
Judul : hilangnya mahkota ku!
By : poepoet
# *
# *
# *
Catatan : jika terdapat tanda A+ pada beberapa bab itu berarti bab tersebut berisikan adegan dewasa /adegan kekerasan, harap menajadi pembaca yang bijak🙏🏼
-
Dengan sangat cepat clara berlari menyelusuri lorong menuju ke pintu terakhir di ujung sana, nafas nya beradu tidak beraturan, bajunya basah kuyup serta rasa gugup yang sangat luar biasa
"Oh! Lo udah dateng?" Tanya seorang lelaki yang berdiri didepan pintu sembari memopangkan tubuhnya ke dinding dan melipat ke dua tangan di depan dada nya
"Masuk!" Ujarnya mempersilahkan clara masuk ke dalam apartemen mewah dengan segala furnitur yang terlihat menakjubkan, namun sekarang bukan saat nya untuk mengagumi tempat ini, ada hal yang lebih penting dari pada itu
"Kamu apain papa?" Tanya clara mendekatkan diri kepada charles yang terlihat duduk santai di sofa sembari membentangkan kedua tangannya, memandang televisi yang menunjukkan sebuah mobil hitam yang hangus terbakar di pinggir jalan
"Ternyata lo udah dengar kabarnya ya?" Tanya charles yang tidak butuh jawaban dari clara
"Kamu kan yang buat papa kecelakaan?" Clara berdiri tepat didepan charles menghalangi pandangan charles pada televisi didepannya
"Gue udah peringatin lo! Salah lo sendiri gak datang! Gue bukan orang yang murah hati!" Ketus charles mengambil minuman kaleng di atas mejanya
Clara mengeleng, menutup bibirnya dengan kedua tangan, memandang charles tidak percaya, ketakutannya selama ini benar charles bukan lah orang biasa
"Mau sampai kapan lo berdiri di depan gue?" Tanya charles menatap tajam clara
"Please! Jangan sakitin keluarga ku, tolong!" Clara berlutut di depan charles dengan kedua tangan yang ia kepal menjadi satu
Air matanya perlahan jatuh, mengingat kondisi ayahnya sekarang yang entah bagaimana, dan kakaknya yang pergi menyusul ayahnya di jerman, unuk memastikan semuanya baik baik saja, clara benar benar terpuruk didepan charles yang duduk santai menatap clara penuh dengan tatapan mencemo'oh
"Telat!" Ucap charles tersenyum licik
handphone charles yang tergeletak di atas meja pun berdering
"Bidik mobil Ferrari Enzo!" Charles membesarkan volume handphone nya agar didengar oleh clara yang duduk berlutut di hadapan
"Mobil merah dengan satu supir dan satu penumpang yang bernama johan eddward, memiliki plat nomor 51 GB***" jelas suara lelaki menjawab perkataan charles
Charles terenyum penuh kemenangan menatap layar televisi didepannya yang menunjukkan rekaman sebuah mobil ferrari enzo berwarna merah dengan plat nomor yang sama persis seperti yang di katakan anak buahnya
Clara melototkan matanya tidak percaya, ia membalikkan badannya dan menatap layar yang sama dengan apa yang di tatap charles, itu benar, mobil merah itu adalah mobil yang di kendarai kakak nya bersama sang supir untuk menyusul ayahnya dan layar itu juga menunjukkan beberapa orang penembak jitu tengah bersembunyi di beberapa tempat yang sengaja di sorotkan ke dalam camera untuk memberi laporan bahwa mereka siap kapan pun charles memerintahkan, clara mengeleng cepat dengan alis yang mengerut
"Please! Aku bakal lakuin apapun! Tolong jangan!" Ucap clara menatap charles
Charles tersenyum puas mendengar itu
"Apapun?" Tanya nya puas
Clara memangguk tampa memikirkan lagi apa yang ia lakukan karna clara terlanjur panik dan takut
"Tahan tembakan!" Charles mematikan handphone nya dan menatap clara tidak terbaca
Charles berdiri lalu menarik tangan clara untuk masuk ke dalam kamarnya, jantung clara berdekup lebih kencang dari sebelumnya, ia tau kemana alur nya malam ini.
berdiri kaku didepan charles yang duduk melipat kaki di atas ranjang sembari bertopang dagu menatap clara dari atas sampai bawah
"Buka semua pakaian lo!" Ujarnya tampa mengeluarkan secuil pun ekspresi
Clara terdiam, jarinya bergemetaran tidak mungkin ia melakukan itu semua, apalagi di hadapan lelaki yang belum ia kenali betul
"Gue hitung sampai tiga!"charles mengeluarkan handphone nya mencari nomor anak buahnya dan bersiap menekan tombol call
"Satu...." clara masih terdiam
"Dua..."
"T"
"Iya!"singkat jawab clara membuat charles menghentikan aksinya dan kembali memusatkan perhatian kepada clara
Dilihatnya gadis itu menatap entah kemana,wajahnya terlihat lesu dengan segala penyesalannya, namun tangannya sibuk membuka satu persatu helaian kain yang menutupi tubuh indah itu