Loving You, Is Hurt

Loving You, Is Hurt
Chap 6 – Makan malam yang gagal



Anna dan Evelyn kini sudah berkumpul dimeja makan bersama, sekarang mereka hanya menunggu Samuel,


Karena semua kebutuhan termasuk makanan sudah tersajikan diatas meja.


"Huh, dimana kakakmu itu Eve? Sepertinya dia ingin membuat kita mati kelaparan." Anna mendengus


"Haruskah kita memakannya lebih dulu? dan menyisakan sisanya saja? Karena perutku sedari tadi sudah bergemuruh." Evelyn berpendapat


"Ya, biar kita mendapat amarahnya?" Anna menjawab, membuat Evelyn menghela napas kasar.


"Kau tunggu disini, aku akan memanggilnya."


"Baiklah,"


***


"Sam, kau seharus–" Belum sempat menyelesaikan ucapannya,


Anna terpelongo menatap tubuh kekar atletis milik Samuel, yang hanya menggunakan handuk kecil yang melilit dibagian bawahnya.


"Bisakah–" Baru igin melanjutkan perkataannya, Anna dengan gesit langsung memotong kalimatnya.


"Kau mengetuk pintu terlebih dahulu Anna Camille?" Lanjut Anna menirukan gaya bicara Samuel.


Samuel yang geram mendatangi Anna, membuat yang didekati merasa tak aman.


"Apa yang kau lakukan? Menjauhlah!" Ucap Anna yang mulai takut, dirinya ingin membalikan badannya dan kabur dari hadapan Samuel,


Namun tangannya langsung dicegat, membuat Anna menelan salivanya dengan sulit.


Fyuuu...


"Tutup matamu Anna!" Titah Samuel saat menyadari ada yang jatuh.


Membuat Anna menatap tak percaya pada sebuah benda yang menggantung menyambung dengan tubuh Samuel.


"B–besar sekali.." Anna berucap tak sadar. Semakin membuat sang empu menggeram.


Ia mengeluarkan Anna yang diam membisu dibuatnya, lalu menutup pintu kamarnya dengan kencang.


Membuat Anna kembali sadar dari keterpakuannya,


Dengan pikiran yang kemana-mana, Anna turun menyusul Evelyn yang sedari tadi menunggu keduanya.


"Apakah dia mau makan?" Tanya Evelyn yang melihat Anna dengan pandangan yang tak bisa ditebak.


"Ya, sangat besar!" Anna kembali berucap ngawur.


"Apanya yang besar?" Evelyn menatap Heran pada saudari tirinya itu.


"Ah, oh.. Tidak? Apakah aku baru saja mengatakan sesuatu?" Anna salah tingkah dihadapan Evelyn, kejadian yang baru saja menimpanya, membuat ia tak terfokus dengan segalanya.


Bersamaan dengan Samuel yang baru saja turun tangga, terlihat jelas guratan-guratan amarahnya karena kejadian yang baru saja, ditambah mendengar lontaran perkataan dari Evelyn.


"Makanlah lebih dulu Eve, aku ada urusan dengan adik tirimu ini." Tutur Samuel lalu menarik kasar tangan mulus Anna.


"Apa kau tak dididik di rumah?" Tanya Samuel dengan menatap Anna gusar.


"Berhenti menatapku seperti itu Samuel, kau menakutkan!" Jujur Anna, lalu seketika itu juga bahu kecil milik Anna dicengkram hebat oleh Samuel.


"Sekali lagi kau berlaku tidak sopan kepadaku, ku pastikan kau akan menyesalinya Anna." Ancam Samuel, lalu meninggalkan Anna yang diam dengan tubuhnya yang bergetar.


...***...


"Dimana Anna?" Tanya Evelyn menatap Samuel yang berjalan sendirian.


"Katanya, dia ingin menghidup udara luar." Bohong Samuel.


"Jangan berbohong padaku Kak. Aku tahu, bahwa kalian berdua sedang bermasalah."


"Jangan sok tahu, Anak kecil." Samuel Berucap, lalu meninggalkan Evelyn sendirian diruang makan.


"Kau tak ingin makan?" Tanya Evelyn lagi yang melihat kakaknya itu melangkah naik ke kamarnya,


Yang dibalas dengan lambaian tangan dari Samuel, menandakan bahwa ia tak ingin ikut makan malam saat ini.


Tak berselang lama, Anna masuk kedalam Rumah megah milik Samuel, ia langsung terfokus dengan Evelyn yang masih berada dimeja makan.


Ia segera menghapus air matanya yang lagi-lagi menetes dari sudut matanya.


Hal itu ditangkap oleh kedua mata milik Evelyn,


"Anna, apa kau baik-baik saja?" Evelyn mendekat kearah Anna, ia menatap bingung pada saudarinya itu.


"Apa yang sebenarnya terjadi?" Evelyn berucap didalam hatinya.


"Kak Eve, apakah selama ini kelakuan ku membuatmu tidak nyaman?" Tanya Anna.


Membuat kening Evelyn berkerut bingung, ia merasa aneh dengan sebutan 'kak' yang keluar dari mulut Anna.


"Apa yang terjadi? Mengapa kau berpikir seperti itu?"


"Jawab saja, apakah tindakanku membuatmu tidak nyaman? Dan bertingkah kurangajar kepadamu?"


"Tidak.. Memangnya ada apa Anna? Mengapa kau berkata seperti itu? Dan, kata kak? Jangan membuatku bingung, tolong!" Celoteh Evelyn dengan segala pertanyaannya.


"Huft.. Jika kau merasa tindakanku berlebihan, beri tahu padaku ya, Kak." Anna berucap, lalu meninggalkan Evelyn yang menatap bermaksud meminta penjelasan.


"Haish. Apa yang dilakukan si bodoh itu pada Anna?"


Dari atas sana, terlihat seorang pria yang menatap perbincangan keduanya dengan tatapan yang sulit diartikan.