Love Me!

Love Me!
Episode 28



Judul : kantin


By : poepoet


# *


# *


# *


-


cttn : maaf ya kalo author jarang update soalnya taukan ekhem! Daring! Lagi daring! jadi tugas numpuk bejibun buanyak banget udah kayak dosa, jadi harap maklum ya, author tercinta kalian ini hanya update kalo ada waktu luang


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Clara terbangun oleh masuknya cahaya matahari ke dalam kamar nya, perlahan ia membuka mata, menyadari sosok charles tidak ada di sebelah tidur nya, bau khas berkas percintaan masih melekat sempurna di ruangan yang berserak pakaian ini, perlahan ia bangkit dan duduk sembari melingkarkan selimut untuk menutupi dadanya


"ASTAGA! Astaga!" Ucapnya menepuk kening nya dengan cepat turun dari ranjang berjalan membuka lemari dan mengelurkan baju ganti


Ia sangat panik serta terburu buru, clara langsung masuk ke dalam kamar mandi membersihkan tubuhnya dengan cepat dan segera mengganti baju


Ia sangat terburu buru bahkan ia salah menggunakan sepatu, bagaimana tidak saat ia bangun melihat jam di atas meja menunjukkan pukul 7:45 sedangkan kelas di mulai pukul 8:00


...----------------...


Clara pergi ke sekolah dengan taxi online, saat clara turun dari mobil dan memasukki gerbang di lihatnya lorong dan lapangan sudah mulai sepi, hanya ada anggota osis yang melakukan pemeriksaan ke beberapa kelas, entah untuk memeriksa apa


"Ini semua salah kakak! Kanapa dia gak bangunin aku! Aku udah telat! Hari ini fisika aduhh!!" Gumamnya kesal


Clara berlari menewati kerumunan osis itu dan menaikki anak tangga dengan sangat cepat, hingga ia berpapasan dengan seorang lelaki yang menggunakan kaca mata namun clara menghiraukannya


Class 11s sudah memulai mata pelajaran pertamanya kali ini bukan mis martin yang mengajar namun ma'am margo, bisa di bilang ia adalah guru yang paling di takuti, dekup jantung clara berdebar kencang saat ia mulai membuka pintu, dan yang benar saja seisi kelas melihat dirinya yang berdiri kaku di depan pintu dengan nafas yang tidak teratur dan rasa cemas yang semakin menguasai dirinya


"Maaf ma'am, saya terlambat" ucap clara menunduk takut tak ada jawaban dari wanita tua berkaca mata itu, ia malah duduk di kursi dan bertupang dagu memandangi clara yang sangat sangat merasa kacau


"Maaf saya terlambat, jika anda ingin penjelasan maka akan saya katakan yang sejujurnya dan bila anda ingin memberikan saya pelajaran atau hukuman untuk rasa jerah,maka saya siap, tapi saya mohon izinkan saya masuk di kelas anda untuk satu jam saja" ucap clara memohon


Seisi kelas ikut diam membatu,termasuk nayla dan sara mereka hanya memandangi clara tampa tau harus berbuat apa, suasa ini membuat hati clara semakin tidak tenang


"Baiklah, anda adalah anak yang sopan, silahkan duduk, saya paham sekali" ucap ma'am berdiri dan melanjutkan pelajaran


What the hell!


tuhan! Ini sekolah macam apa!!!


Benak clara karna merasa sekolah elit ini sedikit berbeda dengan sekolah lamanya di jerman


...****************...


Bel istirahat berbunyi seperti biasanya beberapa orang akan ke kantin dan beberapa lagi membawa bekal dan makan di dalam kelas


"Kenapa lo bisa terlambat? Malu maluin aja" ucap nayla memukulkan segulung kertas ke kepala clara


"Ceritanya panjang" ketus clara mengambil uang di dalam tas nya


"Kalian mau ke kantin berdua atau sama kak charles?" Tanya sara ragu ragu


Nayla dan clara saling memandang bingung satu sama lain, ini cukup aneh karna charles tidak menjemput clara untuk ke kantin, satu hal yang pasti sudah ada di benak clara saat menyadari hal itu tak lain adalah KEBEBASSAN!


"Santai aja, yuk ke kantin, kalo kamu mau kita bisa duduk di ujung di dekat jendela" ucap clara merangkul kedua tangan sahabatnya ini dan berjalan dengan senyum lebar


"Tunggu dulu sendal abu jahal!" Lagi lagi nayla memukul kepala clara dengan kertas


"Apa lagi si?" Tanya clara berhenti


"Uang gue masih di tas! Tunggu bentar napa" nayla berjalan cepat ke kelas dan mengambil uang di dalam tas nya


......................


Sekilas saat sara dan clara menunggu di kursi sebelah loker clara melihat darren,haikal dan charles berjalan bertiga dari ke jauhan merangkul empat wanita menuju kantin