Love Me!

Love Me!
Part 3 : Kebohongan



***masih honeymoon***


Setelah beberapa hari liburan bersama membuat rara dan rian agak sedikit dekat.


Pukul 07.21


Rian yang posisinya masih tiduran di kasur, dan rara sudah bangun dari jam 6 tadi. "Rian bangun, mau sarapan apa?" Tanya rara.


Lalu rian bangun dan duduk di tempat tidur kemudian menjawab "hari ini pulang ya, gua harus kerja soalnya" ucap rian dengan nada yang masih sedikit ngantuk.


Rara pun mengangguk kan kepala dan tersenyum. "Terus mau sarapan apa?" Tanya rara.


Rian menghampiri rara dan mendekat "sarapan roti bakar aja" ucap rian.


Rara langsung keluar dari kamar hotel dan mencari roti bakar, sedangkan rian berjalan ke kamar mandi.


*


*


15 menit kemudian setelah mencari roti bakar, rara masuk ke dalam kamar hotel, mendengar rian sedang menelpon dengan seseorang dan suara rian pun begitu lembut saat nelpon. "Itu rian lagi telponan sama siapa ya?" Ucap rara dalam hati.


Lalu rara masuk secara perlahan dan kemudian mendengar rian bilang sayang di telpon. "Iya sayang" ucap rian yang sedang telponan. Mendengar hal itu rara terdiam dan seketika hati nya terasa kaku. "Sayang?" Ucap rara dalam hati.


Kemudian rian melihat rara dan kaget.


Yang di lihat rian



"Lo dari kapan?" Tanya rian


"Oh baru kok hehe" jawab rara dengan nada lembut.


Rara memberikan roti bakar tersebut, lalu ia langsung pergi ke kamar mandi.


30 menit kemudian rara keluar dari kamar mandi, rian pun menegur rara "lama banget di kamar mandi? Ngapain aja?" Tanya rian, rara menjawab "hehehe perut aku sakit, makanya lama". Rian pun langsung masuk ke kamar mandi. Rara pun meneteskan air mata "kenapa hati aku begitu sakit mendengar dia bilang sayang di telpon" ucap rara dalam hati.


5 menit kemudian rian keluar dari kamar mandi dan melihat mata rara merah "lo nangis?" Tanya rian. Rara pun menjawab dengan senyuman "engga kok" rian mendekat dan menatap mata rara dengan tajam. "Dengerin ya, walaupun gua ga cinta sama lo, tapi gua peduli sama lo" ucap rian. Mendengar ucapan rian seperti itu rara tersenyum.  "Gausah bohong, lo nangis kan?" Tanya rian. Rara bingung harus jawab dan kemudian keluar satu jawaban "oh ini papah tuh sakit katanya, terus aku jadi nangis". Rian terdiam dan langsung menjawab "oh yaudah pulang dari sini langsung kerumah bokap lo aja". Rara pun mengiyakan omongan rian "aduh aku bohong lagi" ucap rara dalam hati.


*


*


*


Rumah Papah Rara


Pukul 15.00


\~tok\~


\~tok\~


Lalu pintu tersebut di buka oleh adik rara yaitu naisya. "Eh ka rara, udah pulang?" Tanya naisya


Rara tersenyum lalu masuk ke dalam rumah. "Iya mamah sama papah kemana?" Tanya rara. "Oh mamah arisan, kalo papah pergi gatau kemana" jawab naisya. Kemudian rara pun duduk di sofa sambil menyenderkan badan nya yang sedikit lelah karena perjalan pulang dari liburan, lalu sontak naisya menanykan satu hal "kok sendirian? Mana bang rian?". Rara menjawab "dia langsung ke kantor nanti ke sini, aku mau ke kamar ngantuk", rara langsung beranjak dari sofa dan pergi ke kamar.


*


*


Pukul 19.00


Rara terbangun dan kaget melihat jam "aduh aku ketiduran banget ini" ucap rara dalam hati dan kemudian ia beranjak keluar kamar, tiba-tiba ada naisya "kaka rara ada bang rian tuh di bawah" ucap naisya. "Dari tadi?" Tanya rara. Naisya pun mengangguk kan kepala, rara pun langsung bergegas ke bawah.


*


*


Ruang tamu


Rara melihat rian sedang mengobrol dengan mamah dan papah.


"Nah itu rara udah bangun" ucap mamah.


Rara langsung duduk samping rian "maaf ya" ucap rara. Rian pun hanya mengangguk kan kepala. Lalu tiba-tiba rian menanyakan sesuatu hal kepada papah rara "papah sakit apa?" Tanya rian. Mamah dan papah saling melirik bingung dengan pertanyaan rian, "papah ga sakit kok" jawab papah. Kemudian rara terdiam dan bingung harus apa. "Papah sehat rian" jawab papah. Rian pun melirik rara dengan sinis "oh gitu ya pah, gapapa rian nanya aja" jawab rian. Rara merasa sangat bersalah dan gatau harus apa "aduh aku bohong ketauan deh" ucap rara dalam hati.


*


*


Apartemen


Pukul 20.12


Rian mendiamkan rara dan menunjukan muka marah. "Rian besok..." saat rara ingin ngomong langsung di potong oleh rian. "Lo bohong!" Ucap rian. Rara hanya menunduk, "kenapa harus bohong?" Ucap rian dengan nada ketus, "lo tau? Gua berasa tolol tadi nanya gitu ke papah lo! "Ucap rian dengan nada sedikit ninggi. Lalu rara megang tangan rian "maafin aku" ucap rara dengan nada lembut.


"Hhhh\~\~, terus kenapa lo nangis pas disana?" Tanya rian, rara terdiam dan tidak mau menjawab. Rian pun berusaha untuk tidak marah "yaudah kalo lo gamau jawab gapapa, inget ya qirra, gua tuh paling ga suka di bohongin. Lo bohong aja gua tau" ucap rian dengan lantang. Kemudian rara mengelus pipi rian dan mengangguk kan kepala. Rian pun menarik rara dan mencium bibir rara dengan penuh emosi dan kesal karena rara sudah bohong. "Besok...", rian langsung menutup mulut rara dan meniduri rara. Dan malam ini pun entah doroangan dari mana rara menurut aja dengan rian, bahkan rara sudah merelakan semua buat rian karena apa? Rian adalah suami nya, meski pun rian belum bisa cinta dengan dia.


*


*


*


To be continued