
Seminggu berjalan cepat. Ia sudah bosan mengurung diri di kamar sambil memikirkan langkah apa yang selanjutnya ia gunakan untuk menjauh dari pria itu. Wajahnya masih murung. Kyra keluar dan berjalan dengan langkah pelan di sepanjang jalan yang di penuhi beberapa pejalan kaki yang berbanding terbalik dengan langkahnya yang lambat .
Dorongan dan makian tidak jelas beberapa kali di layangkan kepada wanita itu karena lambatnya ia melangkah. Tapi dia tampak tidak peduli. Masa bodoh, tidak akan ada yang mengenalinya di Negara ini. Toh, wajahnya nya juga berbeda.
Pikirannya melayang memikirkan semua tingkah Adrian yang berbeda dari biasanya. Padahal dia sudah menyusun rencana untuk membuka toko kue kecil-kecilan setelah ia resmi bercerai dengan pria itu. Dia sudah mengumpulkan uang dari hasil jerih payahnya sendiri sebagai pelayan café saat dirinya belum menikah dengan pria kejam itu. Apanya yang ingin merebut harta miliknya? Menggelikan sekali.
Kyra menggeleng pelan. Tidak peduli keputusan yang di lakukan pria itu. Dia akan membuat pria itu segera menceraikannya dengan membuatnya terlihat seperti yang diinginkan pria itu. Menjadi wanita yang haus akan harta pria itu.
Wanita itu memulai rencana nya dengan segera masuk ke dalam Mall mewah dan membeli beberapa barang mewah dan pakaian mewah lalu menelpon para pengawal untuk membawanya. Ia akan bersikap seperti wanita yang diinginkan pria itu. Lagian dia tidak akan memakai pakaian atau barang yang sudah di belinya. Mungkin ia akan menyimpannya di dalam lemari atau di berikan pada para pelayan secara diam-diam. Sepertinya bagus memberi mereka hadiah beberapa gaun.
Mata birunya lalu pergi menangkap sebuah toko yang menarik perhatiannya.
“Kalian pulang saja. Aku akan menyusul.” Ucap Kyra, mengusir para pengawal yang tampak kepayahan membawa beberapa kantung berisi barang-barang mewahnya. Para pengawal menurut dan segera pergi. Mereka terlihat sudah lelah dan enggan berurusan dengan Nyonya Muda mereka.
Kyra lalu masuk ke dalam toko dan mencari barang yang menarik perhatiannya. Senyum nya terbit ketika melihat barang itu terlihat jelas di atas rak-rak kayu. Ia segera berjinjit dan meraih boneka beruang putih dengan pita hijau itu.
Wajahnya mengerut kesal ketika tangannya sama sekali tidak bisa mencapai beruang itu.
Akkhh.. dia tidak menyangka ternyata tubuh ini tidak ada bedanya dengan tubuh aslinya. Sama-sama pendek! Harusnya tubuh ini lebih tinggi karena dia keturunan orang eropa, tapi apa? Sama saja dengan tubuhnya dulu! Menyebalkan!
Ia meloncat kecil untuk meraih boneka berukuran besar itu. Ayolah, Teddy! Datang lah pada mama!
Kyra terpekik kaget ketika melihat tangan besar yang meraih boneka putih itu. Belum sempat wanita itu protes, pemilik tangan itu segera memberikannya. Kyra meraihnya dengan bingung dan segera berbalik.
Kepalanya mendongak ingin melihat wajah pria yang sudah menolongnya untuk mengambil boneka itu. Wanita itu terdiam menatap wajah tampan yang berada di atas wajahnya. Pria tampan dengan rambut pirang dan mata birunya yang sejernih ocean. Astaga, pria ini tampan sekali! Dan lihat bibir merah penuh senyuman itu! Terlihat sexy! Pria itu benar-benar tipenya sekali!
“Ehem.. apa aku terlihat setampan itu , nona?” tanyanya sambil berdehem pelan. Wajah nya sekilas memerah.
Kyra tersentak. Ia langsung menunduk dengan wajah memerah. Sial, ia malu sekali karena ketahuan menatap pria itu.
Pria itu tertawa pelan membuat Kyra benar-benar gugup.
Ia memeluk boneka besar itu dengan erat dan bergumam pelan, “T-terimkasih tuan karena telah mengambilkan boneka ini.”
“You’re welcome, what’s your name?” tanya nya.
Kyra mendongak menatap wajah tampan pria itu.
“Kyra Felicia. And you, sir?” tanya Kyra balik. Aku tidak akan sudi memakai marga Pria jahat itu !
“Hans Wiliam.” Ucap nya singkat sambil tersenyum lebar membuat Kyra ikut tersenyum.
“Nama yang bagus.” Puji Kyra malu-malu.
Pria itu mengangguk pelan, “Terimakasih.”
“Hmm… kalau begitu aku permisi.” Ucap Kyra dan menunduk pelan. Berusaha Menyingkir dari tubuh besar itu. Dia baru sadar posisi mereka yang begitu dekat, dengan Kyra yang berdiri di depan rak dan Hans yang berdiri di hadapannya. Posisi romantis seperti komik-komik yang sering ia baca dulu. Kyyaaa! Bikin Deg-degan!
“Jika boleh, apakah aku bisa meminta nomor telepon mu, Kyra?” tanyanya membuat Kyra ingin mati di tempat karena lonjakan jantungnya yang berdetak keras. Wajahnya memerah.
Boleh! Tentu saja! Apapun untuk muuu Mr. SEXY!!!
Teriaknya dalam hati dengan semangat.
Kyra berbalik lau tersenyum anggun, “Tentu.”
*
Kyra ingin sekali menari-nari saking bahagianya. Dia bahkan melupakan tujuan utamanya yang ingin membuat dirinya terlihat seperti wanita yang diinginkan suami brengsek nya itu.
Pintu terbuka dan memperlihatkan sosok tinggi yang sedang melipat kedua lengannya tepat di hadapannya. Menatap wanita itu tajam
“Darimana kau?” tanya nya dingin.
Kyra masih setia memasang senyum bahagianya, tidak terpengaruh dengan nada dingin Adrian. Wanita itu semakin memeluk boneka nya dengan sangat erat. Kedua pipinya merona dan membuat Adrian tersentak di tempatnya.
Pria itu mendesis pelan, 'Apa-apaan itu?'
“Bukan. Urusanmu.” tekan Kyra dengan nada mengejek dan bersiap masuk, masih dengan senyuman lebar.
“Apa maksud semua ini? Kau benar-benar ingin menguras semua hartaku?” tanya pria itu dan menggeser tubuhnya. Menghalangi Kyra untuk melangkah masuk.
Kyra melirik arah pandangan pria itu dan menemukan Beberapa barang yang sengaja ia beli. Mata biru nya menemukan seorang wanita cantik yang duduk di atas sofa single yang diam-diam menatap kantung belanjaan tersebut.
Ah, wanita itu. Heh, apa yang di lihatnya?
“Ya. Sebenarnya masih banyak lagi yang ingin ku beli. Tapi aku lelah, kau tidak keberatan bukan?” tanya Kyra dan menatap mata abu-abu pria itu. Ia tersenyum licik. Pasti pria itu akan segera menceraikannya. Melihat raut wajah Adrian yang semakin menggelap membuat Kyra justru merasa Senang.
Ayo cepat katakan! Batin Kyra berharap.
Adrian mengeram kesal, membuat wanita berambut pirang itu melempar senyuman sinis. Kyra mendengus tidak peduli. Ini memang sudah ia rencanakan.
Ayo cepat katakan! Ceraikan aku sekarang dan biarkan aku bersama Mr. Sexy itu!
Namun Adrian tetap mengatupkan bibirnya. Sudah 2 menit dan Pria itu hanya menatap Kyra dengan tajam. Wanita itu berdecak kesal.
“Minggir. Aku ingin ke kamarku.” Ucap nya dan menggeser tubuhnya menjauh saat ia tidak kunjung mendengar kata yang ia harapkan dari pria itu. Kyra menggeser tubuhnya dari tubuh Adrian dan segera pergi.
Huh! Bikin moodku hancur saja!
Batin Kyra kesal.
Adrian menatap kepergian wanita itu dengan rahang berkedut kesal.
Akan ku buka semua tipu muslihat wanita seperti mu. Dia pasti memiliki beribu rencana untuk mengelabuhi ku, dan jika aku menceraikannya aku tidak akan bisa mengetahui semuanya.
Biarkan dia terikat padaku sedikit lama dan akan ku gunakan waktu sesingkat mungkin untuk membuat semua kedok nya. Lalu setelah puas akan ku ceraikan.
Batinnya Tetap bersikeras jika Kyra hanya sedang bermain-main dengan nya.
“Kapan kau akan menceraikannya?” tanya wanita pirang itu.
“Sebentar lagi.” Balas pria itu sambil mendesah lelah.
"Oke.. Jangan goyah! Kau dengar, kan?"
“Hmm.” Balas pria itu lagi. Mata abu-abu nya terus menatap arah kepergian wanita itu.
*