Just Me

Just Me
11



Kyra memakan sepotong roti miliknya dengan cepat. Ia mengacuhkan kehadiran wanita berambut merah yang asyik dengan seringai menyebalkan nya.


Sherly duduk di sisi nya dengan kemeja milik Adrian tanpa celana pendek bahkan Kyra bisa melihat ****** ***** milik wanita itu dengan jelas. Merah menyala seperti Rambut nya. Memperlihatkan kaki jenjangnya yang terbuka.


Kyra bersumpah bahwa ia sama sekali tidak pernah melihat wanita tidak tahu malu sepertinya. Ternyata orang Eropa suka memilki kehidupan yang bebas tanpa ikatan dan juga tidak tahu malu. Ataukah cuma  berlaku bagi wanita ini saja?


Apa ia tidak malu? Padahal banyak para pengawal dan pelayan Pria di sini yang bisa melihatnya. Dan apa-apaan pakaian yang di kenakan nya itu? Bangga jika dirinya telah tidur dengan Suami orang, begitu? Itu menjijikan. Dan ia tidak akan sudi membuang suara nya untuk Membentak Wanita itu.


Sedikit informasi, wanita ini adalah seorang model terkenal di kotanya dan juga Aktris yang begitu berbakat, baik dunia akting maupun dunia nyata. Katanya sih dia adalah teman satu kampus Adrian  lalu mereka akhirnya memutuskan berpacaran hingga sekarang.


Bahkan hubungan itu tetap berjalan walaupun Adrian sudah menikah satu tahun yang lalu. Menghancurkan perasaan wanita tidak berdosa seperti Kyra, dengan merebut seluruh atensi Adrian dan memutar balikan fakta. Dia lah wanita licik itu!


Wanita licik yang akan melakukan apapun untuk merebut Adrian dan ingin menguasai harta pria itu. mengatasnamakan kata cinta, yang sebenarnya hanyalah obsesi semata. Menggelikan sekali.


Tidakkah wanita itu merasa cukup dengan semua pencapaiannya? Bahkan para wanita sudah merasa iri dengan julukannya sebagai Aktris Sukses  dan terkenal. Kenapa harus mengincar Adrian lagi? Benar-benar wanita rakus. 


“Apa kau kedinginan semalam, Ugly cat?” tanya Sherly sambil tertawa pelan. Mengibaskan rambut ikal nya hingga memperlihatkan bahunya yang di biarkan terbuka. Ia juga mentertawakan wajah Kyra yang terlihat tebal dengan polesan bedak.


Abaikan Kyra,  abaikan saja Nenek lampir yang butuh belaian itu.


“Ah seharusnya aku tidak perlu bertanya seperti itu. Sorry.” Ucap nya lagi dengan nada yang sama sekali tidak tulus.


Sabar Kyra.. Nikmatin Hari pagi mu dengan tenang.  Jangan terpancing dengan Rubah Api itu.. 


"Apa Adrian mencekik mu? Wah.. Kasihan sekali." wanita itu menyeringai ketika menemukan tanda merah nyaris membiru di sekitar rahang Kyra. Bekas jari Adrian tadi malam. Terlihat jelas di kulit pucat nya walaupun Kyra mati-matian menutupinya dengan bedak tebal. Kenapa juga mata Rubah itu bisa se jeli itu?


Sial! Terkutuk lah kau Rubah!


Ingatkan Kyra agar bisa memakai make up untuk menutupinya daripada dengan polesan bedak setebal kulit badak.


Kyra bangkit tanpa kata begitu selesai meminum susu hangat nya. Ia berbalik dan menemukan Adrian yang sedang mengikat dasi merah miliknya. Kedua nya sesaat  saling  berpandangan. Namun Kyra segera mengalihkan pandangannya dan meneruskan perjalanannya Oh, Kyra masih  ingat  apa yang pria itu katakan dan lakukan tadi malam!


 Melihat Adrian yang sibuk dengan dasinya, Sherly segera mendekat.


“Sayang, sini ku bantu.” Ucap wanita rubah itu dan mengambil alih dasi merah itu. Adrian diam dan menerima uluran wanita itu.


Silakan kalian bermesraan sepuas kalian, dia pikir aku peduli?


Batin kyra ketika merasakan hujaman mata abu-abu pria itu di belakang tubuhnya. Dia cukup peka akan tatapan pria itu tahu!


Tapi sayang sekali, Kyra tidak peduli. Biarkan saja Wanita itu yang melayani nya. Toh, mereka hanya suami istri di atas kertas putih.


Kyra melangkahkan kakinya dengan riang menuju halaman utama dan berniat berjalan-jalan lagi. Pakaiannya sudah rapi walupun hanya dress yang melekat di tubuhnya. Tangan nya sudah memegang syal putih untuk menutupi bekas merah karena pria sialan itu. Ia berharap bisa bertemu kembali dengan Hans hari ini.  Membayangkan wajah tampan pria itu saja membuat wajahnya kembali memerah. Ucapan selamat pagi yang dikirimkan pria itu membuatnya ingin bertemu langsung.


Baru saja ia akan meraih handle pintu, Adrian dengan ucapannya yang bossy menghentikan langkahnya.


“Mulai sekarang kau tidak boleh keluar.” ucap pria itu dingin.


Kyra berbalik lalu memberi tatapan tajam, “Apa maksud mu?”


“Bukankah sudah ku katakan?” Adrian berjalan menuju tempatnya berdiri sambil membawa jas hitam di lengan kanannya.


“Ganti baju mu Sherly dan pulanglah.” Ucapnya pada wanita itu. Sherly tampak tidak suka tapi ia tetap menurut. Wajah cantik  nya merenggut.  Ia melayangkan tatapan tajam pada Kyra sebelum berbalik pergi namun Kyra tidak menghiraukannya.


“Apa-apaan itu? jangan seenaknya  memberi perintah padaku!” jawab Kyra sengit. Meraih kembali handle pintu dan membukanya. Bersiap keluar .


Adrian segera meraih lengan wanita  itu dan menariknya dengan keras hingga membuat tubuh mungil itu menabrak dada bidangnya.


“Aku tidak suka saat kau terus memberontak!” tekan Adrian. "Sejak kapan kau bersikap seperti ini?!"


“Kau pikir aku peduli? Jangan campur urusanku!” Kyra meletakan kedua tangannya agar dada Adrian tidak menyentuh tubuh nya. Ia tidak sudi di sentuh pria itu! Kyra segera mengalihkan pandang nya saat Pria itu menatap ke arah nya. Lebih tepat nya bagian rahang nya. Apa yang pria itu lihat?! Kau mau lihat hasil kekejaman mu semalam hah?!


“Masuk sebelum aku mengunci mu di kamar!” Adrian mencengkeram tangan Kyra. Namun sama sekali membuat wanita itu gentar. Lagi-lagi pria itu mengancam nya dengan kekerasan fisik.


"Aku tidak takut! Minggir!" Tolak Kyra dan mendorong tubuh Pria itu agar segera menjauh. Ia memang hanya menumpang tinggal di Mansion pria itu, namun jangan seenaknya dia bisa mengatur Kehidupan nya!  Dia sangat benci di atur! Pacar nya saja dulu tidak pernah mengatur nya, sial. Kenapa aku harus memikirkan Laki-laki itu di suasana seperti ini?


"Aku serius padamu!" Tekan pria itu marah. Para pelayan saling berpandangan. Mereka bingung antara ingin melerai atau membiarkan keduanya. Baru kali ini mereka melihat Tuan mereka marah, karena biasa nya pria itu tidak peduli apa yang di lakukan Sang Nyonya muda.


"Ini hidup ku! Bukan berarti kau bisa seenaknya mencampuri urusanku! Dan ingat, aku tidak pernah menganggap mu sebagai suamiku!" Teriak Kyra emosi. Ia berbalik dan akan membuka pintu itu lagi.  Kedua nya sama-sama tidak ingin mengalah.


"Baik. Silakan saja kau pergi. Dengan senang hati aku akan menghancurkan Keluarga mu sekarang juga!" Ucap Adrian tajam penuh penekanan dan Kyra tahu pria itu tidak pernah bermain-main dengan kata-kata nya.


Kyra mengigit bibirnya, menahan luapan amarah yang akan meledak. Ia benci pria ini! Kenapa dia harus mengancamnya dengan hal seperti itu! Walaupun dia bukanlah Kyra asli, tetap saja dia masih punya hati nurani!


Wanita itu menepis cengkeraman pria itu dengan kasar, menginjak kaki Pantofel itu dengan keras dan berteriak, “Terkutuklah kau brengsek!” teriaknya kasar lalu berlari ke belakang mansion. Kyra tidak mau memperlihatkan  air mata nya. Pria itu benar-benar kejam!


Adrian menghela nafas, “Peter.” Panggil nya. Wajahnya mengernyit sakit saat wanita  itu menginjak kaki nya dengan kuat. Ah sialan!


Peter datang dan membungkuk pelan, “Ya tuan?”


“Pastikan dia tidak kemana-mana. Apa kau mengikutinya kemarin?” Tanya Adrian sambil menyugar rambut nya yang sempat berantakan. Hah.. dia sedikit pusing memikirkan kelakuan wanita itu. Padahal masih pagi namun staminanya sudah terkuras.


“Ya tuan. Saya sudah kirimkan semuanya di atas meja anda.” balas Peter.


Adrian mengangguk pelan dan segera berlalu dari hadapan Peter. Namun belum sempat pria itu mencapai pintu, ia kembali berbalik.


"Suruh pelayan mengobati memar nya." Ucap Adrian pelan.


Peter mengernyit bingung. Namun ia segera menganggukkan kepalanya. Adrian menghela nafas dan berlalu pergi.


*