
Judul : murka charles part 2
By : poepoet
# *
# *
# *
"Berani juga lo!" Jawab charles!
...----------------...
BAG!!
Seketika pukulan keras charles berikan kepada hengki hingga lelaki itu terjatuh di hadapan banyak orang, bibirnya mengeluarkan darah dan rasa sakit itu benar benar tidak dapat di tahan
Dikiranya rasa sakit yang ia terima akan mengakhiri segalanya, namun nampaknya charles masih belum puas, ia berjalan santai ke arah hengki dan berlutut di sana menganggam erat rahang hengki dan mengeluarkan sesuatu dari sakunya
"Besar juga nyali lo, udah lama gue gak main main kayak gini" charles mengeluarkan pisau lipat dan meletakkan ujung pisau itu di pipi charles yang bergemetaran
Tak ada yang berani menghentikan charles, karna disaat dia murka seakan akan obatnya hanyalah kepuasan bagi dirinya, sedangkan haikal dan darren masih duduk santai melipat kaki di tempat duduknya seakan akan menunggu giliran
"Ak...aku...minta maaf" ujar hengki sembari terbatuk batuk mengeluarkan darah
Charles tersenyum, menggores perlahan pisau itu di pipi hengki, sedikit nyeri yang ia rasakan karna luka yang di buat charles tidak begitu dalam, pisau itu terus berjalan melewati rahangnya, dan berhenti tepat di tengah tengah leher seiring dengan bercucurannya darah
"Lo yang ngajak gue main, gue gak suka setengah setengah, didalam permainan pasti ada akhir dan gue yakin lo pasti tau gimana akhirnya nanti" charles menekan kan pisaunya di sana
Membuat dekup jantung hengki seolah akan pecah karna begitu kencang berdekut, keningnya mengeluarkan keringat dingin dan wajah menjadi pusat beserta bergemetaran, tak pernah ada di jadwal kegiatannya untuk mati di tangan charles seperti ini perkara wanita
Tak terkecuali para penontonnya mereka ikut merasakan apa yang hengki rasankan, semakin hari rasa takut mereka kepada charles semakin menjadi jadi bahkan ada yang menyimpulkan bahwa clara adalah sumber masalah di sekolah ini, terdengar dari bisik bisik di kerumunan
"KAK STOOP!" Ucap clara di belakang charles
"Dia gak salah, aku yang salah" sambungnya dengan nada tinggi sempat menghentikan aksi charles
"Diam aja lo di sana" ketus charles kesal sembari melirik clara
"Tolong, udah kak...jangan kayak gini, aku capek!" Ucap clara dengan alis yang di kerutkannya
Yah bagaimana bisa baru beberapa minggu kenal dengan sosok charles lelaki itu selalu saja hampir membunuh seseorang seakan akan berkenalan dengannya adalah ajang sakit jantung tingkat nasional, jujur clara sedikit jerah dengan aksi charles yang tiada belas kasihan
Deg!
Jantung clara berhenti berdetak seketika, di benaknya ia sibuk mencari cari bagaimana cara menghentikan mahluk buas di hadapannya ini, bahkan ia memasukkan beberapa rumus fisika ke dalam perhitungannya dan parahnya lagi clara malah menghitung berat gaya yang di topang meja akibat salah rumus perkiraan
"Bye!" Ucap charles tersenyum semakin menekankan pisaunya seakan akan menunggu reaksi hengki
"Hahaha bye bye cupu!" Sambung haikal melambaikan tangan di belakang sana dengan santai
"Telpon gue kalo udah ketemu ama tuan rumah neraka ya! Sahabat kita itu" darren ikut ikutan, alhasil mereka berdua tertawa terbahak bahak di belakang sana
Sara dan nadhin menutup mata dan menahan nafas seakan akan kehabisan aksi dan reaksi akan sebuah objek di depannya, sedangkan nayla masih mengunyah keripik kentang dengan santai seakan akan tidak terjadi apa apa di kantin ini
"UDAH!" Bentak clara berlari dan menyingkirkan tangan charles dari tubuh hengki, hingga wanita itu terjatuh di hadapan charles
"Bisa gak si kakak sekali aja kontrol emosi, kali ini aja, please!" Ucap clara mengerutkan alisnya
Charles menaikkan alisnya sebelah sembari memainkan bibirnya, dan tersenyum miris
Tampa aba aba charles berdiri dan menarik paksa clara untuk berdiri dan menyeretnya berjalan meninggalkan kantin, tangan clara cukup sakit akibat genggaman erat charles, bahkan sesekali wanita ini meberontak
Ternya menjadi tontonan sekolah itu tidaklah menyenangkan, sekarang clara di timpa malu dan rasa sakit di pergelangan tangan
"Kak! Lepassin!" Ujarnya memutar mutar tangan yang berujung kesia siaan
"Kak sakitt!"
"Kkaaaakkk!!" Pekiknya menahan bendungan air mata
Namun nampaknya charles acuh tak acuh dengan keadaan clara yang ia seret, setiap orang yang melihatnya hanya menunduk takut karna mereka tau sosok charles tengah di landa kemurkaan
"Aampuun kak!" Ucapnya lirih akhirnya mengeluarkan air mata, karna memang genggaman tangan charles yang besar itu sangat menyakitkan !
"DIAM! Masuk ke dalam mobil!" Bentak charles mendorong clara paksa ke dalam mobilnya
Clara berusaha diam sembari menahan isakkan tangisan yang ia bekup rapat rapat bibirnya, semakin di tahan air mata itu semakin bercucuran!
Charles masuk dan menghidupkan mobilnya lalu melajukan mobil itu kencang ke pusat kota, kecepatannya sangat tinggi hingga sesekali hampir menabrak pengendara lain
"Diam! Gak usa nangis!" Ucapnya dengan wajah penuh dengan kemurkaan!
...****************...