Keeping Cute Boys

Keeping Cute Boys
Sudah janji




Setelah pembicaraan antara ibu Asgara atau nyonya Aristi dengan Adit atau dokter spesialis. Asgara diperbolehkan keluar rumah sakit, dan kini Asgara sedang tertidur dengan tenang.


Setidaknya tidur bisa membuat Asgara tenang dan sedikit melupakan rasa takutnya.


Kilas balik kejadian Diruang kepala sekolah


Nyonya Aristi memegang pundak Reina dan bertanya banyak hal padanya.


"Tenang bu, tarik napas." Ucap Reina mencoba menenangkan.


Setelah tenang Nyonya Aristi duduk di sofa yang terletak diruang kepala sekolah.


Reina menceritakan apa yang terjadi. Namun, saat Reina akan ngakui kesalahannya karena merasa bersalah pada Asgara. Tanpa tahu bahwa Asgara pingsan tidak seperti yang ada di pikirannya. Ibu Asgara langsung pergi kerumah sakit. Hingga Reina tak sempat mengatakan apa yang ingin dikatakannya.


Dengan tergesa-gesa Nyonya Aristi pergi kerumah sakit karena khawatir pada anaknya. Begitulah perasaan seorang ibu apalagi Asgara adalah anak yang sensitif berbeda dari yang lainnya.


Setelah Nyonya Aristi pergi tersisa Aristi bersama guru-guru dan tak lupa kepala sekolah berdiri didepannya.


"Kamu boleh pulang." Ucap singkat kepala sekolah dengan wajah yang datar.


"Maafkan saya pak." Reina menundukkan kepalanya.


"Kenapa?" Singkat kepada sekolah lalu duduk dikursinya "Tenang saja hari ini kamu pulang, saya mengerti situasi kamu." Mengerti apa yang dialami Reina.


"Terimakasih pak." Reina merasa lega lalu tersenyum.


"Tapi, saya tidak bisa membuat kamu ijin sekolah, hari ini kamu akan tetap dianggap bolos." Bijaksana kepala sekolah "Hanya seperti itu saya bisa membantu kamu." Dengan wajah serius.


"Terimakasih pak." Reina mengerti "Ini dari awal memang salah saya. karena, berbohong pada pihak sekolah." Merasa bersalah "Saya minta maaf." Mengakhiri ucapannya dengan memohon maaf.


Setelah meminta maaf Reina keluar ruangan kepala sekolah dan pergi dari sekolah.


Reina meninggalkan sekolah lalu pergi ke halte bus dan duduk didalamnya.


Didalam bus dia terus merasa tak enak hati lalu menelpon Azka.


Reina menceritakan segalanya pada Azka dan Azka mengerti mereka berdua cepat akrab padahal baru bertemu dan pertemuan mereka kurang baik.


Kilas balik Reina selesai.


Dirumah Reina


"Kakak pulang." Reina membuka pintu. Reina melihat sekeliling dan mencari sosok sang adik "Dek kamu dimana." Teriak.


"Disini kak." Jawab Gani.


"Dimana." Reina melihat sekeliling. Namun tak menemukan sang adik dimanapun dirinya melihat.


"Disini." Gani menarik Reina.


Reina yang merasakan sesuatu kaget dan melihat kearahnya.


"Huh ... Ngagetin kamu lagi ngapain." Reina melihat kebawah dimana sesuatu yang menariknya.


"Hehehe ... Gitu aja kaget." Gani tertawa "Aku lagi beres-beres, kakak kok pulang lebih awal dan nggak pake seragam." Pertanyaan bertubi-tubi karena curiga.


"Nggak enak badan jadi ijin sekolah." Beralasa agar Gani tak berpikir yang lain.


"Kok nggak kaya biasanya." Curiga Gani karena kakaknya tak pernah bolos sekolah kalau cuma sakit ringan.


"Ihhh ... Bawel." Reina memalingkan wajah untuk menutupi kebohongannya "Kamu lagi beres-beres apa dilantai?" Tanyanya yang baru sadar.


"Ini kak lagi bersihin sela-sela ini kotor banget." Ucap Gani sambil memegang lap ditangannya.


"Rajin banget tumben." Sindir Reina.


"Kan udah janji sama kakak." Ucap Gani sambil melanjutkan aktivitasnya.


"Wah ... hebatnya menepati janji ceritanya." Reina menggoda adiknya.


"Iyalah emang aku kakak." Gani balik mengejek.