It's Not Just About You And Me But Us

It's Not Just About You And Me But Us
"Oke setuju"



•••


Zayden menatap kelima bersaudara yang bersiap-siap untuk berlari dan langsung menghampiri mereka : "tunggu dulu"


Savian berkata tak sabaran : "kenapa lagi sih?! hukumannya kurang gitu?"


Zayden menggeleng : "gue ngaku udah berlebihan tadi,lagian juga gak ada korban dan kalian bilang juga gak sengaja kan jadi gak perlu 20 kali cukup 5 kali aja tapi jika hal kayak tadi keulang lagi gue gak bakal bisa toleransi kayak gini"


Ardian mengangguk tak menolak : "oke setuju"


Jeff tertegun,dia tak menyangka mereka akan langsung setuju tanpa menyindir seperti yang merasa lakukan sebelumnya.


Vlora menatap mereka malas : "udah saja kalian pergi,kami mau menjalani hukuman sekarang"


Sylas menatap ragu-ragu sejenak, Savian yang melihatnya pun langsung mengendus : "gak perlu khawatir,kita gak bakal curang "


Qirani mengangguk semangat : "benar! curang tuh gak baik!"


Sylas tersedak, padahal dia niatnya mau nawarin beliin mereka minum tapi siapa sangka mereka malah salah paham padanya.


Sylas : "gue gak bermaksud gitu..."


Ardian memotong ucapan Sylas : "terserah deh, intinya kalian pergi aja sana toh mau masuk juga ,kami gak bakal curang disini"


Dion mengangguk : "oke kalo itu mau kalian"


Zayden juga ikut mengangguk tak menolak melihat kekerasankepala lima bersaudara tersebut : "kalo gitu kami pergi dulu,kalo ada apa-apa kalian bisa bilang pada kami"


Kevin hanya bergumam : "ya"


Setelahnya Zayden dan para sahabatnya pun pergi dari lapangan meninggalkan lima bersaudara tersebut.


Savian berkata penuh semangat : "ayo!kita selesaikan ini dengan cepat"


Ardian menyengir : "semangat semuanya!"


Vlora dan Qirani menjawab serentak : "ohye!"


Kevin menjawab malas : "hm"


Mereka pun berlari lima kali di lapangan yang luas tersebut,banyak juga para siswa dan siswi mencuri-curi pandang pada mereka.


Bagaimana tidak? mereka berlima memiliki penampilan yang sangat-sangat mempesona dengan temperamen unik masing-masing,bahkan disaat mereka tampak sedikit acak-acakan dan keringatan mereka masih tampak tampan dan cantik, membuat mereka semua menghela nafas dan menatap takjub.


Setelah lari lima kali, mereka berlima pun berteduh di bawah pohon deket lapangan.


Vlora mengipasi dirinya : "panas ya"


Qirani mengangguk sambil minum : "iya,mana capek lagi"


Savian terkekeh : "siapa suruh mau ikutan lari,capek kan jadinya"


Vlora melirik kesal Savian : "mau Lo gue lihatin kalian lari-lari mana nanggung hukuman kita gitu? mimpi Lo!"


Savian menghela nafas dan memilih diam tak ingin mencari ribut, Ardian menyipitkan matanya nyaman : "udah-udah, jangan ribut,bentar lagi kita mau nyari kelas kita kan, mending kalo masih ada tenaga pakai untuk nanti dari pada dihabisin sekarang "


Kevin mengangguk : "benar,kita belum lihat pembagian kelas "


Vlora mengendus : "okeh!"


Savian melirik acuh : "ya"


Qirani tak menghiraukan mereka,dia hanya bersandar pada Kevin disampaingnya dengan nyaman sambil menikmati matahari pagi.


Kevin menunduk menatap Qirani yang menyipitkan matanya nyaman : "masih capek?"


Qirani menggeleng : "cuman tinggal sedikit hehe"


Kevin terkekeh geli lalu memperbaiki rambut Qirani yang berantakan : "rambutnya jadi rusak gini deh"


Qirani menatap polos : "emangnya kenapa?"


Kevin tersenyum : "jadi jelek"


Qirani memukul Kevin dengan tinju kecilnya : "enak aja bilang Qirani jelek!Kevin yang jelek!"


Kevin langsung menangkap tangan kecil Qirani sambil tersenyum : "iya Kevin jelek, Qirani cantik"


Qirani menutupi wajahnya yang malu dengan tangan yang tidak dipegang Kevin : "apa sih Vin!"


Kevin terkekeh : "kok mukanya ditutup?mana sini gue mau lihat muka Lo yang cantik"


Kevin tersenyum : "apa?"


Qirani memutar mata malas : "berhenti bercanda deh"


Kevin melirik Qirani : "iya-iya,udah sini turunin tangannya biar gue perbaiki rambut Lo"


Qirani menurunkan tangannya lalu menatap kesal Kevin : "huh!"


Kevin hanya terkekeh lalu mengikat rambut Qirani dengan terampil.


Ardian, Vlora dan Savian hanya menatap santai mereka tak merasa ada yang salah , faktanya Qirani memang selalu bertingkah manja pada mereka semua terutama pada Kevin.


Vlora bahkan kadang suka iri dengan Kevin karena Qirani bakal lengket banget sama Kevin padahal menurut Vlora Kevin tuh anaknya membosankan gak ada seru-serunya!


Setelah beberapa saat, mereka pun langsung pergi ke kantor kepala sekolah.


Sebelum mengetuk pintu kantor kepala sekolah, Zayden keluar dari kantor kepala sekolah dan langsung berhadap-hadapan dengan mereka berlima.


Zayden tersenyum : "Kalian disini, kebetulan gue mau ngasih pembagian kelas kalian"


Kevin mengangguk : "hasil"


Zayden hanya terkekeh sejenak lalu menjawab : "Lo, Ardian dan Vlora dikelas XII-1 sedangkan Qirani sama Savian di kelas XII-2"


Zayden menyerahkan pembagian kelas yang berisi nama-nama mereka, membuktikan Zayden berkata jujur.


Vlora melotot : "kok gue gak sekelas sama Qirani sih!gue mau komplain ke kepala sekolah"


Zayden mengangkat bahu : "kepala sekolah lagi dinas selama seminggu,so...kepala sekolah gak ada disini "


Savian melirik curiga : "tapi kok Lo bisa keluar dari situ?"


Zayden tersenyum : "gue ketua Osis,jika Lo tanya kenapa gue bisa masuk ke kantor kepala sekolah itu karena gue punya urusan sama data-data siswa mangkanya gue udah minta izin sama kepala sekolah dan itu sebabnya Lo bisa lihat gue keluar dari sana"


Kevin mengangguk : "oke, makasih infonya "


Kevin berjalan pergi sambil mengendeng tangan Qirani, Vlora yang melihatnya langsung menghampiri : "tunggu dong!"


Savian melotot sebentar pada Zayden dan langsung mengejar mereka : "gue ketinggalan nih...woy!"


Ardian melirik malas Savian lalu mengalikan tatapannya pada Zayden : "yahh, meskipun Lo dan kawan-kawan Lo ngeselin tapi makasih buat infonya"


Usai berkata seperti itu Ardian langsung pergi dengan santai tak terburu-buru seperti Savian, Zayden tersenyum menatap mereka berlima dengan matanya yang indah : "Lo gak boleh bilang makasih dulu loh..."


Ardian tak mendengar ucapan penuh arti Zayden karena sadari tadi dia asik tersenyum super tampan pada para siswi yang mencuri-curi pandang padannya.


Ardian bergumam : "Susah ya jadi orang tampan"


•••


Sampai di persimpangan jalan mereka berhenti karena tidak satu arah lagi ,XII-1 ada dilantai dua sedangkan XII-2 ada dilantai satu.


Vlora memeluk Qirani : "jaga diri baik-baik ya Qi,kalo ada yang gangguin Lo nanti kabarin gue biar gue urus tuh orang!"


Qirani mengangguk kecil : "okeh, Vlora juga baik-baik disana! jangan nakal-nakal loh"


Vlora terkekeh geli : "kalo gue ingat ya Qi"


Qirani menggeleng : "dasar deh!"


Savian menatap gemas mereka : "kita cuman pisah kelas oy! nantinya juga masih jumpa tapi kalian kayak gini macam orang yang gak bakal ketemu 10 tahun!"


Vlora melirik jijik Savian : "kenapa Lo?iri ya karena gak ada yang meluk"


Savian mengendus : "idih,siapa juga yang iri "


Ardian tersenyum : "masa sih?sini Vi,gue peluk"


Savian bergidik ngeri : "najis!"


Ardian tertawa dan langsung memeluk Savian : "gak perlu malu-malu deh,pas kecil Lo sering tuh minta gue peluk dan gendong"


Savian menatap sekeliling yang untungnya sepi lalu menghela nafas lega : "gila Lo!kalo ada yang denger gimana?!"


Ardian menepuk bahu Savian acuh : "gak masalah dong!kan gue ngomong kenyataan"


Savian melotot : "bisa kena serangan jantung gue!"


Ardian berdecak : "gak bakal!"