
Suasana canggung tercipta antara dante, moza dan nathan.
Bola mata nathan terbelalak dan sedikit terangkat ke atas mendandakan rasa kaget yang teramat sangat
Nathan : apa .....? Dia mantan pacar mu
Moza : iya.. betul
Nathan : lalu apa yang sedang di lakukannya di dalam rumah ini? Apa sebelumnya kalian melakukan janji?
Moza : jangan gila nathan tentu saja aku tidak akan melakukannya
Dante : sepertinya aku mencium bau pertengkaran diantara kalian berdua hahahahha baguslah aku rasa kalian memang tidak cocok
Nathan : kamu sebagai orang luar tidak berhak berkata apapun.. jadi cepat pergilah
Dante : lihat moon bagaimana dia tidak percaya kepadamu
Nathan : moon ? Siapa moon
Dante : tentu saja panggilan kesayanganku untuk moza bukankah begitu moon " sambil tersenyum menyeringai ke arah moza "
Tatapan nathan berubah tajam bola matanya memerah ... kelihatan begitu sangat tidak nyaman dengan prilaku dante
Moza yang melihat hal itu segera kembali menenangkan nathan.
Moza meletakan kedua tangan lembutnya tepat di pinggul nathan sambil memeberikan sedikit tekanan di pinggul nathan yang sexy
Moza mendekatkan wajahnya kepada nathan sambil menatapnya dengan tatapan nakal dan manja
Nathan : ehhh.... ( sambil sedikit mundur )
Melihat gestur yang ditunjukan nathan moza segera menghujani nathan dengan sebuah ciuman tepat di bibir merah nathan yang begitu manis
Mata nathan terbelalak sama sekali tak menyangka moza berani menciumnya tepat di hadapan orang lain
Bibir moza yang lembut dan hangat membuat nathan merasa nyaman
Seketika bahu nathan yang semula terlihat tegang perlahan lahan mulai turun
Kejutan yang moza berikan kepada nathan membuat nathan seperti terbang melayang ke udara sekarang tanpa ragu lagi nathan membalas ciuman moza dengan semakin dalam dan liar.
Moza dan nathan terbawa suasana sehingga melupakan keberadaan dante diantara mereka
Moza mulai menarik bibirnya perlahan dari mulut nathan dengan maksud menghentikan ciumannya.
Seperti kehilangan akal alih-alih menghentikan ciumannya nathan malah mencium moza semakin agresif lagi
Seperti memiliki fikiran sendiri akhirnya tangan nathan mulai menjelajahi setiap bagian tubuh moza yang terlihat menggoda.
Moza memegangi pinggang nathan dengan lebih erat lagi seperti tidak keberatan dengan apa yang dilakukan nathan.
Hati nathan menjadi lega karna dia merasa jika moza tidak merasa keberatan dengan apa yang dia lakukan.
Nathan mulai membelai bagian tubuh belakang dari moza dengan lembut.
Nafas moza dan nathan terdengar mendesah bersautan.
Saat nathan mencoba memasukan tangannya kedalam pakaian moza tiba-tiba nathan terkejut
Plakkkkk.... suara tepisan tangan yang dilakukan oleh dante kepadanya
Nathan naik pitam tiba-tiba nathan menarik pakaian yang dikenakan dante
Nathan : apa maksudmu melakukan itu padaku?
Dante : hanya mencegah orang gila berbuat sesuka hatinya .. santailah ini hanya sebuah upaya agar seseorang tidak akan menyesali perbuatan bodohnya di masa depan.
Nathan : siapa yang kamu maksud dengan orang gila apakah aku?
Dante : hmmm... apakah kamu mengakuinya?
Nathan : kau ini.... ( sambil mengepalkan tangannya)
Moza dengan sigap memegang tangan nathan yang sudah gemetaran semenjak tadi
Moza menarik tangan nathan sambil memberikan kecupan lembut pada tangannya.
Emmmcuahhhhh
Moza : sudahlah sayang jangan mengotori tanganmu untuk orang yang tidak penting seperti ini.
Nathan : ehhhh... baiklah ( sambil tersipu malu)
Moza : sebaiknya antarkan aku kekamar .. mungkin sepertinya aku harus pergi beristirahat untuk menghilangkan rasa lelah
Nathan : ahhhh kamar tempat favoritku ( sambil menggoda moza)
Dante yang tidak senang melihat keintiman di antara moza dan nathan segera merusak suasana yang terbangun di antara mereka
Dante : aishhhh... jangan membuat bulu kuduk ku merinding karna prilaku aneh kalian
Moza : kalau begitu cepat pergilah keluar , kehadiranmu disini menganggu kami
Dante : hei.. tidak perlu marah bertindaklah wajar
Moza : sejak dulu aku adalah orang yang normal bukan orang kasar dan gila seprrtimu ! Dasar berandalan
Mendengar perkataan moza yang kasar dante kemudian memegang pergelangan tangan moza dengan erat.
Tanpa sadar dante memegang tangan moza dengan penuh tenaga sehingga moza merasa kesakitan.
Moza : ahhhhh.. sakit lepaskan
Nathan yang sudah tidak tahan dengan perlakuan dante seketika melepaskan genggaman tangan dante pada moza.
Nathan : brengsek jangan coba-coba menyakiti pacarku lihatlah yang aku lakukan akan berkali kali lipat dari apa yang kamu lakukan pada moza.
Moza : ahhhh... sakit
Konsetrasi nathan mulai terpecah mendengar erangan kesakitan dari moza
Nathan segera mengalihkan pandangannya kepada moza seraya memeriksa keadaan moza dengan penuh hati-hati
Nathan : ahhh ini pasti sakit pergelangan tanganmu sampai membiru, aku tidak boleh hanya berdiam diri saja.
Moza : aku mohon jangan ... kali ini bairkan saja dia pergi
Nathan : baiklah.. sesuai keinginanmu
Moza : sekarang kumohon pergilah
Dante : tapi moon maaf aku tidak sengaja melakukannya aku benar-benar marah tadi , aku mohon maafkan aku
Moza : pergilah jangan meminta maaf lagi
Dante : moon katkan apa kesalahanku kali ini
Moza : dante aku mohon pergilah aku sudah terlalu lelah
Jedar....... seperti di sambar pertir tubuh dante mematung dang tidak dapat dikendalikan lagi seketika hati dante hancur mendengar perkataan moza yang membuatnya kembali kedalam ingatan dimasa lalu dimana kata-kata lelah dari moza merupakan kata-kata terakhir yang di ucapkan oleh moza sebelum dia pergi menghilang dari kehidupan dante.
Dengan langkah kaki yang menjauh moza dan nathan meninggalkan dante.
Dante berlari pergi menuju rumahnya dan duduk di sudut kamar yang gelap sambil menitikan air mata.
Ingatan lima tahun lalu kembali melintas di fikiran dante masih terbayang bagaimana moza meninggalkan dante tepat di minggu pertama mereka berpacaran.
Awalnya semua berjalan lancar namun seketika hancur berantakan tanpa alasan.
Dante : wanita jahat itu bahkan masih menyakiti aku setelah lima tahun berlalu , sekarang Bahkan dia berani mencium orang lain di depan umum sungguh sangat jauh berbeda tapi kenapa perasaan cinta ini tidak pernah berakhir walaupun telah lama berlalu
Kali ini aku harus benar-benar mendapatkan jawabannya mengapa dia meninggalkan aku lima tahun yang lalu.
Di tempat lain moza dan nathan sedang saling berhadap hadapan di dalam kamar
Moza : ahhhh... baiklah terimakasih sudah mengantarkan ku.. sekarang kamu boleh pergi bukankah kamu juga baru sampai jadi cepatlah pergi beristirahat
Ekspresi ketakutan moza membuat nathan tidak tahan untuk menggodanya
Nathan merangkul pinggul moza dengan tiba-tiba dan menariknya kedalam dekapannya, moza yang panik mulai memberontak mencoba melepaskan pelukan nathan.
Moza : aishhhh... kamu ini membuat ku kaget cepat lepaskan
Nathan : tidak...
Moza : ayolah jangan seperti anak anak
Moza terus melangkah mundur samapai ke ujung tempat tidur moza.
Nathan : mau mundur lagi kebelakang... lihat itu kasur ... kamu memang sangat tau tempat favoritku..
Wajah dan telinga moza seketika memerah
Cuppppppp.....nathan mencium telinga moza sambil menjulurkan lidahnya ke arah telinga moza
Moza yang merasa kegelian menggeliat dan mendesah mengeluarkan suara yang sexy
Moza : ashhhh.... nathan
Saat ini nathan sudah kehilangan kesadaran wangi tubuh moza yang harum membuatnya tergila-gila
Sekarang moza sudah tidak berdaya gairah dalam jiwanya sudah memuncak
Merasa bahwa moza memberikan izin untuk nathan melakukan sesuatu yang lebih maka nathan perlahan mendorong tubuh moza ke atas kasur dengan penuh kelembutan dan perlahan
Tubuh nathan berada tepat di atas tubuh moza hanya dengan ditopang satu tangan sementara tangan lainya sibuk membelai rambut moza perlahan
Sejenak nathan menghentikan ciumannya sambil mengajukan pertanyaan
Nathan : moza apa kamu yakin?
Moza : euhhhh... "sambil malu-malu"
Nathan : apa kamu.....
belum selesai nathan mengajukan pertanyaan moza sudah berinisiatif mencium nathan terlebih dahulu
Deg.. deg... deg... suara detakan jantung nathan semakin cepat adrenalinnya mulai memuncak
Shhhhhhhh.... suara nafas moza mendesak sexy tak karuan
Moza memasukan kedua tangannya kedalam pakaian nathan mulai menariknya keatas sampai terlepas namun sungguh sial pakaian nathan saat itu sulit di lepasakan
Brukkkk... moza memukul dada nathan dengan
Manjanya...
Nathan : kenapa?
Moza : bagaimana ini pakaianmu sulit dilepaskan
Nathan : kamu memukulku hanya karna ini
Nathan menarik pakaiannya sampai terlihat bertelanjang dada...
nathan : seperti ini maksudmu? Lalu sekarang apa lagi
Moza tersipu malu mendengar perkataan nathan
Badan sixpack nathan membuat moza tidak tahan untuk tidak menyentuhnya..
moza dan nathan kembali saling berciuman keduanya mengeluarkan hawa panas yang sangat besar...
nathan mencoba melakukan hal yang sama kepada moza dengan berniat membuka pakaian moza namun tiba-tiba nathan mengurungkan niatnya..
Moza yang merasa heran segera bertanya kepada nathan
Moza : kenapa apa yang terjadi apakah ada yang salah
Nathan : tidak hanya saja aku masih belum berani melakukannya ada sedikit keraguan dalam hatiku
Moza : apa maksudmu ?
Nathan : tidak ada ... ayolah kita tidur saja
Moza : euhhh... baiklah
Nathan mencoba menyembunyikan perasaanya dari moza karna nathan sebenarnya tidak ingin moza tau bahwa dalam hatinya masih ada keraguan tentang kejadian sebelumnya apakah benar apa yang dikatakan oleh jordy padanya.
Waktu berlalu begitu manis diantara nathan dan moza sepasang kekasih yang akhirnya kembali bersama-sama.
Ke esokan harinya nathan bangun mendahului moza ... nathan membelai dahi moza dengan penuh kasih sayang menatap moza begitu dalam
Mencoba mendekapnya dengan lebih erat lagi
Tak lama kemudian moza terbangun
Moza : untuk apa kamu memandangku seperti itu
Nathan : tidak ada hanya saja aku ingin melihat pacarku yang sexy ini
Moza : ahhh dasar cabul...
Nathan tersenyum mendengar perkataan moza
Moza : nathan cepat pergi mandi hari ini tolong antarkan aku ke markas
Nathan : kenapa tidak libur saja sehari bukankah kita harus mengambil waktu yang lebih panjang agar keintiman diantara kita bisa terbangun kembali.
Moza : jangan kekanak kanakan ayolah
Nathan : apakah ada sesuatu yang penting hari ini?
Moza : ya ... edwin bilang kami akan memiliki ketua tim baru
Nathan : lalu apakah kamu harus datang?
Moza : tentu saja
Nathan : baiklah sesuai keinginanmu tuan putri
Nathan dan moza segera pergi setelah keduanya selesai berisap siap...
sesampainya di markas moza segera masuk kedalam karna takut terlambat
Edwin : kamu hampir saja terlambat.. cepat duduk
Moza : baiklah ketua...
edwin : hei.. berhenti memanggilku ketua karna kita akan punya ketua baru
Moza : baiklah
Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki dari dalam lorong ... tuk..tuk..tuk
Disusul sosok lelaki tinggi rapih dan tampan
Bukan malah mengaguminya moza malah terperanjat melihat sosok lelaki yang masuk kedalam ruangan
Moza segera bangkit bediri sambil menunjuk kearah lelaki tersebut
Moza : kau... bisa bisanya datang kemari
Edwin : moza janga sikapmu dia adalah ketua kita yang baru..
moza : apa... ? Aku fikir kalian sudah gila memilih orang yang jelas jelas tidak kompeten untuk menjadi ketua
Edwin : moza sudahlah... ini adalah keputusan dari pusat aku mohon hargai ini
Dante : apa kamu keberatan? Jika kamu keberatan kamu boleh pergi dari tim ini tapi jangan salahkan aku jika aku melaporkan perlakuanmu bahwa kamu telah berlaku tidak profesional.
Mendengar perkataan dante moza naik pitam dan segera berjalan menuju keluar ruangan.. namun belum sampai di depan pintu dante menarik tangan moza dengan erat
Moza : lepaskan idiot...
dante : keluar... kalian semua kecuali moza
Moza : lepaskan aku...
dante : tidak... diam disini turuti kata-kataku
Dante mengeratkan pegangannya sehingga membuat moza tidak bisa bergerak..
mereka saling bertatapan dengan pandangan penuh emosi seolah ada sesuatu yang pelik diantara mereka.
Note : apa pembaca bisa menebak apa yang akan terjadi selanjutnya
Hmmm bukankah moza dan nathan semakin panas
Hmmm nathan sangat menggoda bukan
Jangan lupa like, coment, rate dan share
Penulis ingin tau pendapat kalian