MARRY YOU

MARRY YOU
Dia Hanya Butuh Waktu



Sudah hampir jam makan siang ketika Luke menghentikan mobilnya di parkiran kantor. Tadi sepagian mereka berdua mengurus surat dan administrasi pernikahan.


“ Mau masuk duluan ?” tanya Raisa takut takut.


Luke menatapnya dalam, membuka pintu tanpa menjawab dan berputar membuka pintu untuk Raisa ,” Ayo.”


Raisa menghembuskan nafas. Menggigit bibir ketika Luke meraih tangannya menuju lift.


“ Siang pak, Raisa.” Sapa beberapa karyawan saat pintu lift terbuka di lantai satu.


“ Siang.” Sahut Luke tenang sambil mempererat genggamannya saat Raisa berusaha menarik tangannya. Menahan senyum melihat Raisa maksakan diri untuk tenang menyadari beberapa orang dalam ruangan kecil itu bertukar pandang.


“ Beresin kerjaanmu dulu, jam tiga kita ada tamu. Langsung ke ruanganku saja.” Luke melepaskan tangannya saat dilantai enam, menepuk lembut ujung kepala Raisa dan membiarkannya keluar.


Raisa menghembuskan nafas panjang saat keluar dari lift dan bergegas menuju ruangannya.


“ Selamat datang bu boss … “


Raisa terbelalak melihat tim nya berjajar dan sebuah karangan bunga diserahkan kepadanya ,” ini apa apaan sih ?”


“ Terkejut ?” Dani, anggota tim yang juga teman kuliahnya tersenyum lebar ,” Kami juga terkejut mendengar Sam batal menikah … malah kamu yang menikah dengan Big Boss.”


Raisa menggigit bibirnya ,” Siapa yang mengatakan pada kalian ? Crist .. Dina ?”


“ Sam tadi pagi. Dan dia meninggalkan catatan kerjaan selama dia cuti serta hadiah pernikahan kalian di mejamu.”


“ Sam kesini ?”


“ Iya tadi pagi kesini sebentar, sebelum ke bandara.” Dani menghembuskan nafas ,” Dia menceritakan bahwa di putus dengan Jessy di menit menit terakhir dan kalian yang akhirnya menikah. Kami khawatir karena dia nampak biasa saja.” Dani memberi tanda kutip dengan jarinya.


Raisa memijat keningnya ,” Kelihatannya dia dulu saat dilahirkan tidak menangis, tapi tertawa.” Dilambaikannya bunga ,” Terima kasih untuk ini.” Ujarnya dan memasuki ruangan, kali ini menutup pintunya.


Diliriknya daftar yang diberikan Sam kemudian meraih kotak berwarna merah keemasan dan membukanya.


...Ini hadiah pernikahan untuk kalian,


...


...sertifikatnya sedang dalam proses ganti nama jadi atas nama kalian.


...


...Jangan melihat ke belakang, tugas utamamu sekarang membangun hubungan kalian, yang aku tahu tidak akan sulit.


...


...


...Aku membutuhkanmu dan dukunganmu seperti biasanya saat aku kembali. Aku tidak akan kalah kuat dan berani darimu.


...


...😀 Aku mau menangis tapi tidak didekatmu, jadi kamu tidak bisa mengejekku.


...


Raisa tersenyum dengan mata basah, setidaknya ia tahu Sam akan baik baik saja. Dia hanya butuh waktu.


“ Luke ?” diangkatnya ponsel saat berdering .


“ Sam meninggalkan pesan bahwa dia meninggalkan sesuatu di mejamu.”


“ Ya. Kunci, remote dan surat villa itu.”


“ Heeem …. Dia sudah mengatakannya padaku hari itu. Terima saja. Nanti kita berterima kasih padanya saat dia pulang.”


“ Luke …. Sam memberitahu departemenku tentang apa yang terjadi kendati hanya garis besarnya.”


“ Dia juga bikin pengumuman di lantai ku.” Luke tertawa pendek ,” Sampaikan pada tim mu, kita undang mereka makan malam sepulang kerja. Linda akan mengaturnya.”


“ Baiklah.”


“ Ya sudah, aku ada meeting. Jangan lupa jam tiga naik ke ruanganku.”


“ Ya.” Raisa meletakkan ponsel, berdiri membuka pintu dan tersenyum kecil melihat delapan kepala disana menatapnya serentak ,” Kalian ada waktu malam ini ? Luke mengundang makan malam.”


Dihembuskannya nafas mendengar mereka bersahutan mengiyakan ,” Tidak bisakah hanya menjawab ok ?” gerutunya dengan wajah memerah sambil mendekati meja Anissa ,” Ada dokumen yang perlu approval hari ini ?”


Anissa menyerahkan setumpuk ,” termasuk penarikan kartu kredit kedua Sam dan pengalihan rekening transfer gajinya.” Jelasnya hati hati.


Raisa mengangguk, pun seandainya Sam tidak melakukan itu ia akan memintanya. Dan ia yakin Sam tahu itu ,” Dan, tagihan kartu kredit sudah di rekap ? Berikan padaku dan kartu kedua Sam, jangan dibayar dulu.” ditunjuknya berkas di tangan Dani.


Dani meyerahkan rekapan ,” Tapi Sam tadi minta kartu yang ditarik dibayar juga. Sebenarnya kami diminta menyembunyikan darimu.”


Raisa terdiam ,” Memangnya kalian bisa ?” Ujarnya sambil membawa berkas ditangannya ke dalam dan tenggelam dalam pekerjaannya, hanya melambai ketika yang lain keluar makan