padanya.Lalu aku menyuruh Erald untuk mengantar ia pulang karena katanya rumahnya tidak jauh dari lapangan.Erald mengendong nya dan berjalan sambil menuntun sepedanya.Sedangkan aku menunggu di mobil.


Terimakasih yang sudah mampir dan yang telah mendukung ku.Borahae kalian semua💜