
Kyra menutup pintu taksi yang baru saja di tumpanginya dan memberi beberapa dollar kepada supir itu. Untung saja dia membawa beberapa dollar di tas nya tadi. Tidak banyak memang, namun memilki nominal yang sangat banyak. Di dalam ingatan nya, uang ini adalah hasil gajian nya di salah satu Cafe.
Wanita itu berbalik dan menatap taman luas itu dengan pandangan takjub. Tidak menyangka dia bisa melihat taman sebagus ini. Ah, tunggu dulu ini Negara apa? Oh, kyra ingat. Ini di Los Angels, Amerika serikat.
Kyra tidak bisa membendung rasa bahagia nya merasakan sensasi dingin khas udara eropa menyentuh kulit nya. Akhirnya dia bisa keluar negeri juga walaupun dia tidak tahu semua ini nyata atau tidak. Ah, mungkin akan ia pikirkan nanti, yang penting dia bisa menikmati pemandangan cantik ini.
Wanita itu segera masuk ke dalam gerbang taman dan berjalan menyusuri taman penuh warna itu. Banyak sekali bunga yang mekar dan ia bahkan bisa melihat satu semak tanaman buah beri merah yang tumbuh liar. Sepertinya ini Musim Semi. Namun karena dia berasal dari Negara Tropis, Musim Semi masih terasa dingin di kulitnya. Mata biru nya berbinar melihat stand es cream yang di penuhi beberapa anak tepat di ujung taman.
Dia ingin merasakan Es Cream luar Negeri! Bodoh amat jika dia bakalan sakit karena memakan Es Cream di saat tubuhnya merasakan hawa dingin.
Kyra segera berlari dengan semangat dan menghampiri stand es cream itu. Mata biru nya menangkap dua anak laki-laki yang saling berebutan es cream yang tidak terlalu besar.
"Hei, kenapa kalian berkelahi, hum?" tanya Kyra dan menghampiri kedua bocah itu. mereka mendongak dan menatap Kyra yang sedang membungkuk, berusaha menyejajarkan tubuhnya dengan kedua bocah itu.
Mata hijau keduanya mengerjap lucu. Sepertinya mereka kembar. Kyra tersenyum. Mereka manis sekali. Anak Bule emang imut imut.
"Kalian ingin es cream ? kakak akan membelikan kalian satu persatu, mau?" tanya Kyra yang di balas anggukan semangat keduanya.
Kyra tertawa pelan dan segera berjalan ke stand es cream itu. Memesan Es Cream cokelat berukuran besar dengan sirup stroberi di atas nya.
"Baiklah, jangan berebut ya." Ucap Kyra memberi Es cream besar itu kepada kedua bocah itu. Mereka menyambut es cream cokelat itu dengan antusias dengan mata hijau nya yang berbinar.
Kyra ingin mencubit pipi keduanya. Lucu sekali.
Tarikan lembut dia rasakan di rok panjangnya. Ia segera menoleh dan menemukan seorang anak perempuan berambut hitam lebat.
"Kakak, bolehkah aku meminta es cream seperti itu?" tanya nya sambil memperlihatkan mata hijau nya yang besar dan berkilau. Kyra tersentuh dan mengangguk. Ia kembali ke stand es cream dan membeli dua untuk gadis kecil itu dan untuk dirinya sendiri.
"Ini." Ucap Kyra yang segera di sambut tangan mungil itu. Dia tersenyum senang dan bergumam terimakasih.
Lalu tidak lama seorang wanita paruh baya datang dan berlari tergopoh-gopoh menghampiri ketiga bocah itu. Wanita berambut pirang itu tampak kesal dan menegur ketiga bocah itu yang mendengus cuek.
"Permisi, Nyonya. Hmm, maafkan saya. Saya yang memberi es cream tadi." Ucap Kyra saat mendengar bahwa wanita itu memarahi mereka karena es cream besar di tangan mereka.
Wania itu menoleh dan menatap Kyra, ia tersenyum. "Tidak. Aku tahu mereka pasti membuat trik licik lagi agar terlihat kasihan. Kau tahu, mereka sedang di hukum untuk tidak memakan es cream seharian penuh."
"Mereka tidak akan berhenti makan es cream untuk waktu yang lama karena itu mereka pasti langsung jatuh sakit." ucap wanita itu membuat Kyra merasa bersalah. Permasalahan mereka sama seperti Kyra dulu.
"M-maafkan saya.. s-saya tidak tahu." Jawab Kyra gugup.
Wanita itu mengibaskan tangan nya lalu berujar, "Tidak perlu di pikirkan. Kalau begitu kami pamit. Baiklah, ayo kalian bertiga."
Wanita itu segera menarik ketiga nya yang sibuk bergumam dengan mulut penuh Es cream.
Lalu mereka terhenti seolah melupakan sesuatu. Wajah penuh es cream cokleat itu menoleh dan tersenyum kepada Kyra.
"Terimakasih kakak." Ucap ketiga nya serentak lalu kembali berjalan dengan langkah senang.
Kyra tersenyum gugup. Sejujurnya dia tidak tega melihat bagaimana mereka yang di hukum tidak makan es cream. Tapi jika tidak, mereka akan sakit. Sudahlah, yang terpenting dia bisa berjalan kembali sambil menikmati es cream cokelat miliknya.
*
Adrian menutup ponsel nya dan menatap Map cokelat yang berisi beberapa gambar yang baru saja di kirimkan Peter. Mata abu-abu nya menatap setiap gambar berukuran 4R itu dan terhenti ke salah satu gambar. Menampilkan potret wanita berambut panjang yang sedang tertawa bersama dua bocah berambut hitam yang begitu bahagia menyambut uluran tangan wanita itu.
Ia lalu mendengus pelan dan segera meletakan ponsel ber-flip hitam itu ke atas meja kerjanya. Ia memutar kursi panjangnya dan berbalik menatap pemandangan di balik kaca yang memperlihatkan keindahan kota Los Angels yang begitu padat.
Pikirannya melayang tentang wanita yang hampir setahun ia nikahi itu. Segala upaya di lakukan wanita itu kepadanya hanya untuk mencari perhatiannya tapi dia tidak peduli sama sekali. Dia hanya menganggap wanita itu sebagai wanita yang berusaha mengambil kekayaan dari keluarganya dengan trik murahan.
Dia kembali memutar tubuhnya begitu mendengar suara pintu di belakangnya. Seorang wanita tinggi dengan pakaian biru nya yang sexy tersenyum padanya.
Adrian masih tidak berekspresi melihat wanita berambut merah itu. Sang wanita yang sudah tahu sikap Pria itu tidak memperdulikannya. Dia berjalan menghampiri pria itu dengan gerakan anggun.
"Hai, Adrian " Sapa wanita merah menyala itu. Wanita itu terlihat senang bertemu pria itu. Ia segera duduk di atas pangkuan Pria itu dan memeluk tubuh besar itu dengan erat.
"Hmm." Jawab Adrian pelan tanpa ekspresi. Mata abu-abu nya justru kembali melihat Foto Kyra. Entah apa yang sedang pria itu pikirkan, bahkan Adrian masih diam saat tangan sang Wanita mulai membuka kancing kemeja nya.
*