Just Me

Just Me
9



Kyra turun dari kamarnya dan duduk di kursinya sendiri. Jaraknya cukup auh dari Posisi pria itu dan tentunya dengan si Nenek lampir. Ia Menatap malas wanita yang duduk di samping Adrian dan sibuk bergelayut manja di lengan besar pria itu.  Bodo amat!


Para pelayan menunduk dan menyimpan rasa penasaran mereka akan aksi yang akan di lakukan sang Nyonya Muda mereka . Tapi tampaknya sang Nyonya tidak peduli, ia justru segera mengambil makanan yang tersedia di atas meja dan memakannya dengan lahap.


Tidak biasanya, karena yang mereka tahu Nyonya mereka akan marah dan mengusir wanita itu dengan kasar, tetapi kenapa sekarang ia begitu cuek dan terkesan tidak peduli? Bahkan Makanan di depan nya lebih penting daripada melihat Suaminya sendiri dengan wanita lain.


Mereka juga masih ingat dengan kejadian pagi tadi, Nyonya Muda terlihat senang saat Ia akan bercerai. Apakah kini Sang Nyonya sudah tidak mencintai Tuan mereka? Entah kenapa, para pelayan memaklumi nya. Karena mereka lah yang tahu bagaimana sikap Tuan mereka kepada Sang Nyonya. Pernikahan mereka bukanlah Pernikahan Bahagia dimana Dua orang saling mencintai dan mengikatkan diri lewat Pernikahan. Bahkan Tuan mereka terkadang membawa Wanita yang Nyonya sebut sebagai Seekor Rubah ke dalam Mansion, tanpa peduli dengan Nyonya Muda yang terlihat kecewa.


"Sayang, ayo makan ini." Ucap wanita bernama lengkap Sherly Kimberley itu. Ia menyodorkan sendok berisi makanan kearah pria itu. Nada suaranya sengaja mendesah dan membuat Kyra bergidik pelan.


Ukkhh.. dasar wanita menjijikan!


Batin Kyra muak.


Adrian menyambutnya dengan tenang membuat Sherly tidak bisa menahan senyum kemenangannya dan menatap Kyra dengan sombong.


Ingin memanasinya? Oh, sayang sekali tidak mempan untukku. Untuk apa juga dirinya peduli? Dia bukan lagi Kyra yang lemah dan labil.  Dia juga tidak menyukai pria itu.Terserah mau bermesraan di hadapannya bahkan dia tidak akan peduli jika malam ini wanita itu akan bermalam di kamar suaminya.


Tapi sepertinya Sherly tidak merasa puas apalagi melihat reaksi Kyra yang biasa saja. Padahal dulu wanita  itu akan marah lalu mencakarnya dan membuat Kyra akan dimarahi Adrian. Itu adalah hal yang sangat ia sukai. Tapi melihat reaksi santai Kyra membuat dia ingin memancing amarah wanita itu lagi dengan kembali menyuapi pria itu dan tertawa senang ketika Adrian juga menyuapinya saat ia memintanya.


Wanita itu benar-benar... gila ! Keluar dan jangan bermesraan di hadapan ku, sialan! Batin Kyra.


Tapi lagi-lagi tidak ada reaksi apapun dari Wanita  itu. Tidak, dia menahan diri. Namun dirinya sebisa mungkin mengacuhkan wanita itu. Ia tahu jika wanita itu sengaja untuk membuat nya melakukan hal nekat kepada wanita itu. Lalu berakhir dengan dirinya yang di bentak pria itu. HELL NO! dia tidak akan terjebak dalam lubang untuk kedua kalinya! Kyra dengan santai memakan makanannya bahkan terlihat lahap sekali.


Mata biru nya yang sempat terpejam terbuka saat mendengar notifikasi dari teleponnya. Ia meraih ponsel nya dan menemukan pesan di layar ponselnya.


Bibirnya yang penuh makanan tersenyum dan wajahnya perlahan memerah melihat siapa yang mengirimkan pesan itu.


Hai.


From HANS


Kyra memakan makanannya dengan cepat dan meraih air untuk di minumnya lalu bergegas membalasnya.


^^^Send^^^


Apa kau sudah makan?


Kyra kembali tersenyum lebar dan tanpa sadar mengangguk pelan.


^^^Aku sedang makan. Bagaimana dengan mu?^^^


^^^Send^^^


Benarkah? Apa aku menganggu mu? Aku sudah makan.


^^^Tidak kok. Aku sebentar lagi selesai. Benarkah? Bagus sekali.^^^


^^^Send^^^


Suara deheman menyadarkan Kyra. Wanita itu mendongak dan menatap asal suara tersebut. Adrian menatapnya tajam dan tampak tidak suka melihat Kyra yang asyik dengan ponselnya lalu tersenyum seperti itu.


Apa-apaan senyum itu? Batin pria itu kesal.


"Jangan bermain ponsel jika sedang makan." Ucap pria itu. Adrian memang menjujung ketenangan saat makan. Kyra dan ponselnya benar-benar mengusiknya.


Bukankah pria itu juga pernah melakukan  nya? Makan sambil bermain ponsel? Wanita itu dengan jelas ingat saat pertama kali ia makan di sini saat ia baru keluar dari Rumah Sakit.  Pria itu makan dengan masih bermain dengan ponsel nya. Hah... Kyra malas harus berdebat. Apalagi di depan Wanita Rubah itu.


"Aku selesai." Ucap Kyra cepat dan meminum jus miliknya, Ia lalu berlari cepat menaiki tangga. Ia malas mendengar Ocehan Adrian dan segala peraturannya. Dirinya tidak sabar untuk saling mengirim pesan dengan Hans. Walaupun mereka baru bertemu entah kenapa Kyra merasa dia sudah jatuh cinta dengan pria bermata lautan itu. Kyra pergi dengan meninggalkan tatapan heran dari para pelayan dan tatapan geram dari Adrian.


Sherly menatap bayangan wanita itu dengan kesal karena telah merebut atensi Adrian darinya. Bukan ini yang ia mau!


Sialan!


*