Just Me

Just Me
3



Oh tidak.


Ini bukan tubuhku!


Di mana tubuhku?!


Apa sekarang aku seperti di Novel yang masuk ke tubuh orang lain?


Serius?! Itu kan hanya ada di cerita fiksi!


Cermin, aku butuh cermin!


Pria yang tidak tahu namanya itu sama sekali tidak memberitahu namaku. Dasar pria aneh!


Percuma saja tampan tapi dingin. Dia pikir aku akan suka dengan pria seperti itu? hah, tidak akan pernah.


Aku segera mendongak begitu mendengar suara pintu terbuka. Mata ku menatap pria berambut hitam dengan kulit pucat nya. Ia membungkuk sebentar dan menatapku dengan bola bewarna cokelat terangnya. Ah.. tampan banget.. semoga dia ramah.


“Selamat pagi, Nyonya Muda.” Salam nya tanpa seulas senyum. Melunturkan ekspektasi ku. Dia mirip sekali dengan pria tadi. Kaku !


“Kau mengenalku?” tanyaku cepat, tidak memperdulikan ekspresi datarnya.


“Tentu saja. Anda adalah Miss Kyra Felica. Istri dari tuan Adrian.” Jawab nya.


Aku menganga.


Rahangku rasanya ingin jatuh ke bawah. Tidak percaya akan ucapan pria itu. Tunggu... Aku sudah menikah? Dan yang lebih penting namaku Kyra felica?  Siapa itu?


Tapi kenapa nama itu tidak asing?


Fix, aku benar-benar masuk ke tubuh orang lain!


Tapi tunggu dulu…


“Kau bilang aku adalah istri dari Adrian? Siapa itu?” Aku menatap pria itu kembali sambil meremas  selimut rumah sakit dengan erat. Berharap bukan pria dingin tadi yang menjadi suamiku! Kalo sampai benar, aku akan meminta cerai sekarang juga!


Pria itu tampak mengerutkan alisnya hingga aku bisa melihat keningnya yang berkerut dalam, “Apa anda lupa Miss? Pria yang baru saja keluar adalah tuan Adrian.”


“HAH?!” sial! Tenggorokanku rasanya terbakar.


Dan ohhh… sepertinya aku mengalami serangan jantung.


Pria dingin tadi benar-benar suaminya?!


Yang benar saja!


Kembalikan jiwa ku Tuhan!


*


Pusing.


Kepala ku benar-benar pusing. Semakin aku memikirkan semua itu membuat kepalaku rasanya ingin meledak. Aku menghela nafas begitu para pelayan yang sedang merapikan ku pergi dan membiarkanku menatap seluruh wajahku di cermin.


Cantik.


Aku segera menganggumi wajah yang terlihat jelas dari pantulan cermin. Dia cantik sekali. Mata biru terangnya yang bulat dan begitu indah layaknya batu permata, hidung mancungnya yang kecil dan bibir peach nya yang berisi. Dia terlihat seperti Aktris papan atas. Alis tipisnya tersembunyi di antara poni rata nya. Perlahan aku mencubit pipi yang terlihat lembut itu dengan keras. Aku mengaduh kesakitan dan mengelus pipi ku yang kini memerah.


Ini bukan mimpi!


Tapi tetap saja ini semua begitu aneh. Terjebak dalam tubuh orang lain sama sekali tidak ada dalam imajinasi ku!


Batin ku dan mulai menghirup nafas dengan perlahan sambil memperhatikan bayangan wajah asing yang berada  di cermin.


Oke. Tenang.


Senyum, ugghh... Kamu manis sekali...


Baiklah.


1


2


3


Tenangkankan pikiran..


Oke.. senyum lagi.


....


........


..........!


Aku tidak bisa! Aku tidak bisa tenang! Ayolah, kenapa aku bisa berada di sini?! Ini pasti mimpi! Seingatku, aku terjatuh di trotoar dengan tubuh penuh darah! Tapi kenapa aku sama sekali  tidak melihat luka ataupun goresan di tubuh ku?! Dan yang semakin membuat ku bingung adalah kabarnya aku baru saja melakukan upaya bunuh diri dengan meminum racun! Itu benar-benar tidak masuk akal! 


Aku masih punya akal untuk tidak  melakukan hal segila itu!


Suara ketukan terdengar di balik pintu. Aku segera menoleh dan mendapati seorang wanita muda dengan pakaian pelayan membungkuk pada ku.


“Waktunya makan Miss.” Ucapnya lalu kembali membungkuk lagi.


Aku menghela nafas lelah. Otak ku benar-benar mumet. Aku segera berjalan menghampiri wanita muda itu. Pelayan itu memiliki rambut merah yang cukup mencolok. Aku baru Pertama kali melihat rambut warna merah asli seperti itu. Maklum, di Indonesia tidak ada yang memiliki rambut merah asli seperti itu. Kalau di cat warna warni banyak.


“Tolong antarkan hmm?”  tanya ku. Aku tidak tahu nama pelayan itu. Aku melirik dada nya yang tenyata tidak memiliki name tag.


“Katty Miss.” Jawab pelayan itu sopan. Wajahnya yang putih tindak menampilkan ekspresi apapun. Fix, Jodohnya pasti Peter.


“Oh, ya. Tolong ya Katty.” Ucap ku sambil tersenyum.


“Silakan ikut saya, Miss.” Pelayan itu berbalik dan memimpin jalan  menuju meja makan. Mata ku sekilas menangkap bekas luka di punggung Tangan nya. Masih merah. Sepertinya luka itu baru saja ia dapatkan.


*


Kaila menatap hidangan yang masih mengeluarkan uap panas itu dengan mulut ternganga. Meja luas dengan ukiran aneh di sisinya begitu penuh dengan berbagai makanan. Oh, sepertinya terlihat nikmat sekali. Masa bodoh dengan semua masalahku, yang sekarang ku pikirkan adalah bagaimana caranya menghabiskan semua itu. Ah, dirinya baru keluar dari Rumah Sakit hari ini. Wajar saja dia ingin memakan makanan enak, dia benar-benar tidak suka makanan Rumah Sakit yang  sangat hambar. Walaupun tujuan  makanan hambar di buat  untuk mempercepat kesembuhan dan kesehatan Sang pasien, tapi tetap saja ia tidak suka!


“Bersihkan liur mu dan duduk!” perintah pria yang sudah duduk di ujung meja. Wajahnya tetap datar tanpa ekspresi dan sibuk dengan ponsel hitam miliknya.


Segera Kaila menghapus air liur yang terkumpul di sudut bibirnya dengan cepat dan segera duduk di kursinya.


Mata nya berbinar memperhatikan hidangan di hadapannya dengan antusias. Dia ingin segera memakan semua itu. Matanya lantas menatap pria bernama Adrian yang masih sibuk dengan ponsel nya.


Rasanya tidak sopan makan terlebih dahulu sebelum dia. Dirinya juga masih asing dengan sekitarnya. Kaila hanya bisa menghela nafas.


Pria itu akhirnya meletakan ponselnya. Mata nya melirik Kaila yang tampak berbinar menatap semua hidangan lalu mulai mengambil sandwich yang tertata rapi di piringnya. Kaila bergumam senang dan segera mengambil satu persatu hidangan yang berada di atas meja dan meletakkannya di atas piringnya. Dia tersenyum senang saat makanan itu masuk ke dalam mulutnya. Rasanya benar-benar enak sekali. Ughh.. daging nya benar-benar juicy bangettt... Rasanya pipi ku mau meleleh.. Apakah ini surga?


Mata abu-abu pria itu menatap Kaila yang begitu lahap memakan semua makanan. Wanita itu seperti tidak makan selama bertahun-tahun. Menggelikan sekali.  Ia mendengus acuh dan  kembali fokus memakan makannya sendiri. Mata nya sesekali memeriksa beberapa Dokumen yang belum ia selesaikan.


*