
Setelah makan kue,mereka pun duduk dikursi masing-masing menunggu dua orang lagi yang belum datang.
Vlora : "Ardian mana sih?kok dari tadi belum datang-datang bareng Qirani"
Begitu suara Vlora jatuh,suara ceria dan manis terdengar siapa lagi jika bukan si bungsu yang ditunggu.
Qirani mencium pipi satu persatu keluarganya : "Selamat pagi keluarga tersayang Qirani "
All : "pagi Qirani "
Qirani terkekeh dan duduk disamping Savian lalu memeluk Savian : "rindu sama Vi"
Jadi posisi duduk mereka itu,Kevin-Ardian-Vlora lalu berhadapan dengan Mami Elvina-Savian-Qirani,kalo papi duduk ditempat kepala keluarga.
Savian menatap curiga Qirani: "Hayoo, Lo buat masalah apaan?"
Qirani menatap kesal Savian : "Ihhh,apa sih Vi.Masa Qirani rindu dikira buat masalah, emangnya Qirani gak boleh rindu?"
Savian tergagap panik lihat mata Qirani yang udah berkaca-kaca : "eh gak gitu Qi,aduhhh jangan nangis ya?gue minta maaf oke? nanti ikut gue beli jajan deh tapi jangan nangis ya?"
Savian menatap Qirani dengan wajah memelas, gimana ya Savian ngeri lihat tatapan tajam keluarganya, Savian yakin kalo tatapan bisa bunuh orang mungkin dia udah kecabik-cabik deh.
Qirani : "beneran? Savian gak bohong kan?"
Savian : "beneran, apapun yang Lo mau kita beli oke?jadi jangan nangis"
Qirani cegukan : "tapi...tapi tadi Savian bilang Qirani buat masalah apa?"
Savian menggeleng cepat : "iya Qi, maafin gue ya udah Suudzon Luan Ama Lo"
Qirani tersenyum : "Iya Qirani maafin"
Savian balas senyum : "makasih ya Qi"
Qirani menatap polos Savian : "iya Vi,bdw Qirani tadi gak sengaja rusakin robot kucing punya Savian"
Savian : "..."
Kevin : "ptff"
Vlora tertawa sambil menatap mengejek pada Savian : "Haha, santai Qi,Savian gak bakal marah kok.Nih mending Lo makan kue yang gue siapin"
Qirani menatap berbinar: "wahhh, Qirani suka deh kuenya"
Vlora tersenyum: "Habisin Qi,gue buat banyak kalo kurang masih ada di dapur"
Ardian tersenyum penuh arti: "sabar ya Vi,ini ujian "
Savian menatap datar pada Ardian yang mengejek : "kalo mau ketawa, ketawa aja deh gak usah tahan-tahan"
Ardian : "HAHAHA"
Savian : \=_\=
•••
Seminggu kemudian setelah tinggal di Indonesia,saat ini kelima bersaudara Adhitama sedang duduk santai diruang tamu.
*RUANG TAMU*
Qirani : "Vin ambil cemilan yang itu dong"
Kevin menyerahkan semua cemilan didekatnya kepada Qirani yang dari tadi sibuk ini itu.
Qirani mengerutkan kening : "kan Qirani minta satu bukan semua Vin,nanti kalo Kevin mau nyemil gimana?"
Kevin : "buat Lo aja"
Qirani menggambil salah satu coklat dan memakannya: "beneran?ini Kevin ikhlas kan ngasihnya? Qirani gak enak tau sama Kevin "
Kevin menghela nafas panjang, gimana ya Qirani bilang gak enak eh malah udah makan aja,ada gitu gak enak sama orangnya tapi asik makan cemilan tanpa beban gak enak?!
Savian terkekeh geli melihat Kevin yang tertekan,Kevin tuh jarang tertekan kayak gini bahkan dalam ngurus proyek miliaran mungkin dia gak bakal tertekan hanya menghadapi Qirani Aqilla barulah seorang Kevin Ardana tertekan seperti ini.
Savian bakal bantu? tentu tidak,dia akan membuat Kevin makin kayak orang depresi macam sekarang.
Savian: "benar banget Qi, kayaknya Kevin juga mau nyemil deh"
Kevin menatap tajam Savian : "gak,gue gak mau buat Lo aja Qi "
Savian melotot pada Kevin : "apa Lo?nah gue juga bisa natap tajam gitu"
Ardian meringis : "kok muka Lo melotot gitu macam film hantu yang kita tonton kemarin Vi"
Vlora : "iya ya kayak Annabelle"
Savian : " enak aja Lo pada!gue cakep gini dikatain kek Annabelle lagi,buta Lo pada?!"
All : "..."
Savian : " Napa pada diam Lo semua?"
All : "..."
Savian : "we!"
Ardian menatap sekeliling sambil menggosok lengannya : "kalian ada denger sesuatu gak?"
Kevin,Vlora,Qirani : "Gak"
Savian mengelus dada dan memukul boneka didekatnya, mencoba melampiaskan kekesalannya.
Delvin duduk dekat Savian yang masih asik mukulin boneka : "seru banget nih kayaknya"
Ardian menyengir : "eh ada papi"
Delvin menatap sekeliling : "um...mami mana?"
Elvina tiba-tiba datang : "apa nih, cari-cari mami"
Delvin tersenyum dan mencium pipi Elvina : "aku gak lihat kamu soalnya tadi,aku pikir kamu keluar"
Savian : "Pi,kalo mau mesra-mesraan sama mami jangan didekat aku deh"
Delvin : "mangkanya cari pacar sana biar gak iri "
Vlora : "boro-boro dia cari pacar Pi,ada cewek suka sama dia, mungkin dia gak bakal peka Ampe 100 tahun kemudian"
Savian : "enak aja Lo yakali 100 tahun,Lo nyumpahin gue jomblo seumur hidup gitu?"
Kevin : "Amin"
Savian menatap kesal Kevin : "Heh!Pi,mi lihat deh Kevin"
Ardian : "mainnya ngadu ah,kayak bocil"
Delvin : "udah-udah,papi mau bilang kalo urusan sekolah kalian udah selesai,jadi dua hari lagi kalian bisa sekolah"
Savian menatap memelas : "Pi,gak nanggung apa kita-kita sekolah sekarang?kan udah kelas tiga SMA Pi"
Elvina menyipitkan matanya pada Savian : "gak nanggung lah Vi,kan kalian baru masuk semester awal belum ada setengah semester pun"
Delvin : "Mami kalian benar,lagian kita udah buat perjanjian kan.Papi sama Mami bakal dukung pekerjaan kalian diusia muda dengan syarat kalian harus selesaikan pendidikan kalian tanpa loncat kelas"
Vlora menaikkan alisnya main-main : "yaudah para saudara ku tersayang, mending kita nikmati oke?siapa tau kita bakal jumpa sama jodoh kita ye gak kayak drama Korea gitu loh?"
Ardian : "emang ada cowok yang tahan ama Lo yang kelakuannya buat naik darah tinggi?"
Vlora : "heh!asal Lo tau ya ,gue tuh cantik,pintar masak,punya banyak uang.Yakali gak ada yang mau,kalo gak mau artinya cowoknya perlu periksa mata deh"
Qirani : "Qirani boleh pacaran juga?"
All : "gak"
Qirani cemberut : "kenapa? Qirani kan udah besar bukan anak kecil lagi"
Kevin : "kelakuan Lo masih kek anak kecil "
Qirani menatap tajam Kevin yang jatuhnya malah imut : "Qirani gak kek anak kecil ya"
Vlora : "Qi, dengerin ye kalo Lo di bodohi atau di sakiti gimana coba?"
Qirani mengangkat dagunya : "Qirani marahin dong"
Ardian mengangguk sambil tersenyum
: "kalo Lo pacaran,jatah cemilan Lo bakal berkurang karena harus bagi-bagi Ama gebetan Lo bahkan gebetan Lo bisa jadi gak ngasih Lo cemilan lagi, emangnya Lo mau?"
Qirani langsung memeluk cemilannya : "Qirani gak mau pacaran deh "
Savian : bagus,jadi kalo nanti disekolah baru ada yang ngajak Lo pacaran cukup kayak bisa, Lo kasih tau kita-kita dan jawab mereka kek yang udah pernah diajarin Ama Vlora"
Qirani mengangguk padahal sama sekali gak ngerti : "oh...oke"
•••
Ardian menatap para saudaranya : "Harus banget gue pake masker nih?"
Vlora menguap malas : "udah deh,dari tadi Lo ngeluh terus ah"
Ardian menatap kesal : "gimana gak ngeluh coba,ini tuh panas bodo.Mana pakian gue hitam terus masker hitam pula kayak mau maling gue tau gak?!
Savian menggeleng : "eleh,siapa suruh Lo pake baju hitam terus masker hitam"
Ardian : "noh siapa lagi coba kalo bukan karena ide dari saudara Lo "
Qirani : "apa sih Ar,kok malah Qirani yang disalahin.Kita pake baju kembar kan biar kompak"
Ardian menghela nafas : "hahhh,masih bisa ganti profesi gak ya?"
Kevin : "telat"
Vlora : "udah-udah, mending kita belanja sekarang biar cepat selesai juga"
Iya saat papi Delvin ngasih tau ke mereka kalo dua hari lagi bakal sekolah, mereka langsung mutusin ke Mall keluarga Adhitama.
Mereka bakal beli sendiri barang-barang keperluan mereka, sebenarnya bisa aja langsung nyuruh orang lain tapi sayangnya si bungsu yang hobi couple sama saudaranya malah ngotot pingin beli bareng para saudaranya.
Terus Ardian yang udah pake baju hitam malah di padukan sama masker hitam yang buat Ardian dari rumah sampai di Mall protes,kalo kata Vlora sih Ardian wajib nutupin wajahnya biar gak masuk berita habis keluar Mall.
Qirani menggenggam tangan Vlora sambil berjalan : "ayo, Qirani gak sabar"
Savian menyusul : " tungguin gue"
Ardian : "yahh,kita malah ditinggal Vin "
Kevin menatap sekilas Ardian dan pergi : "hm"
Ardian mengusap dadanya : "Astaghfirullah,gini amat punya saudara"
Disepanjang jalan mereka menjadi pusat perhatian dengan penampilan mereka yang luar bisa dan tak lupa Ardian yang dipandangi oleh tatapan aneh orang-orang yang lewat.
Mereka pertama pergi ke toko peralatan sekolah berada,saat sampai mereka langsung disambut oleh para pekerja disana yang kebetulan mengenal mereka sebagai anak dari pemilik Mall tersebut.
Qirani bersorak : "lihat deh pulpennya, imut kan?mana pas kembar lima lagi"
Savian : "bagus kok,beli aja semua"
Qirani : "okeh"
Vlora : "yang ini keren tasnya, meski lain warna tapi modelnya mirip.Gimana we?"
Kevin : "ambil "
Vlora : "sip"
Mereka pun terus berbelanja peralatan sekolah dengan Vlora dan Qirani yang memilih sedangkan tiga pria lainnya hanya menjawab seadanya.
Selesai dengan peralatan sekolah mereka langsung membayar dengan kartu khusus dari Mall Adhitama yang dibuat khusus oleh papi Delvin untuk mereka.
Mereka pun memutuskan ke tempat asesoris berada,dan memilih semua barang yang menurut mereka bagus dan yang pasti kembar.
Setelah tiga jam berkeliling Mall berbelanja,mereka pun memutuskan untuk ke restoran.
Qirani meminum habis jus jeruk miliknya : "capek deh"
Vlora menghapus keringat di keningnya : "iya,udah lama gue gak belanja sekalinya belanja gak kerasa udah tiga jam"
Ardian mengerutkan bibirnya : "emang ya cewek kalo belanja itu gak bakal ingat waktu"
Savian : "Yoi,mana dari tadi mereka berdua gak mau berhenti lagi"
Kevin : "Ck"
Vlora melotot ketiga pria didepannya : "gue sama Qirani belanja gini juga buat kalian ya!enak aja kalo ngomong"
Savian : "iya deh, ampun bos"
Vlora : "huh!"
Ardian menatap Vlora dan Qirani : "selesai makan kita langsung pulang nih?udah pada selesai kan yang mau dibeli?"
Vlora : "kita kan belum beli jaket"
Qirani menggeleng : "gak perlu Ra, Qirani udah rancang sendiri model jeketnya,Paling besok udah sampai rumah hasilnya "
Savian : "bagus kalo gitu, mending kita makan sekarang biar langsung pulang"
Vlora menetap heran Savian : "buru-buru banget Lo"
Savian : "bukan gitu,gue cuman mau ngelihat jam tangan canggih penelitian di laboratorium udah selesai atau belum"
Kevin mengerutkan kening : "emang selesainya sekarang?"
Savian mengangkat dagunya : "iya dong, laboratorium gue bukal abal-abal ya.Orang-orang didalamnya jenus semua selain itu gue emang udah niat dari awal buat jam tangan canggih tingkat tinggi dari awal"
Ardian berdecak kagum : "wihh,keren deh Vi.Gue boleh lah satu salinannya "
Savian tersenyum percaya diri : "tenang aja,gue buat enam kok.Kalian semua bakal dapat satu-satu"
Ardian merangkul Savian : "Lo emang saudara terbaik deh"
Savian menyengir : "Bisa aja Lo"
Kevin hanya terkekeh geli melihat Ardian yang terus memuji Savian dan Savian yang wajahnya memerah malu.
Sedangkan Vlora hanya asik lihat media sosial tanpa ikut campur sama percakapan mereka, Qirani? oh dia asik makan dari tadi tanpa peduli sama mereka,toh dirinya juga gak bakal ngerti lebih baik makan pikir Qirani.
|√|QIRANI AQILLA
•Anak bungsu Mami Elvina dan Papi Delvin
•Umur : 17 tahun
•Sejak kecil memiliki hobi mengatur pakaian ataupun aksesoris couple untuk keluarga Adhitama,karena itu Qirani membuat merek Fashion sendiri bernama 'QILA' yang sudah terkenal secara nasional dan internasional serta memiliki butik diberbagai negara.