Love secret agent

Love secret agent
Moza dan sebuah pernikahan



Beruntung zico melihat pantulan cahaya titik merah yang berada di pakaian yang dikenakan nathan lantas zico menoleh untuk melihat darimana asal cahaya tersebut karena zico tau cahaya itu berasal dari senjata api yang sedang mengunci target.


Zico melihat kesebrang gedung dimana terlihat seseorang yang sedang berdiri sambil memegang senapan yang sudah siap untuk menembak nathan sebagai sasaran.


Dwar....... dorr.... suara kaca yang pecah akibat tertembus peluru tanpa pikir panjang lagi zico segera berlari menghampiri nathan,, zico mendorong tubuh nathan ke atas lantai untuk menghindari tembakan namun zico kurang beruntung tangannya mengenai serpihan kaca yang berserakan di atas lantai.


Zico terluka cukup parah tangannya banyak mengeluarkan darah nathan yang sedari tadi masih terlihat kaget karena serangan yang tiba-tiba seketika mematung melihat darah yang di keluarkan dari tangan zico, nathan mengeluarkan pistol dari balik pakaiannya lantas nathan segera berdiri mengarahkan tembakan kepada orang yang berada di sebrang gedung.


Srakkkkk.... dor... dor.... dorr....


Terjadi adu tembakan antara nathan dan orang yang berada di sebrang gedung


Suara tembakan yang terdengar begitu kencang seketika membuat moza dan sebastian terperanjat mereka saling mentap satu sama lain saling memberikan isyarat kekawatiran dengan raut wajah yang tegang, moza segera berlari menuju suara tembakan.


Suara tembakan terdengar semakin dekat jaraknya ternyata suara tembakan tersebut berasal dari kamar lama yang di tinggali moza makin khawatir perasaan moza mengingat di sana ada nathan yang sedang menunggunya moza mengerahkan segenap kekutannya untuk berlari secepat mungkin untuk memastikan nathan baik-baik saja.


Moza akhirnya sampai di depan pintu kamar moza melihat nathan yang sedang berdiri di balik dinding sambil memegang pistol di kedua tangannya dengan melihat nathan dalam keadaan baik-baik saja perasaan moza seketika berubah menjadi lebih lega namun perasaan itu membuat moza menjadi tidak waspada, moza tidak sadar bahwa saat ini moza telah menjadi sasaran tembak dari orang yang berada di sebrang gedung.


Nathan yang menyadari hal itu segera menghampiri moza untuk menghalangi tembakan yang di tujukan ke arah moza, moza masih terdiam seperti tersihir sesuatu


Dorrrr.....jlebbbbb... peluru yang di arahkan kepada moza mengenai punggung nathan.


nathan yang menghalangi moza dengan cara memluknya dengan erat kemudian sedikit-demi sedikit melepaskan pelukannya sambil memeriksa apakah terjadi sesuatu kepada moza.


Nathan : apakah kamu baik-baik saja? Apakah ada yang terluka katakan mana yang sakit ?


Moza : nathan berhenti jangan panik aku tidak apa apa lihatlah tidak ada bagian dari tubuhku yang terluka jadi kumohon berhenti khawatir justru aku datang kemari secepat mungkin karena aku takut terjadi sesuatu kepadamu.


Apakah kamu baik-baik saja kenapa barusan kamu tiba-tiba memelukku tapi tadi aku yakin telah mendengar suara tembakan.


Nathan : syutt... ( sambil menahan mulut moza dengan jari tangannya) sudahlah jangan berisik lagi kenpa di dalam otakmu yang sekecil ini terdapat banyak pertanyaan dan mulutmu ini selalu saja tidak ada berhentinya berbicara.


Apa kamu tau terkadang aku hanya membutuhkanmu untuk diam saja karna rasanya sudah se abad lamanya kita tidak pernah sedekat ini, sudah begitu lama semenjak kamu terakhir kali meninggalkan aku karena sebuah alasan.


Moza : nathan apa yang kamu katkan bukankah kamu sendiri mengetahui alasan mengapa aku meninggalkan inggris pada saat itu maka aku mohon jangan mengajaku kembali ke masa lalu.


Nathan : apa kamu tidak lelah selalu berpura-pura di hadapanku sebenarnya aku tau kepergianmu bukan semata karna perintah dari tuanmu melainkan berasal dari rasa sayangmu terhadap orang itu yang sampai saat ini masih saja membuat kamu hidup dimasa lalu.


Apa kamu fikir aku tidak pernah mencari tau tentang kehidupanmu selama ini ? aku tau orang itu adalah jordy bukan ?


Moza aku sudah lelah bersandiwara di hadapnmu menganggap semua masih sama dan baik-baik saja, jika dia orang yang dapat membuatmu bahagia maka aku akan mundur saat ini juga namun harus kamu sadari suatu hari nanti aku masih sama seperti dulu memegang janjiku sebagai seorang matahari.


Brukkkkk.... tiba-tiba nathan hilang kesadaran dan terjatuh kelantai moza yang merasakan kepanikan luar biasa segera mengankat badan nathan dan mencoba membangunkannya dengan cara menggoyangkan tubuhnya.


Moza : nathan jangan bercanda cepat bangun .. jangan membuat aku ketakutan. Apa kamu ingin aku mati karena terkena serangan jantung.


Moza merasakan sesuatu yang basah di tangannya lantas moza segera melihatnya seketika bola mata moza hampir saja locat keluar dari dalam matanya melihat darah yang berada di tangannya.


Moza : ya tuhan apa sebenarnya yang terjadi dengan nathan apakah tembakan yang tadi telah mengenai tubuhnya, apakah saat dia tadi memeluku sebenarnya dia telah menghalangi peluru itu untuk aku.


Bodoh harusnya sejak tadi aku sudah merasa curiga dengan perlakukan nathan yang mencurigakan semenjak tadi.


Tidak lama kemudian sebastian datang dengan membawa beberapa pengawalnya, sebastian yang melihat nathan tidak sadarkan diri di pelukan moza dengan reflek memindahkan tubuh nathan kedalam pelukannya.


Melihat begitu banyak darah yang keluar dari tubuh nathan sebastian seketika murka kepada setiap orang yang berada di sana.


Sebastian : bodoh.. kalian semua bodoh bahkan untuk sekedar menjaga keamanan pada malam hari ini saja kalian tidak mampu lalu apakah kalian masih layak mendapatkan julukan sebagai anak buah dari seorang sebastian.


Sekarang cepat panggilkan dokter ke kamarku dokter itu harus sampai dikamarku dalam waktu lima menit jika sekali lagi kalian gagal melaksanakan perintahku maka taruhannya adalah kepla kalian sendiri.


Tanpa disadari orang yang berada di sebrang gedung yang telah menembak nathan sudah berhasil melarikan diri. Sebelum diketahui siapa identitas dari orang tersebut.


Sebastian mengangkat tubuh nathan kemudian membawanya kedalam kamar pribadinya sambil terus meneteskan air mata setiap langkah sebastian menuju kamar terasa semakin berat dan menimbulkan rasa sakit yang teramat sangat didadanya.


Sekali lagi sebatian merasa gagal menjaga nathan, perasaan sedihnya tergambar dari raut wajahnya bahkan saat itu semua orang melihat sisi lain dari diri sebastian yang biasanya terlihat kejam bahkan tanpa belas kasihan namun jika dihadapkan dengan nathan batu karang itu seketika hancur berkeping-keping.


Moza yang merasa bersalah hanya bisa menyesali perbuatan bodohnya yang telah membuat nathan menjadi terluka.


Sesampainya di kamar sebastian segera membaringkan nathan di atas tempat tidur miliknya sambil memegang tangan nathan sebastian masih saja mennagis mengharapkan nathan untuk tetap kuat dan bertahan untuk dirinya.


Sebatian : moza.. katakan siapa yang melakukan ini kepada nathan ? aku akan memastikan orang itu mendaptkan pembalasan yang setimpal


Moza : maaf tuan aku tidak bisa menjawab pertanyaanmu bahkan aku sendiri tidak tau siapa yang berada di balik semua ini yang aku tau hanyalah nathan telah menyelamatkan nyawaku untuk kesekian kalinya.


Sebstian : apa maksud perkataanmu ?


Moza : iya tuan nathan telah mengorbankan keselamatan dirinya sendiri untuk menyelamatkan nyawaku, kenyataanya tembakan itu ditunjukan untuku namun nathan yang melihat hal itu segera memeluku dan menahan tembakannya untukku. Maaf tuan aku telah bersikap bodoh bahkan aku dengan teledornya masih tidak menyadari bahwa nathan telah terluka.


Sebastian : apakah nathan masih tidak bisa merubah perasaanya kepadamu setelah sekian lama ?


Moza : tuan sekali lagi maafkan semua kebodohanku entah dengan cara apalagi aku harus membayar semua kekacauan yang telah aku buat saat ini.


Sebastian : benarkah kamu sungguh-sungguh ingin membayarnya ? jika kamu memang bersungguh-sungguh maka kamu bisa melakukan satu hal untuk kebaikan nathan.


Sebatisan : baguslah jika kamu bisa memahaminya.. moza untuk membuat nathan bisa hidup dengan normal dan tenang satu-satunya cara hanyalah dengan membuat kamu menikah dan memiliki seorang pasangan dengan begitu mau tidak mau nathan harus melupakanmu dengan cara mengubur semua angan-angannya untuk hidup bersamamu.


Kumohon bantulah aku agar nathan bisa melupakanmu.


Moza : tapi tuan dengan siapa aku harus menikah karna bahkan setelah sekian lama dia selalu saja mengetahui semua rencana kita.


Nathan bukan orang bodoh dia akan menyadari bahwa ini hanyalah sebuah cara untuk memaksanya mengubur perasannya kepadaku.


Sebastian : untuk itu kita harus memiliki calon yang tepat walaupun dengan berat hati kita harus memastikan rencana ini akan membuat hati nathan hancur sehingga tidak memiliki lagi harapan kepadamu dan untuk rencana besar kita ini aku sudah memiliki calon suami yang tepat untuk dirimu.


Moza : siapa orang yang tuan maksud ?


Sebastian : tentu saja orang itu adalah jordy anak dari istriku zenaya kita telah sama-sama tau bahwa dulu kalian pernah saling menyayangi bahkan aku masih bisa merasakan bahwa dihatimu masih tersimpan perasaan untuk jordy.


Moza : tapi itu dulu tuan bahkan saat ini dia menganggap aku sebagai orang asing, aku mohon tuan fikirkanlah kembali aku tidak menolak perjodohanmu hanya saja aku merasa sedikit keberatan dengan calon yang tuan ajukan.


Sebastian : percayalah dengan kasih sayangmu yang begitu besar kepada jordy maka suatau saat nanti kamu akan berhasil membuatnya kembali mengingatmu.


Bukankah dengan alasan yang sama beberapa tahun lalu kamu datang kekediamanku untuk melakukan sebuah perjanjian, bukankah cinta ini juga yang membuatmu berani berjanji kepadaku untuk tidak mencintai jordy dan hanya akan mengawasinya dari kejauhan.


Moza : tuan bukankah sejak dulu kamu tidak pernah mengizinkan perasaan cinta itu tumbuh diantara kami lalu kenapa saat ini kamu malah melakukan hal yang sebaliknya sebetulnya apa alasan yang melandasi perubahan sikapmu yang begitu tiba-tiba.


Sebastian : setelah waktunya tepat aku akan mengatakannya padamu saat ini ikutilah saja perkataanku. Anggap saja bahwa aku tealah memberikan restuku untuk cinta kalian yang telah kalian perjuangkan dimasa lalu semakin dekat dengan jordy maka akan semakin mudah kamu mengawasinya dan semakin mudah juga kamu melporkan setiap pergerakannya kepadaku.


Saat ini aku akan mempertaruhkan segala yang aku miliki hanya untuk nathan aku mohon jangan tanyakan apapun lagi padaku karna jika sudah waktunya kamu akan mengetahuinya secara alami.


Moza : baiklah tuan aku akan berusaha untuk melakukan yang terbaik yang aku bisa.


Tokkk...tokkkkkk.... suara salah satu pengawal sebastian yang mengetuk pintu


Pengawal : maaf tuan dokter yang anda panggil sudah sampai


Sebastian : segera bawa dokter itu masuk... lalu temuilah zenaya di ruangannya katakan bahwa sebentar lagi aku akan datang kekamarnya.


Pengawal : baik tuan..


Sebastian : dokter cepatlah periksa keadaan nathan pastikan bahwa dia dalam keadaan baik-baik saja karna jika kamu memberikanku kabar buruk walaupun hanya sepatah kata aku akan memastikan kamu tidak dapat menanggung akibatnya.


Dokter : tuan aku akan melakukan segalanya yang aku mampu untuk menyelamatkan nathan tapi aku mohon anda dan nona moza dapat meninggalkan ruangan karena yang aku butuhkan saat ini adalah konsentrasi.


Moza dan sebastian kemudian segera meninggalkan kamar dan membiarkan dokter untuk memberikan pertolongan kepada nathan.


Sebastian lantas menyuruh moza untuk membawa jordy dan mebawanya ke ruangan zenaya untuk membicarakan perjodohan diantara mereka.


Sebastian terlebih dahulu menemui zenaya di kamar pribadinya dan benar saja di dalam kamar zenaya telah menunggu kedatangan sebastian.


Sebastian : istriku... kamu sudah lama menungguku ?


Zenaya : jangan pura-pura seromantis ini lagipula saat ini kita hanya berduaan katakan saja apa sebenarnya tujuanmu jangan bertele-tele lagi.


Sebastian : baiklah memang istriku ini paling mengenal diriku lagipula aku memang tidak suka basa-basi, zenaya aku sudah memutuskan bahwa aku akan mencarikan pendamping untuk moza.


Zenaya : lalu apa hubungannya denganku bahkan dia bukan anaku, apakah kamu lupa telah membuang anakmu sendiri.


Sebastian: jangan bereaksi berlebihan bahkan aku hanya sedikit saja membalas perbuatan jahatmu apa kamu masih akan menyangkal bahwa kamu telah berusaha menyingkirkan anaku dari istri pertamaku freya. Jangan memaksaku berlaku kasar padamu selama aku masih berprilaku lembut padamu maka tenanglah jangan mengeluh lagi.


Zenaya : baiklah terserah padamu tapi kamu harus berjanji setelah ini kamu akan mempertemukan aku dengan anaku.


Sebastian : tenanglah bahkan kamu kedepannya akan melihat anakmu setiap hari sampai kamu merasa bosan.


Zenaya : apa kamu sedang mencoba membohongi aku lagi.


Sebastian : tidak.. aku berkata jujur bahkan aku akan memberikan sebagian hartaku kepada anakmu sebgai hadiah.


Zenaya : hadiah... apakah kamu menyesali perbuatanmu selama ini kepada anakmu sendiri sehingga kamu memutuskan untuk memberikannya hadiah ?


Sebastian : tidak .. aku sama sekali tidak menyesal aku memberikannya hadiah sebagai tanda kebahagiaanku di hari pernikahan anaku nanti lalu apakah itu sebuah kesalahan ?


Zenaya : pernikahan ? bukankah kamu mengatakan moza yang akan menikah ?


Sebastian : ya benar moza akan menikah dengan anakmu. Dan ini sudah jadi keputusanku siapapun tidak boleh menolaknya termasuk dirimu, aku peringatkan padamu jangan melakukan kesalahan apapun yang dapat membuat dirimu dalam situasi berbahaya.. ingatlah aku adalah orang baik yang dengan pertimbangan jadi patuhi saja kata-kataku jika seumur hidupmu tidak ingin menanggung rasa malu.


Note : mungkin seperti inilah wajah nathan saat menahan rasa sakit akibat tembakan



Apakah pembaca merasakan sesuatu mohon beritau penulis mengenai perasaan kalian...


jangan lupa like, coment dan beri penilaian ya terimkasih pembaca...