
Mereka melihat lima remaja yang parasnya sangat-sangat mempesona,sejak mereka turun dari mobil orang-orang disekitarnya tanpa sadar menahan nafas.
Terlebih salah satu dari lima orang tersebut mereka sangatlah kenal,itu ada seorang selebriti terkenal yang hampir seluruh siswi SMA SIONAL SCHOOL adalah penggemar beratnya.
Siswi B berteriak : "Astaga!itu Ardian"
Suara itu kembali menyadarkan mereka dan semakin banyak pula diskusi disekitarnya.
Siswi A menggosok matanya : "ini benar-benar gila!kalo ini mimpi gue gak mau bangun!!!"
Siswi C berbicara penuh semangat : "ternyata gue satu sekolah sama idola gue?demi apa coba!!!"
Dan banyak lagi,Ardian hanya terkekeh kecil melihat mereka semua heboh : "gue gak nyangka ya,kita langsung disambut antusias gini"
Vlora memutar mata malas : "hidih, berisik tau gak tuh para fans Lo"
Ardian melirik Vlora sambil tersenyum : " iri ya?"
Vlora menatap serius Ardian : "gue gak iri, malahan gue ngerasa kasihan sama Lo yang telinganya harus kebal sama teriakan"
Ardian menatap datar Vlora dan tak lagi meladeni Vlora yang akan membuat Ardian pagi-pagi naik darah tinggi.
Qirani disamping Vlora hanya melihat sekeliling dengan rasa ingin tau dan tak lupa sebuah susu kotak strawberry ditangannya : "gak sakit apa tenggorokan mereka teriak kayak gitu?"
Savian terkekeh dan mengacak-acak rambut Qirani : "namanya mereka jumpa sama idola mereka,jadi wajar kalo mereka antusias itu tandanya mereka benar-benar fans berat Ardian"
Qirani menepis tangan Savian yang mengacak-acak rambutnya : "ih,Jangan diacak-acak rambut Qirani capek tau ngikatnya"
Savian menatap Qirani tak percaya : "capek apaan,yang ikat juga Kevin tuh bukan Lo!"
Qirani mengerutkan bibirnya : "tetap aja Qirani juga capek,ini ya Qirani tuh harus duduk dan gak boleh gerak sampai ikatannya selesai,capek tau"
Vlora menatap geli pada Qirani lalu merapikan rambut Qirani yang sedikit berantakan : "udah-udah jangan berantem,nah sekarang dah rapi kan?"
Qirani mengangguk senang : "udah!"
Kevin yang dari tadi diam akhirnya menyadari sesuatu : "kita ada lupa sesuatu gak?"
Savian menatap heran : "sesuatu?apaan tuh"
Qirani memiringkan kepalanya dengan tatapan bingung, Ardian hanya tersenyum manis pada para fansnya tanpa menghiraukan percakapan para saudaranya.
Vlora awalnya ingin menggeleng tapi dia langsung ingat dan menatap horor Kevin : "kita hampir nabrak orang oy!"
Sontak Ardian yang dari tadi senyum manis pun langsung menatap Kevin tegang : "gak ada korban jiwa kan?"
Kevin awalnya sedikit tertegun tapi setelah mendengar perkataan Ardian,dia pun menatap malas Ardian : "jangan ngomong kayak kita buat pembunuhan berencana deh,kalo orang yang gak tau sebenarnya denger Lo ngomong gini yang ada kita langsung dibawa ke kantor polisi"
Qirani yang mendengar kantor polisi langsung memelototi Ardian : "Ardian ngomong yang benar deh, Qirani gak mau di tangkap sama bibi dan paman polisi.
Ardian menggaruk kepalanya yang tak gatal : "maaf deh, habisnya gue kan gugup"
Vlora mengendus : "gugup sih boleh tapi jangan ngomong buruk kayak gity takutnya malah jadi kenyataan "
Kevin mengangguk setuju : "apa yang dibilang Vlora benar,lagian gak ada korban juga"
Ya Kevin tadinya tidak sengaja menginjak gas saat berhenti sehingga membuat semua diluar kendali Kevin untungnya orang-orang itu memiliki refleks sehingga tidak ada kecelakaan tak diinginkan.
Savian yang tadi hanya mendengar merasa kedinginan dan tanpa sadar melihat sekeliling lalu berhenti pada segerombolan pria-pria tampan yang Savian saja sempat tertegun.
Lalu sontak dia mengalikan tatapannya saat menyadari sepertinya mereka adalah korban dari kecelakaan tak disengaja mereka.
Savian bergidik ngeri : "itu orangnya we,mana natap kita kayak mau makan orang lagi"
Mereka serentak menoleh kearah yang ditunjuk oleh Savian,mereka dapat melihat segerombolan pria dengan penampilan yang mencolok dan menarik.
Vlora langsung bersiul : "cakep juga tuh"
Savian menatap malas Vlora : "Lo kayak gitu macam orang mesum tau gak Ra"
Vlora memukul acak Savian : "enak aja Lo kata mesum gue!masa cewek cantik dan rajin menabung kayak gue malah dikatain mesum"
Vlora mengendus : "mangkanya kalo ngomong tuh harus difilter"
Savian bergumam : "iya deh,kalo gue ingat"
Vlora mengangkat tangannya : " apa Lo bilang?!"
Savian yang melihatnya pun langsung bersembunyi dibelakang Kevin : "gue gak bilang apa-apa kok"
Ardian menggelengkan kepalanya melihat kedua saudaranya : "jaga image kali woy,gak malu apa Lo pada dilihatin banyak orang gitu"
Vlora melotot : "gak!Napa Lo?ngajak berantem?"
Ardian menyengir : "hehe, bercanda kali Ra"
Vlora menatap malas Ardian,lalu mengendeng tangan Qirani yang dari tadi asik nyemil sambil ngeliatin mereka : "ayo kita keruang kepala sekolah untuk cek ruang kelas"
Kevin mengangguk lalu mengikuti Vlora dan Qirani didepannya, sedangkan Savian masih nempel ke Kevin takut-takut Vlora bakal mukulin dia.
Ardian sendiri berjalan dengan cool sambil tersenyum berbeda dengan dirinya yang tadi takut dengan pukulan Vlora.
Mereka berlima berjalan kearah rombongan Kenneth dan Zayden yang kebetulan mereka berdiri di jalan keluar dari tempat parkir.
Semakin dekat membuat mereka akhirnya dengan jelas melihat siapa pemilik mobil tak bertanggung jawab tadi.
Mereka menatap tanpa berkedip kecuali Kenneth yang tampak marah dan Zayden yang tenang.
Vlora tersenyum canggung pada mereka :
"Hai kalian,gue sama para saudara gue minta maaf ya untuk tadi"
Kenneth tersenyum mengejek : "kalo lo pada emang gak bisa bawa mobil mending gak usah bawa deh"
Vlora menatap kesal Kenneth, ingin rasanya dia mencakar-cakar wajah tampan itu tapi sayangnya disini mereka lah lebih dulu salah.
Savian mengangguk : "kami paham,tapi emang tadi itu diluar kendali kita"
Ardian mengendus : "lagian kalian juga kenapa berdiri disitu coba!"
Sylas yang kembali sadar menatap sinis Ardian : "suka-suka kita dong, emangnya ini sekolah punya Lo apa?!"
Ardian menatap polos Sylas : "yang bilang sekolah gue siapa?"
Sylas berdecak mendengar jawaban Ardian, Ardian hanya mengangkat bahu acuh.
Agra yang dari tadi diam menatap mereka berlima : "kalian murid baru?"
Savian langsung menanggapi : "ya, seperti Lo tau kita-kita emang gak sengaja tentang masalah tadi.Kami bersedia kok ganti kerugian yang kalian alami"
Rery mentap tak percaya Savian : "Lo kira kita gak mampu apa?!"
Rery cukup kesal dengan perkataan Savian, padahal mereka termasuk kalangan atas yang memiliki uang tak terhitung jumlahnya meskipun mereka tidak sekaya Kenneth dan Zayden setidaknya mereka termasuk disegani oleh dunia.
Savian menggaruk kepalanya bingung, padahal niatnya hanya untuk ganti rugi tapi saiapa tau responnya malah agresif.
Kevin menghela nafas melihat suasana yang tiba-tiba berubah menjadi canggung : "Saudara gue gak bermaksud menyepelekan kalian,gue minta maaf atas nama para saudara gue kalo semisal perkataan mereka nyakitin kalian"
Rery mengendus kesal,pihak lain sudah meminta maaf jadi dia takkan logis jika marah-marah terus.
Dion tersenyum : "gak masalah,lagian kita-kita baik-baik aja kok"
Kevin : "baguslah kalo gitu, sebagai permintaan maaf kami,jika kalian dimasa depan memiliki sesuatu yang dibutuhkan tolong katakan pada kami, selagi kami bisa dan tidak kelewatan batas maka kami akan melakukannya "
Zayden angkat bicara : "kami terima"
Kenneth memelototi Zayden : "gak bisa gitu aja dong!"
Waldi mengangguk setuju : "benar tuh,masa cuma gini aja sih!pihak kami gak terima!"
Sylas menatap ragu Zayden : "ketua..."